
Setelah bulan madu singkatnya berahir, sakti mengalah dan mengikuti tinggal di kediaman rumah eva di desa, sakti gak mau egois dan lebih memilih mengalah.
Satu bulan berlalu setelah pernikahan, kehidupan rumah tangga eva begitu harmonis dan eva bahagia dengan semuanya, pekerja di rumah eva pun di tambah, karena rumah bertambah dengan kehadiran sakti, eva dan sakti tidak terlalu mengharapkan buah hati, bagi mereka di segerakan buah hati hadir bersyukur, belum di segerakan hadir buah hati pun tetap bersyukur, yang penting mereka bahagia dan sehat selalu.
''Abang berangkat ke kantor jam berapa?? '' ucap eva saat masuk kedalam kamar dan melihat suaminya baru selesai mandi.
''Abang berangkat seperti biasa jam delapan pagi, kenapa emangnya?? '' jawab sakti.
''Aku udah siapkan sarapan dan mang asep juga udah siapkan mobilnya, mamah mau ke rumah katanya nanti siang bang. '' ucap eva sambil membantu mengkancingkan kemeja sakti.
''Mau apa mamah kemari?? '' tanya sakti.
''Kok nanya mau apa, namanya ke anak bang yah mau menjenguk dan memastikan keadaan anaknya, kamu itu salah kalau berbicara. '' jawab eva.
''Iya sayangku, makasih udah bantu abang memakai pakaiannya. '' ucap sakti.
''Aku tunggu di bawah yah abang. '' ucap eva dan sakti mengangguk.
Eva langsung turun menuju meja makan dan bibi sedang menata makanan di meja.
''Neng ada tamu di depan, katanya nyari tuan. '' ucap bibi.
''Siapa bi?? '' tanya eva.
''Bibi gak nanya neng, dia pakai pakaian dinas tentara neng. '' jawab bibi.
''Iya bi, biar nanti abang yang menghampiri kedepan, bibi buatkan minuman hangat ajah yah buat tamunya. '' ucap eva dan bibi langsung ke dapur.
''Bibi nanti siang mamah nya abang kan datang, bibi belanja yah bahan makanan, pokonya sebelum siang bibi harus udah di rumah, bibi sendiri belanjanya biar bi tuti yang jagain rumah. '' ucap eva dan bibi mengangguk.
Sakti menuruni tangga dengan style kantornya dan terlihat gagah juga tampan, eva tersenyum saat sakti tersenyum kepadanya.
''Ada tamu di depan bang, lihat sana katanya nyariin abang tuh. '' ucap eva saat sakti sampai di meja makan.
''Kamu tahu siapa tamunya?? '' tanya sakti.
''Gak tahu bang, kalau tahu udah aku bilang namanya siapa, aku belum kedepan soalnya. '' jawab eva.
Sakti langsung ke depan dan melihat siapa tamunya pagi pagi.
''Randi, muklis, saya kira siapa, ada apa tumben pagi pagi bertamu?? '' ucap sakti sambil menyapa dan bersalaman dengan kedua tamunya.
''Cuma mau berkabar ajah, lusa panen dan semua hasilnya mau di kirim kemana sakti, aku kan pengamanan bukan pengecekan hasil panen. '' jawab randi.
''Kamu itu susah susah sekali pemikirannya, nanti ada petugas nya yang akan mengurus. '' ucap sakti.
__ADS_1
Bibi datang membawa dua minuman hangat dan menatanya di meja.
''Bibi, tolong panggilkan mang asep suruh kesini sekarang yah. '' ucap sakti dan bibi mengangguk.
''Nanti kakanya mang asep yang mengurus semua, saya sudah siapkan tempat untuk menyimpan padinya. '' ucap sakti kembali.
''Ada apa tuan manggil saya?? '' tanya mang asep.
''Kakanya mang asep beneran mau mengurus semuanya sekarang?? '' ucap sakti.
''Iya tuan mau katanya. '' jawab mang asep.
''Nanti sore datang kesini yah buat menghadap saya. '' ucap sakti dan mang asep mengangguk lalu keluar kembali menuju garasi.
''Kita sarapan dulu yah, ayo barengan sama istri saya juga di dalam. '' ucap sakti kembali mengajak kedua temannya.
''Malu sama istri kamu sakti. '' ucap randi.
''Malu kaya bayi, udah ayo kita makan dulu, lagian kalian kenal kan dengan eva. '' ucap sakti.
''Eh, ternyata abang randi sama abang muklis, ayo kita sarapan bersama. '' ucap eva saat sakti dan kedua temannya menghampiri.
''Makasih bu dokter. '' ucap muklis dan eva langsung melototkan matanya.
''Emang dokter kan, saya gak salah ucap. '' ucap muklis kembali.
Mereka berempat langsung sarapan, karena waktu juga sudah menuju pukul tujuh pagi.
Setelah sarapan selesai, muklis dan randy pamit duluan, di susul oleh sakti dan eva berangkat terahir karena dia akan ke rumah ibunya.
Eva menggunakan motornya saat ini, karena dia akan berkeliling desa untuk mengontrol posyandu di setiap desa.
''Kamu itu pakai motor ajah eva, pakai mobil dong biar nyaman kamunya. '' ucap ibunya eva saat eva menghampiri nya.
''Lama bu, eva kan mau keliling posyandu sekarang, kasihan yang jauh dengan balai kesehatan soalnya. '' ucap eva dan ibunya hanya mrngangguk.
''Kamu belum ada tanda tanda hamil?? '' tanya ibunya eva.
''Belum bu, eva sama abang sakti gak akan terlalu berharap banget takut kecewa, sekarang sih yang penting kita harmonis, sehat dan bahagia ajah, itu sudah cukup, momongan itu kan titipan tuhan dan eva percaya tuhan akan memberikannya untuk eva. '' jawab eva dan ibunya bernafas lega dengan jawaban eva.
''Oh iya eva sampai lupa, nanti siang mamahnya abang sakti mau datang kesini, eva pasti belum pulang kan bu, ibu bisa kan temani mamahnya abang sakti?? '' ucap eva kembali.
''Iya nanti ibu temani mertua kamu, lagian ibu kan udah pensiun mengajarnya, jadi ibu kan sekarang selalu ada di rumah. '' ucap ibunya eva.
''Yaudah eva pamit yah bu, bidan takut nungguin eva kasihan kan, eva udah siapkan semuanya jadi ibu gak usah repot repot kalau mamahnya abang datang, cukup duduk dan temani mengobrol ajah. '' ucap eva dan ibu mengangguk.
__ADS_1
Eva langsung menjalankan motornya menuju balai desa dan ternyata team medis sudah menunggunya, eva masuk dan mengisi absensi kehadiran.
''Ada dokter mira, bukannya sift dua yah?? '' ucap eva.
''Tuker dok, dokter hesti hari ini ada keperluan pagi, jadinya saya lanjut pagi. '' jawab dokter mira dan eva mengangguk.
Eva pamit dan langsung menuju bidan yang sedang menunggunya.
''Dokter eva kok pucat wajahnya, dokter sakit?? '' ucap bidan saat eva menghampirinya.
''Saya baik baik ajah, ini karena saya gak pakai make up jadinya terlihat pucat. '' jawab eva dan bidan langsung mengangguk.
Eva langsung menaiki motor dan segera menuju posyandu di desa.
Saat sampai eva langsung duduk dan menunggu pasien yang akan konsul, eva dokter yang ramah dan baik pada warga desa, setiap posyandu pasti selalu penuh karena ingin konsul ke eva, eva dengan telaten memeriksa dan menerima setiap keluhan pasien nya.
setelah selesai eva langsung menuju desa selanjutnya dan eva sekarang hanya sendiri, karena bidan sedang melakukan imunisasi untuk balita.
Hingga tepat pukul satu siang eva baru sampai di balai kesehatan desa setelah berkeliling desa dan menghampiri posyandu posyandu di setiap RW, eva sampai di balai kesehatan desa dan langsung menuju kantin karena perutnya terasa lapar.
Eva membawa makanan ke ruang kerja nya dan dia sambil mengerjakan laporan kerjaan nya sambil memakan makanannya.
''Kayanya bulan depan akan ada alat baru yang datang, kak ronald sudah kirim kemarin, paling sebulan baru bisa sampai. '' ucap eva saat mendapat email dari ronald tentang alat medis terbaru untuk balai desa.
Eva langsung mencetak laporannya dan akan segera memberikan pada pak kades untuk di urus semua pajaknya.
Kerjaan selesai dan eva langsung ke balai desa dengan membawa map berisi laporan pemberitahuan.
''Siang pak kades, maaf saya mengganggu. '' ucap eva saat menghampiri pak kades di ruangannya.
''Ganggu juga gak dokter, ayo silahkan duduk dan mau minum apa?? '' ucap pak kades sambil berdiri dan mempersilahkan eva duduk di sofa.
''Ini ada surat pemberitahuan dari london, dokter ronald mengirim alat medis keluaran terbaru untuk balai kesehatan pak dan semuanya gratis, tapi kita harus bayar pajak nya saat barang sampai di tanah air, perkiraan sih dua minggu baru masuk dan kepengurusan pajak satu minggu baru selesai, baru sampai di balai desa paling bulan depan awal pak, ini suratnya agar bapak bisa mengajukan dana nya. '' ucap eva sambil memberikan surat laporannya.
''Baik sekali dokter ronald itu, dia mengirim alat medis baru dan kita gak usah bayar, tapi kita bayar pajak masuk ke tanah air ajah, saya akan uruskan sekarang pengajuan dana ke pemerintah pusat, makasih yah dokter eva,kalau bisa undang dokter ronald untuk datang ke desa kita ini dan untuk menjelaskan tata cara pemakaian alatnya juga kan. '' ucap pak kades saat menerima suratnya dari eva.
''Saya bisa pak menggunakan alatnya, ini tuh alat alat medis yang lebih canggih dari alat medis yang ada saat ini di balai kesehatan, dokter ronald kan dokter sibuk di london, dia susah untuk di minta datang, tapi saya usahakan agar dokter ronald bisa hadir disini saat alatnya sampai di desa. '' ucap eva dan pak kades menyetujuinya.
Eva langsung pamit dan kembali ke balai kesehatan, eva mengecek pasien pasien yang ada di ruang rawat dan di ruang UGD pun eva mengeceknya.
.
.
.
__ADS_1
.. ............