Desaku Rumahku Dan Kehidupanku

Desaku Rumahku Dan Kehidupanku
D R D K 16


__ADS_3

Setelah makan bersama keluarga, aris dan temannya pamit kembali ke asrama karena takut terlalu malam.


''Kaka sabtu siang akan sampai disini, kamu jangan terlalu cape eva, istirahat bukan kerja. '' ucap aris dan eva mengangguk.


Setelah aris pergi, eva masuk dan membantu ibunya di dapur.


''Ibu, eva ada hadiah untuk ibu, ibu janji menerimanya yah dan jangan menolak. '' ucap eva.


''Mau kasih apa, ini kalung bagus gini dan mahal, masa mau kasih ibu hadiah lagi. '' ucap ibu.


''Selama eva bekerja di rumah sakit, eva jarang memakai uang gaji nya eva bu, karena eva dapat uang dari kampus untuk kebutuhan eva, paling pengeluaran buat bayar pembantu dan keamanan ajah, listrik dan air, itu ajah, sisanya eva simpan dan eva pengen rumah ini kita bangun bu, rumahnya kita renovasi yah, biar sedikit moderen juga dan eva pengen merubah semuanya jadi lebih mewah bu, kamar mandi nya eva pengen ada di setiap kamar juga bu. '' ucap eva dan membuat ibu tesenyum.


''Kamu udah ketularan gaya orang barat, kaka kamu sudah bicara waktu itu pengen renovasi rumah, tapi ibu sama ayah menolak, biarlah rumah ini seperti ini, rumah ini banyak kenangannya, kenangan kamu dan kaka kaka kamu sewaktu kecil, kenangan saat kita dalam fase kesusahan, kalau mau kamu buat rumah baru ajah yang lebih megah. '' ucap ibu dan eva hanya diam.


''Baiklah kalau maunya ibu begitu, eva ga bisa memaksa juga kan. '' ucap eva sambil tersenyum.


''Iya eva, yaudah kamu istirahat sana. '' ucap ibu dan eva mengangguk.


Eva masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang dan membuka email masuk di leptopnya.


Banyak email masuk dari teman temannya di rumah sakit dan dari kampus juga, eva memang tidak berbicara tentang cuti satu bulannya, karena eva gak mau menjadi ramai nantinya.


''Semua pada heboh nanyain aku dimana, udah tau aku kan pulang ke tanah air. '' ucap eva saat membuka semua email masuk nya.


Pintu rumah eva di ketuk dan eva langsung membuka nya.


''Ada apa ibu, kenapa rusuh gitu ketok pintunya?? '' ucap eva.


''Udah jangan bahas dulu deh, itu ada orang dari balai desa cari kamu. '' ucap ibu dan eva langsung keluar rumah menghampiri.


''Ada apa yah?? '' ucap eva saat melihat petugas kesehatan datang.


''Dokter eva, di balai kesehatan ada yang mau lahiran, tapi bidan sedang di luar desa dan susah di hubungi, terus ada yang tiba tiba pingsan saat periksa ke IGD balai desa. '' ucap petugas.


''emangnya dokter jaga nya kemana?? '' ucap eva.


''Petugas yang jaga hanya saya dan dua lagi sedang membantu melahirkan dokter. '' ucap petugas.


Eva langsung masuk memakai jaketnya dan ayah langsung mengantarkan ke balai kesehatan.


''Kamu tiga hari di desa sudah super sibuk deh, apalagi nanti kalau kamu sudah menetap disini eva. '' ucap ayah dan eva hanya tersenyum menjawabnya.


Sepuluh menit kemudian eva sampai dan eva langsung pamit ke ayah, ayah langsung pulang dan gak menunggu eva di balai kesehatan.


Eva masuk ke ruang persalinan dan kaget melihat mawar yang akan melahirkan.

__ADS_1


''Pantesan semua jadi ramai, kamu yang mau lahirannya yah mawar, gempar satu desa. '' ucap eva saat menghampiri mawar.


''Kalian berdua bantu tangani yang pingsan di IGD, biar saya tangani dulu pasien ini. '' ucap eva dan dua suster langsung kembali ke IGD.


''Eva perut aku sakit banget ini, gak kuat. '' ucap mawar.


''Stop mawar, kamu jangan ngeden terus, nanti bayi di dalam nya jadi ikut cape, kamu santai yah, aku mau ngecek pembukaannya. '' ucap eva dan mawar mengangguk.


Eva menggunakan sarung tangan dan melihat pembukaan di mulut rahimnya.


''Baru pembukaan empat, kamu udah rame ajah deh, ayo turun dan jalan jalan dulu, aku ambil obat biar pembukaannya cepat dan gak lama. '' ucap eva dan mawar mengangguk.


Ibunya mawar masuk dan suaminya, ibu kaget karena dokternya adalah eva.


''Neng eva, ini beneran neng eva kan?? '' ucap ibunya mawar dan eva hanya tersenyum.


''Iya ibu ini eva, sahabatnya mawar. '' ucap eva.


''Kamu udah selesai pendidikannya di inggris dan sekarang udah jadi dokter?? '' ucap ibu nya mawar.


''Eva memang sudah lulus jadi dokter, tapi eva sedang melanjutkan pendidikan spesialis, eva pulang cuma mau memperpanjang surat surat buat ijin tinggal di inggris. '' ucap eva.


''Kamu memang membanggakan eva, semoga semuanya lancar dan cita cita kamu segera terwujud. '' ucap ibu nya mawar.


''Yaudah, eva mau ke IGD bu, ajakin mawar jalan jalan, karena pembukaannya baru empat, paling dua jaman lagi baru full pembukaan. '' ucap eva sambil tersenyum.


Eva langsung meminta petugas untuk mengantarkan nya ke mawar


Eva memeriksa pasien di IGD dan ternyata pasien mengalami stroke ringan karena tekanan darahnya begitu tinggi.


Eva langsung memberikan resep obatnya.


''Di infus yah, biar nutrisi di tubuhnya tetap masuk. '' ucap eva dan dua perawat mengangguk.


Eva keluar dari IGD dan ada dokter vino datang.


''Dokter eva, syukurlah anda datang terlebih dahulu, maaf saya telat datang, karena perjalanan dari rumah kesini lumayan jauh. '' ucap dokter vino dan eva hanya tersenyum.


Eva langsung menghampiri mawar yang sedang jerit jerit kesakitan.


''Mawar kamu ko berisik banget, gak kaya pas bikinnya pada dieum. '' ucap eva dan membuat mawar diam.


''Eva kok rasanya lebih sakit dari yang tadi sih, ini sakitnya sepuluh kali lipat. '' ucap mawar dan eva hanya tersenyum.


''Udah jangan banyak bicara, kamu mingkeum yah mawar, saya mau memanggil suster untuk membantu saya dan menyiapkan semuanya. '' ucap eva dan mawar mengangguk.

__ADS_1


Eva langsung meminta suster membantu persalinan dan suster langsung menyiapkan semua kebutuhan untuk lahiran mawar.


''Ibu tunggu di luar yah, kalau suaminya mau menunggu disini silahkan, tapi kalau ga mau juga gak apa apa. '' ucap eva sambil memasang infus di tangan mawar karena bayi di dalamnya jadi ikut lemas karena mawar terus mengejen.


Eva menyuntikan cairan pada infusnya mawar, biar bayinya pulih, dua suster hanya saling melirik karena baru kali ini ada dokter yang gak merujuk pasien kalau sudah kritis, karena suster tadi mengecek detak jantung bayinya yang melemah.


''Kalian jangan heran yah, gak semua nya harus di rujuk ke rumah sakit, saya akan usahakan merawat sebisa saya, kalau gak bisa baru saya rujuk. '' ucap eva dan suster mengangguk.


''Dokter, biasanya bidan disini selalu merujuk kalau terjadi hal seperti ini. '' ucap suster.


''Setiap petugas kan berbeda tindakannya suster, saya seperti ini dan bidan seperti itu, itu gak masalah, saya mampu menindak pasien saat ini jadi ga perlu rujukan ke rumah sakit. '' ucap eva sambil tersenyum.


Eva langsung mengecek detak jantung bayinya dan ternyata sudah normal dan mawar pun sudah sadar.


''Nyenyak bobonya. '' ucap eva dan mawar hanya senyum.


''Dengar semua aba aba saya yah dan jangan melanggarnya. '' ucap eva sambil memakai jubah di tubuhnya.


Eva mulai dengan tindakannya dan mawar begitu santai mengejen, tiga kali mawar mengejen, bayi langsung lahir dan eva langsung mengurus bayinya dan kedua suster mengurus sisa lahiran mawar.


Eva memberikan bayinya pada mawar setelah eva membersihkannya, eva langsung mengurus mawar karena mawar harus di jahit.


Dua jam kemudian semuanya selesai dan eva keluar dari ruang bersalin, bekas bekas lahiranpun langsung di bersihkan.


''Selamat mawar, baby nya cowok, ingat kamu jaga bayinya yah. '' ucap eva dan mawar langsung menangis.


''Makasih eva buat bantuannya, aku tadinya takut di rujuk ke rumah sakit, tapi karena kamu jadinya gak jadi. '' ucap mawar.


''Di rumah sakit tindakannya sama kaya barusan saya menindak kamu, buat apa ke rumah sakit, saya masih mampu mawar, kamu istirahat yah, ASI kamu akan keluar dua jam lagi, saya kan tadi menyuntikan penyubur ASI ke kamu. '' ucap eva dan mawar mengangguk.


Suster memindahkan mawar dan bayinya ke ruang rawat, eva langsung duduk di ruang tunggu dan mengecek semua pesan masuk.


Dokter vino menghampiri dan membawa dua kotak susu dan memberikannya satu kepada eva.


''Kamu memang dokter hebat, kalau tadi bidan yang menindak, mungkin akan langsung di rujuk, tapi kamu bisa menindaknya, salut saya. '' ucap dokter vino.


''Dokter vino terlalu melebih lebihkan, kalau pasien di rujuk, tindakannya sama akan seperti barusan saya, makanya gak usah, saya masih mampu. '' ucap eva dan vino tersenyum.


''Segeralah selesaikan pendidikan kamu dokter, kita segera bersatu dan berjuang untuk melindungi warga di desa ini. '' ucap vino dan eva hanya geleng geleng kepala mendengarnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.................


__ADS_2