
Di bandara saat ini.....
Eva baru sampai di bandara dan memparkirkan mobilnya, eva langsung keluar mobil membawa tas slempang dan kopernya.
''Masih ada waktu satu jam ternyata, mendingan duduk dan membuka handphone ajah deh. '' ucap eva saat melihat handphone nya.
Tiga puluh menit kemudian operator memberitahukan kalau pesawat akan segera take off.
Eva menyimpan handphone nya kedalam tas dan segera menuju pemeriksaan surat surat kelengkapan nya.
''Eva diandra.....'' teriak sakti saat melihat eva sedang berjalan menuju petugas bandara dan membuat eva kaget.
Eva berhenti dan mematung melihat sakti berlari ke arah nya dan memeluk erat tubuh eva.
''Jangan pergi eva, abang gak mau kehilangan kamu dan abang gak ijinin kamu pergi, beri kesempatan ke abang untuk menyembuhkan luka di hati kamu, abang sangat mencintai kamu eva, abang udah berusaha melupakan kamu tapi gak bisa dan selalu nama kamu dan wajah kamu yang muncul di fikiran abang,pliiss jangan pergi yah eva, abang mohon sama kamu. '' ucap sakti dan eva hanya bisa melongo.
''Abang kenapa, eva gak akan pergi jauh kok, eva hanya mau liburan ajah dan menata hati, pertengahan bulan sekarang juga udah balik lagi, cuma delapan hari loh abang. '' jawab eva sambil menggeleng kan kepalanya.
''Abang gak percaya, kamu pasti bohong kan dan kamu pasti gak akan pulang lagi ke desa. '' ucap sakti.
''Pliis abang, pesawat eva sebentar lagi mau take off dan eva belum memeriksa surat surat nya loh, eva udah pesan pesawatnya ini. '' ucap eva namun sakti tetap menggeleng kan kepalanya dan merebut surat surat eva dan menyimpannya di dalam bajunya.
Eva hanya menghela nafas dan melongo melihat kelakuan sakti.
''Pliis berikan kesempatan ke abang untuk membantu kamu menyembuhkan luka hati kamu dan abang janji akan dengan sabar untuk menunggu kamu menerima abang, saat ini abang udah bebas dari keprajuritan eva dan abang gak terikat oleh negara, maukah kamu menikah dengan abang, maukah kamu menemani sisa hidup abang dan menjadi satu satunya wanita di hati abang, menjadi ibu untuk anak anak abang kelak??, abang sangat mencintai kamu dan sangat menyayangi kamu eva. '' ucap sakti dan eva langsung terdiam dan menangis.
''Pliis eva jawab, berikan kesempatan ke abang, agar abang bisa memiliki hati kamu dan abang akan sabar untuk menunggu kamu mencintai abang. '' ucap sakti kembali karena melihat eva hanya diam dan menangis.
''Abang ga bermaksud untuk membalas sakit abang kan yang eva tolak waktu itu dan abang mencegah eva agar eva menerima abang dan nanti abang campakkan, iya kan tujuan abang untuk membalas nya kan ke eva, bukan eva berfikiran jelek ke abang, tapi eva takut bang fan eva sangat takut. '' jawab eva sambil menangis.
''Sumpah demi tuhan, demi orang tua abang, kalau abang hanya ingin membalasnya kenapa gak dari dulu dan kenapa baru sekarang, kalau kamu berfikiran memang abang berniat hanya ingin membalas sakit hati karena di tolak kamu waktu itu, kamu salah eva dan sangat salah, abang tahu posisi karena gak semua wanita menerima calon suami seorang prajurit dan gak semua wanita mau menjadi ibu persit yang siap di bawa kemanapun suaminya pergi dan di tugaskan, abang mengerti dengan semua itu, abang bahkan sudah mengundurkan diri dari keprajuritan dan sekarang abang udah bebas dan abang mau kamu menjadi istri abang eva, pliiis jangan berfikiran jelek dan menuduh abang yang lain lain, abang akan sengsara dan abang akan di laknat kalau memang niat dan tujuan abang sekarang untuk membalas sakit hati ke kamu. '' jawab sakti dan membuat eva sesegukan menangis.
__ADS_1
''Abaang jahaaat sama eva....hiks....hiks....'' ucap eva saat sakti memeluk erat tubuh sakti dan memukuli punggung sakti.
''Ssttt....jangan nangis yah, abang jahat apalagi eva, ayo jelaskan dimana jahatnya abang?? '' tanya sakti saat melepas pelukan dari eva.
''Pesawat eva lihat udah mengudara, eva jadi gak jadi deh pergi berlibur nya, semua karena abang sakti, abang jahat abang jahaaat......hikss...hiks....'' jawab eva sambil menangis dan sakti langsung tersenyum dan menghapus air mata eva.
''Udah jangan nangis, besok kita berlibur ke london dengan abang yah, pakai jet pribadi punya mamah sama papah nya abang, udah jangan nangis. '' ucap sakti sambil menghapus air mata eva.
Eva memeluk kembali tubuh sakti dan sakti membalasnya dan tersenyum dengan kemanjaan eva.
''Abang lihat semua orang melihat ke arah kita loh, eva malu tau. '' ucap eva sambil sesegukan dan berbicara di telinga sakti.
sakti melepas pelukannya dan tersenyum pada eva lalu mencium kening eva.
''Abang gak perduli, maukah kamu menerima abang dan memberi kesempatan pada abang untuk membuat kamu mencintai abang dan menerima abang?? '' tanya sakti dan eva mengangguk.
''Malu abang ke rumah abangnya dan eva juga bawa mobil sendiri loh kesininya. '' ucap eva.
''Kenapa malu segala, biar nanti mobil abang di ambil sopir kesini, sekarang pakai mobil kamu ajah yah ke rumah abangnya. '' ucap sakti dan eva mengangguk.
Sakti membawa koper eva dan menggandeng tangan eva menuju parkiran, sepanjang perjalanan sakti terus memegang tangan eva dan terus mencium tangan eva dan begitu bahagis dengan semuanya.
''Ahirnya abang bisa mendapatkan kamu eva, abang janji akan menjaga kamu dan gak akan pernah melepaskan kamu untuk selamanya. '' gumam sakti dalam hatinya.
Eva langsung masuk kedalam mobilnya dan duduk di kursi sebelah pengemudi dan sakti sedang merapihkan kopernya eva kedalam bagasi mobilnya.
''Siap kan kita ke rumah calon mertua kamu?? dan mamah pasti senang melihat kamu dengan abang datang bersamaan. '' ucap sakti dan eva hanya mengangguk.
''Eva malu bang sama orang tua abang, eva dulu menolak lamaran keluarga abang, pasti keluarga abang jadi marah dan benci ke eva. '' jawab eva dan sakti langsung tersenyum.
__ADS_1
''Kita taruhan ajah, kalau orang tua abang marah ke kamu dan gak nerima kamu, abang gak akan pernah mengejar kamu lagi dan abang akan melepaskan kamu untuk selamanya, tapi sebaliknya kalau orang tua abang malah senang dan menerima kamu, kamu harus mau abang nikahi langsung tanpa lamaran. '' ucap sakti dan membuat eva langsung kaget.
''Abang seenaknya ajah taruhan gitu, emang perasaan itu pertandingan dan permainan. '' ucap eva cemberut.
''Ayo jawab dulu sayang, ini bukan permainan atau pertandingan tapi tantangan sayang. '' ucap sakti sambil tersenyum.
''Iya abang, eva setuju dan sedih kayanya. '' ucap eva.
''Sedih kenapa lagi?? '' tanya sakti.
''Eva takut kalau orang tua abang gak menerima eva dan marah ke eva, nanti abang ninggalin eva dan melepaskan eva untuk selamanya. '' jawab eva dan sakti langsung tersenyum dan mencium tangan eva.
''Gak sayang, abang akan selalu ada untuk kamu dan gak akan melepaskan kamu lagi, abang yakin dan sangat yakin kalau semua akan sesuai keinginan abang dan orang tua abang akan senang dan menerima kamu, bahkan mamah akan bahagia loh. '' ucap sakti.
''Stop abang, eva lagi dek dekan loh ini, takut orang tua abang marah dan gak nerima eva. '' ucap eva dan sakti hanya tersenyum.
Dua puluh menit kemudian eva masuk kedalam gerbang komplek elit dan megah, eva sampai terus menatap ke arah luar jalanan.
Sakti mengklakson mobil nya dan gerbang terbuka, sakti langsung masuk dan memparkirkan mobilnya, sakti keluar dari mobil dan membuka pintu mobil eva.
''Ayo sayang, kita masuk ke dalam rumah dan bertemu sama mamah. '' ucap sakti saat mengulurkan tangannya.
Eva menerima uluran tangan sakti dan keluar dari mobilnya, eva terlihat tegang dan sangat takut untuk masuk kedalam rumah sakti dan bertemu orang tua sakti.
Sakti langsung membawa eva berjalan masuk menuju pintu rumahnya.
.
.
.
__ADS_1
..............