Desaku Rumahku Dan Kehidupanku

Desaku Rumahku Dan Kehidupanku
D R D K 55


__ADS_3

Eva dan sakti saat ini sedang dalam mobil menuju desa, sepanjang perjalanan eva sibuk dengan jalanan yang sedikit penuh dan hampir macet, sakti hanya fokus ke depan.


Hingga dua jam kemudian eva baru sampai di desa dan langsung menuju rumah ibunya.


''Aunty.....'' teriak rio saat eva keluar dari mobil.


Eva langsung memeluk rio dan menciuminya dan membuat eva tertawa tawa.


''Aunty nakal, rio gak mau di cium cium lagi. '' protes rio dan eva hanya tertawa senang melihat rio kesal.


Sakti langsung menggendong rio dan di bawa masuk kedalam rumah.


''Kamu itu kebiasaan sekali yah, cium rio sampai rio nya kesal gitu. '' ucap hasna saat eva masuk kedalam rumah.


''Habisnya rio gemesin kak, lucu sekali dan salah siapa manggil terus samperin aku, yaudah aku ciumin ajah deh rio nya. '' jawab eva.


''Oh iya, ibu ini titipan dari mamahnya abang buat keluarga disini dan ini masih segar segar karena baru memetik dari kebun. '' ucap kembali eva sambil memberikan kotak besar berisi buah buahan.


''Ya ampun, banyak sekali buah buahannya dan beraneka ragam lagi, sakti nanti sampaikan ucapan terimkasih ibu yah ke mamah kamu. '' ucap ibu dan sakti mengangguk.


''Eva jalanan masih macet?? '' tanya hasna.


''Iya kak, biasanya gak padat gitu. '' jawab eva.


''Tadi ada kecelakaan soalnya eva, malah kaka dari rumah kesini hampir empat jam, mobil gak gerak sama sekali loh. '' ucap hasna.


''Pantesan ajah, berarti kaka baru sampai dong?? '' ucap eva.


''Iya, kaka satu jam lalu baru sampai. '' jawab hasna.


''Eva tadi pagi ada orang yang melihat lihat rumah kamu, katanya dari WO yang mau menghias rumah buat resepsi pernikahan nya kamu dan ini undangan udah selesai plus cendramata nya. '' ucap ibu dan eva senang melihatnya semua serba mewah.


''Banyak banget cendramatanya, abang yang lakuin ini kan?? '' ucap eva.


''Warga kampung disini pasti akan namplok semua datang, makanya abang minta banyak ajah. '' jawab sakti.


''Cendramatanya lucu banget deh, pasti ini sangat mahal sekali. '' ucap hasna.


Cendramata resepsi pernikahan eva sebuah tas selempang yang begitu bagus dan di bungkus rapih, undangan pun berbentuk kipas yang unik dan lucu.


''Pesta nya kan dua minggu lagi dan baju pengantin akan di kirim seminggu sebelum akad kata WO nya, kamu kapan mau bagiin undangan nya?? '' ucap ibunya eva.


''Gak tau ibu, kayanya kalau warga kampung disini gak usah di kirim undangan deh, mereka akan datang sendiri kan, paling nanti dokter sama staf desa yang akan pakai undangan. '' jawab eva.


''Undangannya itu untuk sakti sebenarnya bu sisanya, kenapa di kirim kesini yah. '' ucap sakti.


''Pantas ajah banyak gini. '' jawab ibunya eva.


''surat surat kamu sudah selesai kan untuk ke desa nantinya?? '' tanya hasna.


''Semua sudah selesai kak dan pak kades sendiri kan yang buatkan saat ayah memberitahukannya. '' jawab eva.


''Dua minggu itu sangat cepat loh, kamu siap?? '' ucap hasna dan eva langsung terdiam.

__ADS_1


''Harus siap lah dan minggu depan ada sesi pemotretan prewedding di desa ini, sesuai keinginan eva. '' jawab sakti dan eva hanya mengangguk setuju.


''Kalau zaman kaka pas nikah dulu gak ada tuh prewedding, kaka langsung akad dan saat itu keluarga sedih karena eva gak hadir. '' ucap hasna.


''Maaf kak, waktu kaka menikah pas dengan eva ujian ahir semester dan itu nentuin eva naik semester gak nya, makanya eva gak bisa hadir dan pulang, maafkan eva yah kakak dan hadiah udah eva kirim kan sebagai permintaan maaf eva. '' ucap eva dan hasan memakluminya.


Semuanya larut dalam obrolan ringan, ayah, aris dan suami hasna sedang melihat sawah yang sudah menguning dan siap panen, hampir semua sawah sekitar rumah eva dan rumah orang tuanya adalah milik eva dan beberapa kebun sayuran pun milik eva.


Satu minggu kemudian.....


Sakti dan kedua orang tuanya saat ini berkunjung ke rumah eva untuk mengikuti sesi pemotretan prewedding dan ingin melihat dekorasi rumah eva yang akan di jadikan tempat resepsi dan akad nya akan di laksanakan di rumah orang tuanya eva.


Eva saat ini begitu cantik dengan balutan pakaian yang minim dan pas dengan gaya sakti.


Sesi pertama di foto di bukit dengan motor.



Setelah sesi pertama, lalu menuju sesi selanjutnya dengan mengganti latar dan pakaiannya.




Pemotretan selesai, semua keluarga berkumpul di rumah orang tua eva, eva dapat cuti satu minggu setelah pernikahan, jadi sengaja mengambil pemotretan hari minggu, saat eva off dari kerjaannya karena eva belum libur dari tugasnya.


''Sayang, mulai besok sampai satu minggu ke depan, kita di pingit dan gak bisa bertemu, jangan kangen yah sama abang. '' ucap sakti dan membuat eva cemberut.


''Kebalik sakti, yang ada kamu tuh yang harus nahan rindu dan jangan pernah melanggar pingitan, nanti bahaya. '' ucap mamah nya sakti dan membuat eva mengacungkan jempolnya.


''Bukan dukung, tapi kenyataannya sakti, udah kita siap siap pulang sekarang. '' jawab mamahnya sakti.


Eva memanggil ibunya dan yang lainnya, karena mamahnya sakti akan pamit pulang.


Eva masuk kembali kedalam rumah setelah sakti dan keluarganya pulang.


Undangan untuk keluarga di london sudah di terima dan semuanya akan hadir di hari bahagia eva.


H-2 sebelum akad nikah....


Eva hari ini terahir bertugas dan minggu depan baru akan mulai kembali tugas.


''Calon manten jangan cape cape begitu, udah pulang ajah setengah hari. '' ucap kepala balai kesehatan.


''Nanti setelah semua selesai dokter, saya mau menangani lahiran tuh baru datang, kasihan ada masalah dan harus di tangani. '' jawab eva.


''Yasudah, kalau selesai dokter eva pulang yah, pamali kata orang tua jaman dulu. '' ucap dokter kepala dan eva mengangguk.


Eva segera menuju ruang bersalin dan segera menindak pasien yang sedang ada masalah dengan lahiran, eva mengecek pembukaan dan sudah full namun babby nya gak mau keluar karena dari awal pembukaan si ibu terus terusan mengejen dan membuat babby nya di dalam kelelahan.


''Saya sudah wanti wanti ke ibu dari awal pembukaan untuk tidak mengejen, tapi ibu nya bandel dan sekarang babby nya di dalam perut lelah loh, kalau ibu mengejen, babby di dalam pun langsung ikut kontraksi, padahal belum full pembukaan, dengarkan kata kata saya yang terahir ini yah bu, kalau ibu gak mau kerjasama dengan saya, dengan terpaksa ibu harus operasi caesar, bisa di mengerti, kalau ibu di tangani dokter lain sudah pasti ibu langsung rujuk loh. '' ucap eva sambil menyuntikan obat pada infus.


Suster langsung bersiap dan si ibu mulai merasakan kembali kontraksi nya, eva langsung memberi arahan dan lima menit kemudian babby nya lahir dan menangis merintih.

__ADS_1


Eva langsung menangani babby nya dan suster menangani si ibu.


Eva berusaha membuat bayi itu tetap hidup, karena denyut nadi babby nya lemah.


Eva dengan terpaksa memberikan tindakan dan tak lama babby nya menangis kencang dan eva bernafas lega bahkan eva menangis.


Eva memberikan babby nya pada suster dan eva langsung keluar dari ruang persalinan untuk segera pulang.


''Ibu tahu tidak, barusan saat babby nya keluar, detak jantungnya lemah nafasnya gak ada, hampir ajah babby nya meninggal, karena dokter eva dokter terbaik jadi babby nya terselamatkan ibu, kalau dokter lain pasti gak gini bu. '' ucap suster dan si ibu langsung menangis.


''Pantesan pas keluar babby nya gak menangis. '' jawab sang ibu.


''Menangis tapi cuma merintih. '' ucap suster.


Eva saat ini sedang pamit pada semuanya dan eva mewanti wanti kepada semua untuk datang di acara resepsi.


Warga desa begitu antusias dan membantu menyiapkan semuanya, namun sakti mengantisipasi dan menyerahkan semua pada WO, makanan dan semua di pesan sampai ratusan ribu porsi, karena eva adalah dokter desa yang di kenali satu desa bahkan luar desa pun mengenali eva.


Hari bahagia tiba......


Hari ini di kediaman eva sedang di adakan siraman dan pengajian pra nikah, eva menangis tersedu sedu saat meminta ijin pada kedua orang tuanya.


Siraman di tutup dengan, eva di gendong kaka laki lakinya dan ayahnya.


Hari ini eva begitu cantik dengan balutan kebaya yang pas di tubuhnya, eva selesai di rias dan menunggu kedatangan rombongan sakti.


Tepat pukul delapan rombongan sakti datang dengan hantaran yang begitu banyak dan mewah.





Wajah sakti begitu tegang tapi tidak mengurangi ketampanannya, sakti begitu gagah dan tampan dengan pakaian akad nikahnya, eva di jemput oleh hasna ke kamar dan di gandeng untuk duduk di samping sakti, sakti enggan untuk melihat ke arah eva karena sudah pasti dia akan pecah konsentrasinya.



Dengan satu kali ucapan lantang dan tegas, sakti mengucap janji sucinya dan saksi berkata SAH, eva langsung menangis bahagia mendengarnya.


Sakti tersenyum saat sebelum mencium kening eva setelah eva mencium tangannya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


............


__ADS_2