Desaku Rumahku Dan Kehidupanku

Desaku Rumahku Dan Kehidupanku
D R D K 59


__ADS_3

Sakti saat ini sedang membersihkan tubuhnya dan segera memakai pakaiannya di kamar eva, sakti mencium aroma masakan dan membuat sakti segera mempercepat memakai pakaian dan segera menghampiri eva.


''Wangi banget masakannya, perut abang jadi laper loh sayang sekarang. '' ucap sakti saat menghampiri eva ke dapur.


''Sabar yah, sebentar lagi mateng kok makanannya, abang minum dulu coklat hangat, itu udah eva buatkan dan di simpan di meja makan. '' ucap eva dan sakti langsung duduk di kursi meja makan dan meminum coklat hangat yang di siapkan oleh eva.


Sakti menghubungi keluarganya dan memberitahukan kalau dia sudah sampai di london city, namun sakti lupa kalau di indonesia saat ini lebih cepat enam jam dari london.


''Kenapa dengan wajah abang aneh begitu?? '' tanya eva saat menghidangkan makanan di meja makan.


''Abang lupa kalau di rumah saat ini sedang menuju dini hari ke pagi, pasti lagi pada tidur nyenyak. '' jawab sakti dan alana tersenyum.


''Abang ini, masa lupa dengan perbedaan waktu antara di indonesia dan di london. '' ucap eva sambil tersenyum.


''Kan abang belum pernah ke london, papah sama mamah yang sering kesini, abang kan sibuk keprajuritan soalnya. '' ucap sakti.


''Udah jangan bahas perbedaan waktu, kita makan dulu yah kan katanya perut abang laper. '' ucap eva dan sakti langsung mengiyakannya.


Eva menyiapkan makanan di piring nya sakti dan sakti hanya tersenyum dengan apa yang di lakukan oleh eva.


Seperti sebelumnya, sakti langsung lahap memakan makanan yang di buatkan eva, makanannya enak dan pas di mulut sakti.


Sepuluh menit kemudian makan selesai dan eva langsung merapihkan bekas makannya.


''Abang sana tunggu di ruang keluarga, aku mau merapihkan meja makan nya dulu, aku juga udah menyiapkan makanan buat nyemilnya. '' ucap eva.


''Kamu ngusir abang yah, abang mau disini nunggu kamu bersih bersih. '' jawab sakti.


'' Bukan ngusir abang, ini mejanya kotor dan aku mau membersihkannya dulu abang. '' ucap eva.


Sakti tersenyum dan mencium pipinya eva dan membuat eva cemberut.


''Abang kebiasaan sekali deh, mesuum. '' ucap eva dan sakti langsung menuju ruang keluarga dan tidak mendengarkan celotehan eva.


''Awas kamu sayang, abang pastikan malam ini kamu gak akan berteriak dengan semua yang abang lakukan. '' ucap sakti sambil tersenyum saat duduk di sofa dan menonton tivi.


Eva langsung membersihkan semuanya dan mencuci perabotan nya.


''Abang, aku mau mandi yah. '' ucap eva saat menghampiri sakti.


''Abang ikut kamu. '' jawab sakti sambil mematikan tivinya dan eva hanya menghela nafasnya.


Eva langsung berjalan menuju kamarnya dan segera membersihkan tubuhnya, eva juga sebelumnya membawa pakaian ganti.


Sakti langsung merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memainkan handpone nya dan eva sedang mandi.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian eva keluar kamar mandi dengan memakai pakaian tidur yang biasa di pakai olehnya dan gak sadar kalau sakti sedang menatapnya dengan tatapan yang gak biasa.


''Pakaian kamu seksi sekali sayang, sengaja yah mau menggoda abang. '' ucap sakti.


''Abang yang otaknya mesum, aku sudah terbiasa memakai pakaian tidur gini disini ataupun di desa. '' ucap eva.


Eva memakai pelembab di wajahnya dan setelahnya mengeringkan rambutnya yang basah, sakti hanya menatap semua pergerakan kegiatan eva.


Setelah selesai eva langsung menghampiri sakti dan duduk di ranjang sambil menyandarkan kepalanya di sandaran ranjangnya.


Sakti langsung menghampiri eva dan tersenyum saat eva melototkan matanya.


Sakti langsung mencium bibir eva yang membuatnya selalu tergoda, eva menerima semua perlakuan sakti karena sudah kewajibannya.


Sentuhan demi sentuhan sakti membuat eva terbuai dan menikamatinya, sakti pun terus memperdalam sentuhannya, tak terasa sakti sudah berhasil melepas pakaian eva dan sakti melepas ciumannya, wajah sakti yang penuh dengan hasrat yang memuncak dan eva tersenyum melihatnya dan mengangguk tanda setuju kalau sakti boleh melakukan lebih.


Sakti melepas semua pakaiannya dan langsung mencium kembali bibir eva, sentuhan demi sentuhan membuat eva mendesah dan sakti senang dengan semuanya.


''Ya ampun, ini terasa nya ko besar sekali, bagaimana kalau gak muat dan membuat aku sakit. '' gumam eva saat gak sengaja menyentuh bagian sensitif milik sakti dan sakti langsung melanjutkan kegiatannya tak menghiraukan eva yang terlihat ketakutan dan sedikit memucat.


Sakti bersiap menyatukan miliknya dan saat akan masuk, terasa begitu sempit dan sakti susah untuk melakukan penyatuan.


''Pelan abang, sakit banget loh ini. '' ucap eva saat sakti tanpa aba aba langsung melakukannya dengan satu kali hentakan.


Sakti tak mendengar semua ucapan eva dan dia malah semakin bernafsu dan membungkam eva dengan ciumannya.


''Terimakasih, sudah menjaga nya dengan baik untuk abang, i love you. '' ucap sakti saat setelah pelepasan dan mencium kening eva.


Sakti melepaskan penyatuan nya dan segera mengelap keringat eva, sakti tersenyum saat melihat bercak darah di seprey nya.


Eva langsung kelelahan dengan semua yang sakti lakukan, ini pertama bagi eva di sentuh laki laki dan dia adalah suaminya.


''Minum dulu yah sayang, jangan langsung tidur dulu, abang mau bawa kamu ke kamar mandi untuk membersihkan sisa itu. '' ucap sakti saat eva menerima minum dan menunjuk bagian sensitif eva.


''Abang jahat sekali sih, pelan harusnya jangan ganas gitu dong, sakit dan perih banget. '' ucap eva saat memberikan gelas kosong pada sakti.


''Abang kan kira kamu udah pengalaman dan abang juga baru pertama merasakannya, makanya abang kebablasan deh, makasih sayang. '' jawab sakti.


''Dasar abang, nakal sekali yah dan jahat banget, awas dulu abang, aku mau ke kamar mandi mau pipis. '' ucap eva dan sakti hanya tersenyum.


''Yakin bisa jalan ke kamar mandi?? '' tanya sakti.


Eva langsung terdiam dan menggelengkan kepalanya, sakti langsung menggendong eva dan membawanya ke kamar mandi.


Sakti dengan sangat hati hati membersihkan sisa sisa yang ada di area sensitif eva dan kaget saat milik eva terlihat sobek dan mengeluarkan cairan putih bercampur darah.

__ADS_1


''Sakit banget yah sayang??, ini sampai sobek dan berdarah loh. '' ucap sakti.


''Sakit dan perih abang, badan aku sakit semuanya dan ini semua ulah abang. '' jawab eva.


Sakti mencium kening eva dan memeluknya dengan erat, eva membalas pelukannya sakti dan mengusap kepala eva.


''Ini kan awal pasti sakit, abang pastikan yang selanjutnya akan terasa berbeda dan kamu akan ketagihan atau bahkan menikmatinya. '' ucap sakti dan eva mengangguk.


''Emang selanjutnya mau lagi gitu, aku gak mau abang takut sakit loh. '' ucap eva.


''Gak akan sakit sayang, abang akan pelan kok melakukannya, pliiis yah. '' ucap sakti memohon dan eva hanya pasrah dengan keinginan suaminya.


Sakti mengangkat tubuh eva kembali dan segera keluar kamar mandi dan menidurkan eva di ranjang.


Sakti memakai celana pendek dan keluar kamar, eva langsung membuka handphone sakti dan melihat lihat handphone nya sakti.


''Pantesan abang ganas sekali, ternyata abang menonton vidio ini seblum melakukannya. '' ucap eva kaget saat membuka vidio di handpone nya sakti.


Sakti masuk dengan membawa makanan di nampan dan menyimpannya di meja samping ranjang.


''Kenapa wajahnya horor gitu lihatin abangnya?? '' tanya sakti.


''Abang sejak kapan suka nonton vidio begini, nakal sekali sih. '' jawab eva.


''Abang kan belum pengalaman dan takut membuat kamu kecewa, makanya abang nonton dulu buat pelajaran loh. '' ucap sakti.


''Alasan ajah abang, pantesan abang ahir ahir ini sangat mesum sekali sih, hapus semua vidio nya yah, ini gak baik untuk kesehatan abang. '' ucap eva.


''Yasudah hapus ajah sama kamu, kita nyemil yah biar badan kamu gak lemas sayang. '' ucap sakti sambil menyodorkan makanan ke mulut eva.


Eva menerima suapan nya dan tangannya sibuk dengan handphone sakti.


Sepanjang malam sakti membuktikan semuanya dan membuat eva kelelahan, sakti gak memberikan sedikit eva istirahat dan terus menerus melancarkan keinginannya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


................


__ADS_2