Desaku Rumahku Dan Kehidupanku

Desaku Rumahku Dan Kehidupanku
D R D K 14


__ADS_3

Pagi hari......


Pagi hari rumah sudah ramai karena kepulangan eva dan semua warga langsung menghampiri kediaman rumah eva.


Eva denga sabar menjawab pertanyaan setiap orang yang bertanya padanya, setelah bosan bertanya semua warga yang datang pamit pulang.


''Ibu tau dimana mawar?? '' ucap eva.


''Ibu lupa kasih tau kamu, mawar sudah menikah dengan pemuda desa sebelah. '' ucap ibu dan membuat eva kaget.


''Udah lama bu menikahnya?? '' ucap eva kembali.


''Sebelum kaka kamu deh kalau gak salah. '' ucap ibu dan eva mengangguk.


Eva segera bersiap menuju balai kesehatan, hasna dan suaminya kembali ke kota karena kesibukan mereka berdua.


Eva pamit pada ibu dan ayahnya, eva menggunakan sepedanya menuju balai kesehatan.


Eva memarkirkan sepedanya dan memasuki balai kesehatan, semua warga tersenyum melihat eva.


Eva di sambut oleh kepala balai kesehatan dan pak kades.


''Selamat datang dokter eva, semoga dokter bisa membantu di balai kesehatan di desa ini, saya sudah tau perjalanan anda. '' ucap dokter kepala sambil bersalaman dengan eva.


''Neng eva, nanti siang akan ada pak gubernur datang kesini untuk bertemu langsung dengan neng eva. '' ucap pak kades.


''Saya jadi gak enak deh pak, saya sama seperti warga lainnya juga kan. '' ucap eva yang mendapatkan perlakuan khusus oleh pak kades.


''yaudah pak kades, saya mau memulai prakteknya disini dan akan melihat apa kekurangan di balai kesehatan desa kita ini. '' ucap eva dan pak kades mengangguk.


Eva langsung di tempatkan di poli umum balai kesehatan.


Eva mulai dengan prakteknya dan memeriksa setiap warga yang berobat.


Eva begitu ramah dan murah senyum dan membuat warga nyaman dengan pemeriksaan yang di lakukan eva.


Eva keluar ruangan setelah pasien sudah tidak ada lagi, eva masuk keruang persalinan dan melihat seorang ibu Hamil yang menangis dan eva menghampirinya.


''Ada apa ini bu bidan?? '' ucap eva dan bidan langsung menghampiri eva.


''Ini dokter, ibu ini dari semalam pembukaannya gak naik dan tetap pembukaan tiga dan sekarang tekanan darahnya malah naik, saya sedang memberikan surat rujukan untuk ke rumah sakit. '' ucap bidan dan membuat eva sedih.


''Boleh saya yang menangani persalinannya bu bidan, saya akan usahakan ibu ini akan kontraksi dan akan segera melahirkan. '' ucap eva.

__ADS_1


''Saya sudah menangani dari semalam dokter tapi tidak ada perubahan. '' ucap bidan.


''Iya saya tau, saya yang akan bertanggung jawab, kalau sampai harus ke rumah sakit dan terjadi apa apa pada ibu ini. '' ucap eva dengan keyakinan nya dan bidan langsung mengannguk.


''Terimakasih. '' ucap eva dan bidan itu langsung keluar ruangan.


''Ibu bisa lihat saya dan tatap saya bu. '' ucap eva.


''Tolong saya dokter, saya ga mampu kalau harus ke rumah sakit, saya gak punya biaya. '' ucap ibu sambil menangis.


Eva menghapus air mata ibu itu dengan tangannya.


''Dengarkan saya yah bu dan bantu saya juga biar ibu segera kontraksi dan ibu akan melahirkan, saya akan bertanggung jawab untuk semuanya kalau ibu harus ke rumah sakit. '' ucap eva sambil tersenyum dan ibu itu mengangguk.


''Tunggu disini yah ibu, saya akan segera kembali kesini dan menangani ibu. '' ucap eva.


Eva keluar dan masuk kedalam ruangan farmasi dan menuliska obat yang di butuhkan.


Apoteker langsung menyiapkannya dan segera memberikannya ke eva.


Eva langsung ke ruang persalinan dan sudah ada bidan yang menemani.


Bidan langsung menghampiri dan membantu eva.


''Ibu udah makan belum?? '' ucap eva saat mengecek tekkanan darahnya dan ibu itu menggeleng.


''Ini dokter makanannya. '' ucap bidan dan eva menerimanya.


''Biar saya yang makan sendiri dokter, terimakasih. '' ucap ibu itu dan memakan makanannya.


''Tekanan darah nya udah menurun bu, tolong siapkan peralatannya dan saya akan membuat si ibu kontraksi kembali. '' ucap eva dan bidan mengangguk.


Bidan keluar ruangan dan eva mulai memberikan obat dan menyuntikan cairan ke si ibu.


Pa gubernur datang dengan pak kades dan menanyakan eva.


''Dokter Eva sedang membantu warga yang mau lahiran pak kades. '' ucap bidan.


''Ko eva, kan itu tugas bidan. '' ucap pak kades.


''Ibu itu ada masalah pak dan dokter eva menyanggupi untuk menanganinya, saya Sudah meminta rujukan ke rumah sakit kota tapi dokter eva melarangnya dan dia akan tanggung jawab. '' ucap bidan dan membuat pak kades dan pak gubernur kaget.


Pak kades dan pak gubernur mengikuti bidan masuk ke dalam ruangan persalinan dan melihat eva sedang menangani pasien nya dan eva tidak menyadarinya.

__ADS_1


Ibu hamil itu langsung kontraksi dan membuat bidan kaget dengan penanganan eva.


''Kerasa yah bu sekarang mulas, sabar dan tenang yah, tunggu dua jam baru saya akan menindak lagi, pembukaannya masih tujuh. '' ucap eva dan ibu itu mengangguk tersenyum senang.


Kuarga ibu itu masuk dan menemani nya, eva keluar untuk menghampiri pak gubernur.


Eva mendapatkan ucapan selamat dan eva langsung mengutarakan semua keinginannya dan akan di kabulkan oleh pak gubernur.


Pak gubernur pamit setelah mengobrol sambil makan siang bersama staff balai desa.


Eva pamit ke ruang persalinan dan melihat ibu yang mau lahiran sedang berjalan kaki di dampingi suaminya.


Eva meminta ibu kembali keruangan, karena eva akan mengecek keseluruhannya.


Eva memakai jubah plastik untuk membantu lahiran dan di bantu bidan untuk mendamping.


''Pembukaannya udah full yah bu, dengarkan baik baik aba aba saya dan perhatikan saya. '' ucap eva dan ibu itu mengangguk.


Eva mulai dengan tindakannya dan ibu itu terlihat santai seperti terhipnotis oleh semua tindakan eva dan bidan begitu takjub dengan semua tindakan eva.


Lima menit kemudian bayi perempuan lahir dengan selamat dan tidak ada satu pun kekurangan.


bidan langsung membantu mengurus sisa lahirannya dan eva langsung menangkupkan bayinya pada dada ibunya.


Setelah beberapa saat eva mengambil bayi itu kembali dan membersihkannya.


bayi itu nangis kencang dan membuat eva terharu dan bahagia.


Bayi di berikan pada ibunya karena telah selesai dan rapih setelah eva menanganinya, eva menghampiri bidan yang melihat luka bekas lahiran.


''Gak di jahit dok, gak sobek soalnya. '' ucap bidan dan eva mengangguk.


Eva menyuntikan obat pada paha kanan si ibu dan merapihkan bekas lahiran membantu bidan.


Ibu itu sudah bersih dan tak lama ASI nya keluar dan bidan hanya senyum bangga melihat tindakan eva yang di saksikannya langsung.


''Saya bangga dokter, bisa membantu persalinan dan mendampingi dokter, makasih untuk bantuannya. '' ucap bidan dan eva hanya tersenyum.


Eva pamit pulang karena hari sudah sore dan dia ingin segera mandi untuk memyegaarkan tubuhnya yang lengket.


.


.

__ADS_1


.


.........


__ADS_2