Desaku Rumahku Dan Kehidupanku

Desaku Rumahku Dan Kehidupanku
D R D K 31


__ADS_3

Eva saat ini sedang duduk dan mengerjakan laporannya yang tadi terhenti, eva sekarang di ruangannya tidak mengerjakannya luar dengan suster.


''Permisi, apa saya boleh masuk?? '' tanya raka saat mengetuk pintu ruangan eva.


''Silahkan tuan raka. '' jawab eva sambil tersenyum dan membuat raka langsung tersenyum.


Raka langsung duduk di kursi berhadapan dengan eva.


''Saya mau tanya dokter, itu luka nya gak akan infeksi atau jadi busuk kalau di tutup seperti itu?? '' tanya raka dan membuat eva tersenyum kembali.


''Tidak akan tuan raka, saya sudah memberikan obat dan suntikan tadi, malah akan infeksi kalau lukanya di biarkan terbuka, kena debu dan air, makanya saya menutup nya dengan plester anti air, saya memberi jangka waktu satu minggu dan akan saya membuka kembali perbannya, nanti lihat hasilnya dan bisa di bandingkan sebelum saya membalutnya dan mengobatinya. '' jawab eva dan raka mengangguk.


''Itu sebenarnya luka sudah lama dan baru mau di obati sama dokter, saya sudah mencoba membawa naina ke dokter spesialis kulit, tapi naina gak mau karena dia bilang ga ada dokter yang bisa ngobatin, udah d obatin malah jadi lagi lukanya. '' ucap raka.


''Mungkin karena itu sugesti dari adiknya tuan, makanya gak akan sembuh sampai kapan pun. '' ucap eva dan raka mengangguk.


''Bisa gak dokter eva jangan panggil saya tuan, berasa saya sudah tua. '' ucap raka dan eva tersenyum.


''Terus saya harus panggilnya dengan sebutan apa?? '' tanya eva dan membuat raka tertawa, eva langsung cemberut dan melanjutkan kembali kerjaannya.


''Maaf maaf saya jadi tertawa, kamu lucu soalnya dokter eva. '' ucap raka.


''Terserah mau panggil saya apa yang terpenting jangan tuan yah, yasudah saya permisi mau pulang dan terimakasih sudah membantu pengobatan adik saya di sini. '' ucap raka dan eva hanya mengangguk.


Raka keluar dari ruangan eva dan eva kembali melanjutkan kerjaannya.


''Aku sering interaksi dengan laki laki di london bahkan pasien aku banyak, tapi kenapa melihat tuan raka jadi beda gini. '' ucap eva dan membuat dia langsung memukul kepalanya karena dia sedang tidak fokus.


Eva menyelesaikan pekerjaannnya dan merapihkan berkasnya dan memasukan kedalam lemari kerjanya.


''Lebih baik pulang ajah dari pada disini gak fokus dan membuat kepala pusing. '' ucap eva saat mengunci lemarinya dan keluar dari ruangannya dengan menenteng tas nya.


Eva langsung mengabsen pulang, berpamitan pada semua staft di balai kesehatan dan segera menuju parkiran untuk mengambil sepedahnya.


Eva menaiki sepedahnya untuk menuju rumahnya.


__ADS_1


''Desaku dan tempat kelahiranku, semoga kelak aku bisa menjaga kamu, agar desa tetap aman dan asri seperti ini dan jauh dari bising kendaraan. '' ucap eva saat berhenti di deoan hamparan sawah yang hijau.


''Gak baik gadis cantik melamun di depan sawah sendirian dan ini juga menjelang petang loh. '' ucap seseorang dan membuat eva kaget.


''Agung kamu bikin kaget ajah, saya sedang menikmati sejuknya udara di desa, yang saya rindukan selama delapan tahun. '' ucap eva.


''Kamu tambah cantik ajah eva dan kamu begitu berbeda dengan eva yang dulu. '' ucap agung dan membuat eva tersenyum sinis.


''Bukan saya yang berubah, tapi kamu yang semakin tua agung. '' jawab eva ketus dan membuat agung tertawa.


Eva langsung meninggalkan agung yang menertawai semua ucapannya dan agung terus memanggil eva namun eva mengacuhkannya.


''Eva kamu wanita cantik, andai saya belum menikah dan mempunyai anak, mungkin saya akan melamar kamu dan menjadikan kamu istri saya. '' gumam agung sambil menatap punggung eva yang semakin menjauh.


Eva sampai di rumahnya dan menyimpan sepedah nya di garasi, ayah menghampiri eva saat eva turun dari sepedahnya.


''Eva, itu ada tukang yang akan menghitung taksiran biaya nya, tadi siang sudah di ukur. '' ucap ayah dan eva mengangguk.


Ayah berjalan masuk kedalam rumah dan di ikuti oleh eva, eva bersalaman dengan seorang tukang dan eva langsung duduk.


''Iya neng, itu total semuanya. '' jawab tukang.


''Oke saya acc yah dan saya gak akan menambahkan biaya kalau misalkan sampai melenceng dari anggaran, silahkan di cek kembali yah sebelum saya acc dan saya menurunkan uangnya. '' ucap eva dan tukang mengangguk dan yakin dengan anggarannya.


''Baiklah tunggu sebentar, saya akan memberikan semua uangnya yah, mulai kapan di kerjakannya?? '' tanya eva.


''Besok neng saya akan mulai mengerjakannya dan hari ini saya akan belanja ke matrial langsung, agar besok barang barang pesanannya sudah di antar. '' jawab tukang dan eva mengangguk.


Eva masuk kedalam kamar dan menyiapkan uangnya sesuai dengan permintaan tukan dengan anggaran biayanya.


''Ini uang nya sudah pas atau silahkan hitung kembali, saya harap jangan gegabah untuk pengerjaannya, saya ingin yang terbaik untuk semua bahannya, karena rumah itu kan nantinya akan menjadi tempat tinggal saya juga pak. '' ucap eva saat memberikan setumpuk uang pada tukangnya.


''Baik neng, kalau begitu saya permisi, mau berbelanja bahan bahannya. '' jawab tukang dan langsung pamit.


''Kalau menurut ayah kemahalan loh eva segitu anggarannya. '' ucap ayah.


''Gak apa apa ayah, yang penting rumah selesai dan hasilnya memuaskan. '' ucap eva dan ayah mengangguk.

__ADS_1


Ibu datang dengan kak hasna dan kedua ponakan eva, eva langsung mengejar rio dan mencium rio.


''Ponakan aunty bau acem banget, mandi yu biar aunty yang mandikan kamu. '' ucap eva dan rio mengangguk.


Eva langsung menuju kamar mandi dan memandikan rio dengan telaten, setelah memandikannya eva memakaikan pakaiannya dan saat ini rio sudah tampan dan wangi.


Eva langsung mengambil pakaian ganti terus handuknya dan eva segera mandi karena hari juga sudah mulai sore.


''Andai ada bak rendam dan air hangat, mungkin cape aku hilang sekejap dengan berendam. '' ucap eva sat selesai mandinya dan segera keluar kamar mandi.


Eva duduk di kursi depan meja riasnya sambil mengoleskan pelembab di wajahnya dan memakai body lotion juga.


Eva mengeringkan rambutnya denga pengering rambut sambil menatap wajahnya depan cermin.


''Besok pakai pakaian dinas batik dan menyambut prajurit yang akan mengamankan desa dan menjaga desa, malu deh kayanya aku, kenapa pak kades melibatkan aku segala sih. '' ucap eva sambil merapihkan alat pengering rambutny dan eva langsung keluar kamar karena perutnya sangat lapar.


''Ayo makan dulu eva kamu pasti lapar kan. '' ucap ibu dan eva langsung duduk dan segera makan.


''Kamu kenapa wajahnya murung gitu?? '' tanya ayah dan duduk di samping eva.


''Besok eva di libatkan sama pak kades buat menyambut kedatangan prajurit pengamanan dan menjaga desa, kenapa eva harus di ajak, kan masih banyak dokter dan bukan hanya eva. '' ucap eva dan ayah nya langsung tersenyum.


''Pak kades mau pamerin kamu, kamu adalah gadis desa yang sukses dan mengharumkan nama desa. '' jawab ayah dan eva hanya cemberut dan kembali memakan makanannya.


.


.


.


.


.


.


..........

__ADS_1


__ADS_2