DESIRAN ASING

DESIRAN ASING
Episode 10 Salah Paham


__ADS_3

"Kak Alif heran ya, kenapa kita ada disini?" sapa Kiara.


Alif mengangguk membenarkan. Kiara menjelaskan mereka memang sering ke sungai sekalian membantu keluarga mengangkut jerigen berisi air sungai itu pulang dengan sepeda. Alif melihat di belakang sepeda mereka melintang bambu yang sudah dibentuk dan diikat agar mudah mengaitkan tali-tali dari jerigen tersebut.


Tiba-tiba Alif menghampiri sepeda yang dipakai Kirana dan menarik beberapa rumput kering yang masuk ke dalam rantai sepeda itu.


"Cieeee...." goda Kiara.


Kirana yang sedari tadi diam jadi salah tingkah dan malu. Alif pun tersenyum. Alif mengajak kakak adik itu ke


saung menemui kakeknya. Ia menunjuk ranting-ranting yang sudah ia kumpulkan.


"Untuk bakar ikan, kalian pasti suka dan kakek juga pasti senang ada kalian" ajak Alif.

__ADS_1


Awalnya Kirana ingin pamit saja namun seperti biasa Kiara sudah mengiyakan. Bagi Kirana ini tak biasa. Bertemu Alif di suasana yang berbeda, tanpa seragam, tanpa atribut sekolah. Kirana bisa melihat kehidupan Alif lebih dekat. Sambil menuntun sepeda, Kirana memperhatikan Alif. Matanya tak lepas dari gerakan Alif mengangkut ranting, menyiapkan tungku sederhana dari batu, lalu membakar ranting-ranting. Lengan Alif yang cekatan mengurus ini itu terlihat lebih berisi dan alot menandakan ia pekerja keras itu semua membuat Kirana terjebak dalam


angan-angan. Ia seperti melihat Alif melakukan itu semua saat jadi pendampingnya. Kirana tersenyum dalam benak ia merasa akan sangat bahagia bila hal itu terjadi. Kirana tak sadar, Kiara sedari tadi memperhatikannya. Kiara menyentuh lengan kakaknya itu untuk menyadarkan dari lamunan. Kirana terkejut, untung Alif tak melihat. Cepat-cepat Kirana "mengusir" angan-angan semu itu dari kepalanya.


"Astagfirullah al adziim" sahut Kirana lirih.


"Rupanya kita ada tamu hari ini" sahut Kakek tersenyum ramah pada Kirana dan Kiara. Mereka berdua bersalaman dengan kakek Alif sambil menunduk sopan. Alif memperkenalkan Kirana dan Kiara, kakak adik yang satu sekolah dengan Alif.


Kirana bingung dengan pertanyaan itu tapi Kiara sudah menyahut.


"Mereka cocok kan, Ato." Sambil menunjuk ke arah Alif dan Kirana. Kiara pun ikut menyebut Kakek Hasan dengan


sebutan Ato seperti Alif. Ia memang mudah akrab dengan orang lain. Kakek yang sekilas melihat senyum malu Alif yang tak biasa, segera mengerti situasi.

__ADS_1


"Iya mereka cocok bantu Ato bakar ikan ini" jawab Kakek.


"Nak Kiara bantu Ato mancing ikan lagi, bagaimana? Kalo ikan segini untuk berempat kurang."


"Siap, Ato" sahut Kiara dengan semangat, ia tahu ini kesempatan untuk membuat kakaknya bisa bersama Alif.


Maka tinggallah Alif dan Kirana yang salah tingkah. Untuk menghilangkan perasaan canggung itu, Alif segera mengambil alih untuk mempersiapkan ikan yang akan dibakar. Ia bersihkan dan menata ikan itu diatas tungku batu sederhana yang sudah ia buat tadi. Alif tak membiarkan Kirana membantunya. Ia justru meminta Kirana untuk menjauh dari kepulan asap di depannya. Suasana itu justru membuat Kirana kembali diusik angan-angan yang tadi tiba-tiba hadir di benaknya.


Kakek dan Kiara tertawa kecil melihat bagaimana tingkah dua remaja yang sedang canggung satu sama lain itu bersama. Dari Kiara, kakek dapat banyak cerita bagaimana Kirana menyukai Alif diam-diam dan bagaimana Kirana


berusaha menutupi semua itu dari Alif. Kiara juga menceritakan bagaimana Kirana memperlakukan jaket Alif tempo hari. Kakek antusias dengan cerita Kiara. Diam-diam Kakek Hasan berjanji, ia harus melakukan sesuatu.


***

__ADS_1


__ADS_2