DESIRAN ASING

DESIRAN ASING
Episode 34 EPILOG 2


__ADS_3

“They don’t know, how long to wait a love like this.”Kirana tersenyum bahagia ketika melihat foto postingannya. Seorang pria menggendong di pundak balita laki-laki dan gadis kecil berjilbab yang berjalan menjejaki jembatan kayu memanjang ke arah rimbunan pepohonan di depannya.


Beberapa saat kemudian, unggahan di akun Instagram Kirana itu mendapatkan banyak respon dari follower Kirana yang kebanyakan dari pembaca setia novel dan karya tulisnya yang lain. Beberapa kolega dan kerabat dekatnya pun tak ketinggalan memberi komentar di postingan tersebut.


Salah satunya pasti dari Kiara,


“Cieee, yang lagi kangen ^_^”


“Titip peluk dan cium tuk ponakan kesayanganku, Thariq dan Ashima ^,^”


Jempol Kirana dengan cepat membalas komentar adiknya itu.


“Ciyee, yang bentar lagi nikah, sold out juga”


“Titip salam untuk de’ Fathur ya, calon imam impian Kiara”


Dan dibalas dengan ikon tutup mulut oleh Kiara. Kirana tersenyum puas setelah membalas komentar adiknya.


Ia lalu me-nonaktif-kan paket data pada smartphonenya agar lebih fokus mengetik. Ia akan kembali melanjutkan bahan materi yang akan

__ADS_1


ia sampaikan di depan para peserta dalam acara launching novel terbarunya tiga hari lagi, di Gramedia Balikpapan


Plaza.


Novel yang ia terbitkan untuk kesekian kali. Sejak melanjutkan pendidikannya di Jogja, Kirana yang hobi menulis bertemu sebuah komunitas yang membantu bakat menulisnya berkembang lebih pesat dan mengantarkannya melahirkan novel best seller berjudul “LOVE SO TWILIGHT”.


Novel yang menceritakan kisah cinta seorang pemuda yang memilih memendam perasaannya sampai tua, meski pada akhirnya ia pun menyatakan perasaannya pada wanita tersebut di usia senja mereka. Ia pun tahu bahwa perempuan itu telah lama menantinya namun itu dulu! Sebelum akhirnya ia memilih laki-laki lain yang telah lama berusaha mendekati wanita tersebut. Kini suaminya telah pergi untuk selamanya dan meninggalkan tiga anak yang telah dewasa. Pada usia mereka yang senja, menyisakan berbagai penyakit untuk wanita itu, pria pemendam rasa muncul lagi dan akhirnya menyatakan cintanya.


“Cinta yang kau pendam itu, mungkin memang tidak akan pernah menemukan jalannya dan sekarang pun biarlah tetap seperti itu hingga ia luruh.”


Wanita itu lalu meninggalkan pria pemendam rasa sendirian, ia melangkah masuk menutup


pintu rumah sekaligus pintu hatinya untuk lelaki itu.


orang-orang akan menerima jawaban itu dengan pemahaman masing-masing.


Karir kepenulisan Kirana semakin bersinar saat itu. Ilmu psikologi dari bangku kuliah juga membantunya mendapatkan banyak kesempatan sebagai penulis di media-media cetak berskala nasional dan menjadi pemateri di banyak seminar dan workshop.


Dari aktivitas itulah ia bertemu dengan Atallah Putra Pratama, pria bersuku Riau, seorang eksekutif muda dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Creative Industry dan menjadi suaminya.

__ADS_1


Mereka sama-sama mengisi sebuah seminar “YANG MUDA YANG BERKARYA” di salah satu kampus terkenal di Bandung kala itu. Pria muda dan enerjik serta modis jatuh hati pada gadis smart, soleha dan sederhana.


Kisah mereka sangat manis. Meski awalnya Kirana ragu untuk menerima Atallah, karakternya sangat jauh berbeda dari kepribadian Alif, cinta pertamanya, dan jauh pula dengan Rehan, lelaki yang pertama kali melamarnya. Atallah yang dinamis, modern dan sangat kekinian memiliki pandangan terbuka ia menerima banyak syarat dari Kirana untuk dapat mengenal lebih jauh gadis yang membuatnya terpana sejak pertama kali bertemu.


Gadis yang sangat berbeda dari gadis-gadis yang selama ini ia temui di sekitarnya. Ramah meski menjaga jarak, penampilannya tertutup tapi sangat manis dan bersahaja. Namun dari semua, Kirana smart dengan gaya dan karakternya. Prinsip Kirana yang tak ingin bersentuhan pada saat diajak bersalaman membuat Atallah penasaran, dan tertarik membaca tulisan-tulisan Kirana baik dari novel dan artikel-artikel yang ia tulis di media cetak.


Atallah yakin bahwa Kirana yang akan melengkapi dirinya dan menjadi pendampinginya kelak. Yang akan membawa ia ke kehidupan yang lebih baik.


Kirana menghela nafas panjang. Ia berhenti sejenak dari kesibukan mengetik. Lalu meraih foto keluarga tak jauh dari meja kerjanya. Dipandangi wajah dua anaknya yang menggemaskan itu, Kirana tersenyum simpul lalu pandangannya beralih pada wajah suaminya, Atallah.


“Apa kabar disana? I do miss you. Can you see Thariq and Ashima from there? Mereka tumbuh dengan cepat. Tak mudah menjalani ini sendiri namun rekaman video yang berisi semua pesanmu selalu aku putar untuk menguatkanku. Seperti yang selalu kamu katakan dulu, Thariq benar-benar mewarisi sifatmu, tingkahnya, senyumnya, dia persis sepertimu and as you say Ashima adalah foto copyku. Wanita lain yang di depannya kau akan menundukkan kepalamu untuk kau ikatkan tali sepatunya, putri kesayanganmu. Sometimes, they


ask me when daddy come home? Could you help me to answer it?”


Kirana menghapus airmatanya yang mengalir tiba-tiba karena ia tahu Atallah takkan bisa menjawab. Dua


tahun lalu, Atallah mengalami kecelakaan. Pesawat yang akan membawanya pulang setelah perjalanan bisnisnya dari Jepang jatuh dan hancur, jasad Atallah segera ditemukan. Kirana yang tahu berita itu tak sadarkan diri. Butuh waktu yang lama baginya untuk bangkit dari rasa kehilangan dan kecewa. Ia sempat berpikir betapa malang kisah cintanya, tak sejodoh dengan cinta pertama, Alif. Lalu ditinggal Rehan yang akhirnya menikah dengan Masyita dan kini setelah ia menemukan orang yang benar-benar peduli padanya, memilihnya dan mempercayainya sebagai ratu di hidupnya, pergi untuk selamanya, ketika ia tengah berada di puncak kebahagiaan.


Namun iman yang ia miliki membangkitkan kembali semangat hidup Kirana. Ia tak boleh terus-terusan menyalahkan takdir. Ada cinta Thariq dan Ashima serta kasih sayang dari keluarganya yang selalu

__ADS_1


menantikan senyumannya yang tulus, setulus desiran asing di hati Kirana.


***End***


__ADS_2