Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Pinguin


__ADS_3

Rayyanza kini mengerjapkan matanya ia sangat tertidur pulas sampai sampai ia tidak sadar tadi malam ada keributan , ia bangun memandangi foto yang ia peluk semalaman membuat nya sangat bahagia .



"Kau cantik Tuan Puteri ,bahkan Aku tertidur sangat lah nyenyak " Rayyanza mengusap usap lembut foto itu , ia tidak tau aja semalaman kakak nya mencari foto itu sampai para pelayan di hukum .


Tok tok tok tok suara pintu di ketuk membuat Rayyanza terkejut dan bergegas bangkit dari kasur nya ia berjalan menuju lemari dan menyimpan foto itu di lemari nya ,ia langsung membuka pintunya .


"Maaf Tuan muda , sarapan nya sudah siap , dan Tuan Besar dan Tuan Muda Renal sudah menunggu di bawah ." Ucap salah satu pelayan Tuan Reza .



"Baik lah , Aku akan turun , Aku ingin bersiap siap dulu " ucap nya dan langsung menutup pintu kamar nya dan mulai bersiap siap mandi dan berganti pakaian .


Di ruang makan keluarga Tuan Reza .....


"Wah tampak nya Kau sudah mendingan Ren?" Tanya Tuan Reza yang melihat Renal senyum senyum sendiri ..


"Iya Pa , " Renal masih mengingat tentang kejadian semalam yang membuat nya tertidur tidak mematikan video call nya , sampai sampai pagi nya ponsel nya mati habis baterai sendiri .


"Apa yang gadis itu perbuat sehingga anak Papa bisa sebahagia ini?" Tanya Tuan Reza kepo .


"Ah Papa mau tau saja , ada deh urusan anak muda " Ucap Renal yang membuat Tuan Reza semakin penasaran , namun di tengah percakapan mereka Rayyanza turun , Tuan Reza dan Renal berhenti berbicara , menatap Rayyanza yang sama dengan Kakak nya itu senyum senyum sendiri .


"Selamat pagi Pa , Kakak ?" Sapa Rayyanza , dan langsung duduk di meja makan bergabung bersama mereka .


"Pagi Ray " sahut Renal .

__ADS_1


"Pagi sayang " Sahut Tuan Reza ,


"Wah wah anak Papa kenapa ini tadi Renal yang senyum senyum sekarang Rayyanza , ada apa sih dengan kalian?" Tanya Tuan Reza ,yang melihat keduanya senyum senyum sendiri .


"Gak apa apa Pa , Ray bahagia aja punya Papa dan Kakak yang baik sekali " ucap Rayyanza . Sambil menyantap makanan nya.


"Kami juga senang Ray bisa bertemu dengan Mu lagi , " ucap Renal .


"Sudah sudah ayo makan , nanti kalian telat loh , Papa juga mau ke kantor kalian baik baik ya jangan berantem " Papa Reza yang sudah siap pun pamit kepada keduanya ia pergi ke kantor seperti biasanya , tidak lupa Renal dan Rayyanza mencium pucuk tangan Papa nya itu . Sementara mereka juga sudah siap sarapan dan mereka bergegas pergi ke sekolah , mereka mengendarai mobil Renal , Renal melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , dan sampai tiba di sekolah ....


Sedangkan Cahaya kini sudah bersiap pergi dan di antar kan oleh supir pribadi nya , ia sudah sampai di depan gerbang sekolah nya .


"Pak , Aya sekolah dulu ya ?" Pamit Cahaya kepada supir nya itu .


"Iya Non , belajar yang rajin ya Non" sahut yang supir , ya seperti itulah Cahaya kepada semua pelayan dan anak buah Papa selalu ramah , ia tidak sombong , ia juga menganggap semua pekerja di rumah nya sudah seperti keluarga nya sendiri , mereka juga sangat menyanyi Cahaya , dan menjaga Nona nya itu . Cahaya kini berjalan menuju kelas nya ia terkejut ketika seseorang menepuk bahu nya .


"Hei Cahaya indah Sari ?" Sapa seorang , ia membalikkan badannya dan menatap orang itu , dan langsung membulat kan kedua mata nya .


Cahaya tidak menyangka bertemu dengan sahabat nya itu , setau nya ia pindah keluar negeri .


"Kapan Kau datang ? Mengapa tidak memberi tahu Aku ?" Kesal Cahaya kepada Davin yang datang tidak mengabari nya .


"Kejutan ...." Ledek Davin ,membuat Cahaya meneteskan air mata nya .


"Mengapa Kau menangis , kan Aku sudah bilang Kau tidak boleh menangis Aku sangat benci melihat Mu menangis " ucap Davin mengusap air mata Cahaya dengan lembut dan kemudian ia memeluk Cahya , Cahaya membalas pelukan Davin karena sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan nya . Ia sangat rindu sekali dengan Davin ,


"Kau yang membuat Ku seperti ini Davin" Cahaya melepaskan pelukannya .

__ADS_1


"Iya iya minta maaf deh , pinguin Ku ?" Ledek Davin membuat Cahaya tertawa .


"Apa sih , Kau bahkan masih ingat dengan panggilan itu " ucap nya yang mengingat bahwa dulu Davin suka sekali menyebut nya dengan pinguin . Entah mengapa alasan nya , tapi yang pasti ketika Cahaya kecil dulu ia sangat menyukai pinguin , boneka pinguin , baju pinguin semua dekorasi bergambar pinguin . Dan satu lagi yang masih di simpan oleh Cahaya sampai sekarang yaitu kalung pemberian Davin yang liontin nya bergambar pinguin kecil , Davin memberikan nya sewaktu ia ingin berangkat keluar negeri , ia ingin Cahaya selalu menjaga nya , karena Davin berjanji ia akan kembali lagi dan melindungi Cahaya.


"Aku suka membuat Mu tertawa pinguin Ku , " ucap nya lagi .


"Lantas kapan Kau pulang mengapa Kau sudah memakai seragam sekolah seperti Ku, atau jangan jangan Kau sudah pulang sejak lama , tapi Kau tidak memberi tau Ku dan bahkan ingin


menghindari Ku " Ucap Cahaya manja , membuat Davin gemes dan mencubit hidung nya .


"Hei pinguin , mengapa Kau cerewet sekali , bahkan Kau tidak memberikan Ku waktu untuk menjelaskan nya , Kau memberi Ku banyak sekali pertanyaan "


"Emmmmm cepat jelaskan Aku tidak banyak waktu " ucap cahaya ngambek .


"Jangan ngambek ngambek dong pinguin Ku , kalau ngambek ngambek nanti Cantik nya nambah" Ledek Davin


"Oh jadi Aku sekarang tidak cantik ya?" Ucap nya kesal .


"Cantik , bahkan sangat cantik ," Puji Davin membuat wajah Cahaya merah merona seperti kepiting rebus .


"Ya sudah cepat jelasin "


"Nanti ya Aku jelaskan semua nya , sekarang kita masuk dulu ya pinguin , karena hari ini hari pertama Ku , Aku tidak ingin bermasalah " Ucap Davin


"Baik lah ayo " Cahaya pun berjalan memasuki kelas bersama Davin , semua manik mata murid di sekolah itu melirik ke arah Davin dan juga Cahaya , banyak yang histeris ketika melihat Davin ,ya sangat tampan sekali melebihi ketampanan Renal dan juga Rayyanza .


......

__ADS_1


Ketika mereka sedang asik ngobrol tadi , ada sepasang manik mata yang menatap mereka dengan tatapan yang tajam dan tidak dapat diartikan , siapa lagi kalau bukan Renal , sebenarnya saat melihat Cahaya turun dari mobil ,Renal ingin mendatangi nya namun sayang ia melihat seorang laki-laki yang mendatangi Cahaya , ia urungkan niat nya ia hanya memandangi mereka yang tampak sangat akrab itu .


"Ssssit sialan siapa dia berani nya mendekati Cahaya " umpat Renal kesal , Ia pun berjalan menuju ke kelas nya dengan wajah yang penuh dengan amarah.


__ADS_2