Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Di depan gerbang sekolah


__ADS_3

...Renal sudah bangun dari tidur nya , ia menatap jam yang berada di dinding , ia sudah hampir telat , Renal langsung bergegas bersiap siap . Tidak membutuhkan waktu yang lama Dia sudah siap ,Dia tampak menatap sebuah foto ,yang berada di sebuah bingkai cantik . Ia tersenyum dan mengusap foto itu ,...


"Untung saja Aku mendapat kan Foto Mu lagi , kalau tidak entah bagaimana dengan tidur Ku , ah mungkin Aku tidak akan tidur " Ucap Renal .


"Beruntung sekali malam itu aku mengajak mu melainkan panggilan video , kalau tidak aku tidak bisa menemukan foto seperti ini , lucu , cantik dan sangat menggemaskan " ucap nya lagi sambil meraih foto itu dan mencium nya .


Setelah selesai , ia langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju ke meja makan ,tampak sangat sunyi , tidak seperti biasanya ada Papa dan adik nya , Renal langsung duduk di depan meja makan , Pelayan menyajikan makanan untuk Renal .


"Bi, Ray sama Papa kemana kok gak nampak ?" Tanya Renal sambil menyantap makanan nya .


"Tuan Besar dan Tuan Ray sudah pergi Tuan ,tadi Tuan besar berpesan mata nya mereka pergi dulu , karena Tuan belum bangun " ucap Pelayan itu .


"Emmmm baik lah , " ucap Renal , setelah selesai makan Renal pun berjalan menuju mobil nya , dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi , karena dia tidak ingin terlambat ....


...Sementara Rayyanza dan Tuan Reza sudah sampai di gerbang sekolah , Rayyanza pamit kepada Tuan Reza , ia tidak lupa mencium pucuk tangan Tuan Reza....


"Pa Ray masuk dulu ya " ucap Ray


" iya sayang , belajar yang rajin ya ingat tetap semangat memperjuangkan nya " ledek Tuan Reza .


"Apa an si Pa " Rupanya perkataan Tuan Reza nyaris membuat Rayyanza malu , wajah nya memerah seperti kepiting rebus .


"Iya deh sayang by ?" Tuan Reza melambaikan tangan nya , Rayyanza membalas nya dengan lambaian tangan nya .


"by Pa " mobil Tuan Reza sudah melaju lagi meninggalkan sekolah , berjalan menuju ke dalam sekolah , tapi di perjalanan nya dia di sapa oleh kedua sahabatnya yaitu Denis dan juga Geri .


"Woi tadi malam kenapa Lo pulang duluan Ray ?" Tanya Denis.

__ADS_1


"Gue ngantuk Den, lagi pula gue kurang suka tempat yang rame rame kayak tadi malam " ucap Rayyanza .


"Ohhh kirain Lo lagi cemburu lihat Aya sama Renal " ucap Geri .


"Is apa sih Lo , ngapain juga gue cemburu , bagus lah kalau Aya dekat sama Kak Renal " sebenarnya di dalam hati nya sakit , tapi sebisa mungkin ia tahan agar tidak nampak bahwa ia sedang sakit hati mendengar ucapan kedua teman nya itu .


"Ah yang bener Lo Ray " sahut Geri tidak percaya


"Ya elah untuk apa gue bohong sih , " Rayyanza terus mengelak semua perkataan dari teman teman nya itu , mereka terus saja menginterogasi nya .


"Gue pikir Lo juga suka sama Aya , soal nya Lo kayak nya baperan banget kalau di samping Aya " tambah Geri .


"Udah deh Geri , kayak Lo gak baperan aja kalau dekat sama Aya , Lo bahkan sering goda Aya " ledek Denis .


"Tu apa yang di bilang Denis tu bener Lo sih yang baper , kalau gue mah santai ya kan "Rayyanza menaik turun kan sebelah alis nya sambil tersenyum .


"Hahaha ia ia deh gue ngaku kalah " kekeh Geri ,


"Oh Kak Renal mungkin capek kali tadi malam , gue lihat tadi masih pulas tidur nya , kasihan juga bangunin nya " sahut Rayyanza santai ..


"Emang dasar kebo si Renal, hari gini belum bangun mau jam berapa lagi sekolah nya " ucap Denis kesal


"Iya Den , gak biasa nya loh dia kayak gini , biasanya dia hari gini selalu standby di sekolah " sahut Geri yang mengingat bahwa Renal tidak pernah pergi terlambat ke sekolah ..


Mereka bertiga sudah sampai di depan kelas , mereka pun segera masuk dan duduk di meja mereka menunggu kedatangan teman mereka yang lain nya .


...Cahaya juga turun dari mobilnya yang di antar oleh pak supir , ...

__ADS_1


"Pak terima kasih ya , Aya masuk dulu " pamit Cahaya kepada sang supir nya itu .


"Iya Nona , belajar yang rajin ya Nona" ucap Sang sopir yang selalu menyemangati Cahaya ,


"Baik pak " sahut nya , mobil yang di kendarai snag sopir pun bergegas meninggalkan sekolah .


...Sebenarnya tadi Davin menawarkan jemput an tapi dia tidak ingin selalu merepotkan Davin , Cahaya masuk kedalam sekolah , ya benar saja nn Davin sudah senantiasa menunggu nya si depan gerbang sekolah....


"Wah nampak nya Pinguin ku hari ini kelihat an sangat cantik sekali " Rayu Davin kepada Cahaya yang membuat nya malu dan wajah nya berubah menjadi kepiting rebus .


"Apaan sih Davin , " Cahaya mencoba memalingkan wajah nya , namun tangan Davin meraih dagu manis Cahaya dan mengarah kan nya ke depan , kini tatapan mereka saling pandang ,tatapan yang membuat seakan jantung kedua nya berhenti berdetak seketika , entah apa yang di rasakan Cahaya dan Davin saat ini , namun kedua nya masih terhipnotis dengan pandangan mereka .


Sampai pandangan mereka terhenti ketika sebuah mobil mewah memasuki gerbang sekolah , mereka yang masih saling pandang pun terkejut ketika bunyi suara klakson mengacau kan telinga mereka .


Tin tin tin tin


Seseorang membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepala nya dari dalam mobil tersebut.


"Woi Davin , emang nya jalan ni punya bapak Lo apa ? " Teriak nya .


"Apaan si Ren?" Ucap Cahaya kesal .


"Ini urusan gue sama si sok ganteng itu Aya " ucap Renal dengan nada tinggi nya. Davin yang mendengar itu langsung menatap wajah Renal dengan penuh emosi .


"Apa ?Ha ? Lo mau marah sama gue , mau barantem ayo " tantang Renal , Davin sebenarnya sudah tidak tahan lagi , karena Renal selalu mengganggu nya , ia ingin sekali menghajar nya sampai ampun , tapi ia urungkan niat nya karena ia takut Cahaya akan marah kepada nya .


"Mana Lo gak berani kan ,alah cemen banget si Lo , badan nya gedek tapi nyali gak ada " ledek nya lagi , Davin mengepalkan kedua tangannya dan ingin menghampiri Renal , namun Cahaya langsung menahan nya .

__ADS_1


"Davin , gak usah , lihat ini sekolah , apa kamu mau nanti di hukum sama guru , Aku gak mau kamu kenapa kenapa Davin " Rayu Cahaya sambil menahan tangan Davin . Davin menganguk kan kepala nya , ia pun berjalan menuju kelas bersama Cahaya . Renal yang melihat nya tampak sangat kesal karena Davin tidak meladeni ajakannya ,


"woi gak berani ya Lo , dasar banci " Teriak Renal tapi Davin tidak menghiraukan nya ia tetap fokus berjalan bersama Cahaya ...


__ADS_2