
Malam yang indah banyak sekali bintang yang menghiasi langit , seperti nya mereka sangat mendukung perasaan Rayyanza yang kini sangat tenang dan damai di samping wanita pujaan nya , kali ini ia sangat beruntung karena dapat menatap langit bersama wanita yang ia cintai . Mereka masih setia menatap bintang bintang di langit yang begitu banyak nan indah .
"Lo suka bintang Aya ?" Tanya Rayyanza .
"emmmm iya , Gue sangat menyukai nya , bahkan Gue setiap malam duduk di depan jendela melihat bintang bintang," ucap Cahaya .
"Kalau ada bintang jatuh Lo mau minta harapan apa ?"
"Gue pingin bisa lagi bertemu sama Papa dan Mama Gue , Gue rindu kali sama mereka " Ucap Cahaya
Rayyanza yang mendengar itu langsung menatap Cahaya .
"Lo harus kuat Aya , Lo harus bahagia karena Gue yakin Papa sama Mama Lo seneng di sini melihat Lo bahagia " ucap Rayyanza ,
"Bener kata Lo Ray, Gue harus bahagia , Gue gak mau larut dalam kesedihan " ucap nya .
"Kalo Lo sendiri kalau ada bintang jatuh Lo mau minta apa Ray ?" Tanya Cahaya .
"Gue mau hidup bersama wanita yang Gue cintai " Ucap Rayyanza sambil menatap Cahaya .
"Wah siapa itu ?" Tanya Cahaya .
"Ada deh Aya , tapi sayang nampak nya Dia gak suka deh sama Gue " ucap Rayyanza .
"Dari mana Lo tau dia gak suka sama Lo ? Lo udah pernah nembak dia ?" Tanya Cahaya lagi .
"Belum , bahkan Gue baru dekat sama Dia , Gue bingung mau ungkapin , Gue yakin dia gak suka sama Gue , " ucap nya , ia ingin sekali mengungkapkan perasaan nya kepada Cahaya , tapi ia ragu karena yang ia lihat selama ini Cahaya hanya menganggap nya sebagai teman saja .
"Pesimis banget sih Lo Ray , harus nya Lo perjuangin dia , itu sih kalau Lo bener bener cinta sama dia " Mendengar perkataan Cahaya sedikit membuat Rayyanza tertegun
"Apa Aku harus memperjuangkan Mu Aya ?" Batin nya di dalam hati
"Udah ayo kita masuk , kita pasti di tunggu sama teman teman kita , kalau Lo gak nyaman kita bisa pulang" ajak Rayyanza , Cahaya mengangguk kan kepala nya , mereka berjalan bersama sambil bercanda .
Mereka tidak tau kalau di depan mereka sudah ada Denis , Geri dan juga Renal . Renal yang melihat itu langsung menatap ke arah Cahaya dan Rayyanza dengan tajam.
Renal langsung menghampiri mereka dan menarik tangan Cahaya.
"Tadi kata nya ke kamar mandi , kenapa bisa sama Ray?" Tanya Renal mengintimidasi .
"Eh kak , jangan pikir kemana mana dulu , tadi Gue jumpa Aya di depan toilet , Gue pun habis dari toilet juga Kak , jadi Gue ngajak Aya masuk bareng deh " ucap Rayyanza bohong ia tidak ingin kakak nya marah .
__ADS_1
"Oh gitu , pikir kalian darimana " ucap Renal .
"Apa sih Ren , Lo sensitif banget , mau Gue kemana aja itu bukan urusan Lo " ucap Cahaya kesal ,
"Maaf Aya , Gue gak bermaksud...." Belum sempat ia berbicara , Cahaya langsung pergi dari tempat itu , Renal pun langsung mengejar nya .
"Ampun deh cinta segi lima " ucap Denis .
"Cinta segitiga keles bukan cinta segi lima " ucap Geri .
"Segi lima lah , Gue ,Ray ,Renal , Davin " Ucap Denis .
"Aya gak level sama Lo , tampang Lo kayak kain pel lucek " ucap Geri
"Enak aja Lo " sahut Denis kesal yang tidak terima .
"Eh Kuda Nil sama kadal kalian berisik amat sih ada apa ? Aya mana kok gak ada nampak ?" Tanya Syellin yang baru datang .
"Lambat Lo Syell " Ucap Geri . Rayyanza tidak menghiraukan perkataan teman nya , ia langsung pergi dari pesta itu , entah mengapa ketika Renal mengejar Cahaya, hati nya begitu sakit , kali ini Dia benar benar tau , kalau Renal mencintai Cahaya .
"Eh Ray Lo mau kemana tu?" Tanya Denis , namun Rayyanza hanya diam dan terus berjalan tanpa menjawab pertanyaan Denis.
"Hei apa sih yang kalian bicarakan coba bilang deh sama Gue " Ucap Syellin kepo .
"Lo sih dari tadi kemana aja ha? Aya Lo tinggal sendiri sendiri , Lo gak lihat no pada ngejer Aya " Ucap Denis .
"Emang nya Aya kenapa ?" Denis langsung menepuk jidat nya dan melenggang pergi , sedangkan Geri hanya melongo melihat Denis pergi .
"Ger ,Lo kok diem aja sih jawab " Ucap Syellin ,sambil menggoyangkan tangan Geri .
"Syell Gue bingung mau jelasin , mending kita cabut aja yok , capek Gue sama mereka , bingung jadi nya Gue " Geri pun langsung berjalan pergi dari tempat itu , membuat Syellin kesal dan terus terusan teriak .
"Woi apa sih kalian , Gue gak paham" ucap Syellin .
"Nanti kalau Lo udah gedek Lo paham sendiri " Teriak Denis ,membuat Syellin kesal .
"Ck sialan kalian " umpat nya .
Kini Renal masih terus mengejar Cahaya , namun langkah nya terhenti ketika ia melihat Cahaya sedang bersama Davin .
"Ssit sialan Kau " umpat nya .
__ADS_1
"Kali ini Kau menang Davin , suatu hari nanti Aku tidak akan membiarkan Mu bertemu dengan Aya lagi " ucap nya sambil berjalan pergi meninggalkan mereka .
Sebelum nya ketika Cahaya sedang berlari ke luar pesta , tangan nya di cekal oleh seseorang , orang itu tidak lain adalah Davin .
"Cahaya mengapa Kau berlari seperti itu ?" Tanya Davin .
"Aku ingin pulang hiks hiks " Ucap Cahaya sambil menangis .
"Sudah tenang lah dulu , coba ceritakan ada apa ? Dan kau kenapa?" Tanya Davin .
"Aku kesal dengan Renal Davin , ia selalu saja bersikap aneh , Aku kesal dengan nya , sebelum nya ia tidak pernah seperti itu kepada ku hiks hiks " ucap Cahaya sambil menangis .
"Pinguin ku yang cantik , jangan menangis , hei bukan nya Aku sudah mengatakan kepada mu bahwa aku benci jika kau menangis " Ucap Davin sambil mengusap air mata nya dengan lembut .
"Aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai hati mu , ingat aku selalu ada bersama mu pinguin Ku " ucap nya lagi seraya mengelus puncuk rambut Cahaya . Perlakuan Davin membuat Cahaya tersenyum kembali .
"Sudah , lihat kan kalau tersenyum lebih cantik pinguin Ku , ayo kita pulang , aku akan mengantar Mu "
"Tapi Davin ?" Ucap Cahaya ,
"Ingat Aku tidak terima penolakan " Cahaya mengangguk kan kepala nya , kini Ia dan Davin berjalan bersama dan saling pandang .
Rayyanza kini sudah sampai di rumah , ia memilih naik taksi ,karena ia tidak menemukan Renal , mobilnya pun sudah tidak ada , sesampainya nya di rumah ia langsung ke kamar nya , ia membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk ,ia memandangi langit langit atap kamar nya . Sambil mengingat kejadian tadi ...
"Apa Aku bermimpi tadi ?"
"Oh ya sudah lah jika ini hanya mimpi Aku ingin tidur lagi dan selalu memimpikan nya "
"Apa benar tadi Aku melihat bintang bersama dengan nya ?"
"Bahkan tadi ia meminta Ku untuk memperjuangkan kan nya ?"
"Bagaimana dengan Kakak Ku ?"
"Apa Aku harus mengalah ?"
Ucap nya sambil memejamkan mata nya .....
Sedangkan Renal , kini ia pun sudah berada di kamar nya , setelah ia melihat Davin dan Cahaya ia memutuskan untuk segera pulang , kini ia melempar semua barang yang ada di dekat nya , entah seperti apa kamar nya saat ini ...
"Ssssit sialan , Aku tidak akan membiarkan Mu merebut apa yang menjadi milik Ku Davin ahgghhhhh" Teriak nya , untung kamar itu kedap suara , kalau tidak se isi rumah sudah mendengar nya .
__ADS_1