Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Gara gara pulpen


__ADS_3

...Semua murid di sekolah berlarian , karena bel menandakan jam pelajaran pertama di mulai .....


Cahaya masih saja berjalan santai bersama Davin yang mengantarkan nya sampai di depan kelas nya , semua mata para murid bersorak Sorai , mereka ada yang memuji ketampanan Davin dan ada pula juga yang menjerit jerit nama Davin .


"Ganteng banget sih kakak kelas baru itu " ucap seorang salah satu siswi .


"Iya deh , ganteng nya tingkat dewa" ucap teman nya yang satu lagi .


" Kakak , siapa si nama nya ?" Tanya seorang siswi lagi , namun Davin menghiraukan mereka , ia tidak pernah peduli dengan apa pun perkataan mereka .


"Davin sudah sana masuk ke kelas mu ,nanti guru nya udah masuk loh" Ucap Cahaya .


"Iya deh iya , kamu belajar nya yang rajin ya pinguin ku " ucap Davin sambil mengelus rambut Cahaya , perilaku Davin tersebut membuat semua murid yang melihat nya histeris , mereka merasa Davin sangat lah romantis , Cahaya membalas nya dengan senyuman yang mekar di wajah nya , ia kemudian masuk ke dalam kelas bergabung bersama teman teman nya .


"Cey ada yang lagi kasmaran ini " ledek Syellin , membuat wajah Cahaya seperti merah tomat .


"Apaan sih "


"Gue patah hati ini Aya , kenapa Lo tega banget Aya sama Gue , apa salah Gue Aya ?" Ucap Geri sendu


"Hei kuda kadal , gak level kali Aya sama Lo , selera nya Davin , Lo ma apa atu " Ucap Syellin sewot .


"kayak nya dedek Syellin cemburu ya , sini sayang jangan cemburu , kalau Aya udah ada yang punya dedek Syellin sama Aa Geri aja ya " Ucap Geri yang membuat Syellin membulatkan kedua matanya .


Cetak


Jitakan mendarat di kening nya , ia meringis kesakitan tidak menyangka Syellin akan melakukan nya .


"awwww sakit ayang , nanti Aa amnesia gimana coba " ucap nya sbil mengelus kening nya .


"Bukan urusan Gue kadal " ucap Syellin .

__ADS_1


"Gitu kali Ayang " lirih Geri .


"Lo si Ger , coba coba godain Syellin Lo gak tau aja dia galak nya kayak macan " ucap Denis


"Apa yang Lo bilang Kuda Nil , pikir Lo gue gak denger apa ?" ucap Syellin melotot kan kedua matanya membuat Denis ciut .


"A a a nuh itu gue tadi bilang Lo cantik kali Syell kayak artis ," ucap Denis bohong ia takut kalau Syellin akan mengomelinya .


"Oya ,sayang nya Gue gak percaya sama Lo kuda Nil " ucap Syellin , langsung mengambil sebuah buku dan memukuli Denis , Denis berlari dan menghindari nya .


"Ampun Syell , ampun " mohon Denis namun Syellin tidak menggubris nya, ia terus saja mengejar nya.


Rayyanza , Geri ,dan Cahaya yang melihat tingkah kedua temannya itu tertawa terbahak bahak , lucu, konyol itu lah yang menggambarkan tingkah sahabatnya itu


Kegiatan mereka langsung terhenti ketika seorang Guru bahasa Indonesia datang Guru itu bernama Buk Dina ,dia termasuk Guru yang sangat tegas . Ia menyuruh semua murid untuk menyiapkan buku catatan dan pulpen nya untuk mencatat pelajaran , bukan nya main main ibu itu terkadang menyuruh mereka mencatat sangat banyak .


"Ayo keluarkan buku catatan dan pulpen kalian " ucap nya kepada semua murid .


"Wah dimana pulpen ku kenapa tidak ada ?" ucap Cahaya .


"Iya ni Aya , punya ku juga tidak ada , padahal aku tidak lupa loh meletakkan nya di dalam tas bahkan aku memeriksa nya berulang kali " sahut Syellin cemas, karena kalau Bu guru tau bisa habis mereka berdua di hukum .


Nampak nya Bu guru curiga dengan Cahaya dan Syellin , ia mendatangi mereka mengecek apakah mereka baik baik saja atau ada masalah .


"Kenapa Aya , Syellin ?" Tanya Bu guru yang menghampiri mereka .


"ini ini Buk " mereka tampak ragu menjelaskan nya .


"Ayo katakan ada masalah apa ?" Tanya Bu guru lagi .


"Buk kami tidak ada pulpen , padahal tadi kami sudah membawa nya Bu , tapi entah kenapa tiba-tiba pulpen kami tidak ada di tas , bahkan kami sudah mencari nya Bu " ucap Syellin .

__ADS_1


"Jadi kalian pikir pulpen kalian bisa jalan sendiri ?" Pekik Bu guru .


"Ya siapa tau Bu ...." ucap Syellin , Tanpa ba bi bu be bo lagi Bu guru langsung menyuruh mereka berdua maju ke depan . Mereka saling menatap dan langsung berjalan menuju depan .


"Ayo siapa lagi yang tidak lengkap maju ke depan " Teriak Bu guru .


Tidak lama Rayyanza , Geri dan Denis ikut maju ke depan , Cahaya dan Syellin membulat kan kedua mata nya tidak menyangka mereka bertiga bisa senasib dengan Cahaya dan Syellin .


"Sekarang kalian keluar dan menuju lapangan , kalian hormat bendera sampai iIbu memanggil kalian " perintah Bu guru .


"Apa ?" Mereka semua terkejut mendengar kan hukuman dari Bu guru nya , baru pagi , jam pertama sudah mendapatkan hukuman , yang heran nya lagi kenapa pulpen mereka berlima bisa sama sama hilang, aneh .


"Bu apa tidak bisa di pertimbangkan lagi Bu , bisakah kami membeli pulpen dulu di kantin tidak lama kok buk " pinta Cahaya .


"Kalian tau kan saya tidak menyukai kelalaian kalian , jadi saya tidak mau tau kalian menjalani hukuman atau kalian tidak boleh mengikuti pelajaran saya lagi selama satu semester " ucap nya membuat mereka terdiam dan menyetujui nya , ya mau tidak mau dari pada tidak boleh mengikuti pelajaran lagi bisa bisa tidak naik kelas .


"Baik Bu " jawab mereka serentak .


Setelah mendapat kan instruksi dari Bu guru , mereka semua berlari menuju lapangan sekolah , mereka menghadap ke bendera dan langsung memberikan hormat , panas nya sangat menyengat itulah yang mereka rasa kan karena matahari menghadap ke mereka .


... ...


...Di lain tempat Renal juga di hukum oleh Pak Aston , karena ia terlambat ....


"Bapak sebelumnya malas menghukum mu Renal , karena kamu anak pemilik sekolah ini , tapi peraturan tetap harus di tegakkan , tidak boleh di langgar , kalau bapak membiarkan mu semua murid merasa tidak adil dengan keputusan bapak " ucap nya panjang kali lebar .


"Iya pak, saya mengerti lagi pula ini juga salah saya kok pak , saya yang datang terlambat , " ucap Renal mengakui kesalahannya .


"Lain kali jangan di ulangi ya " ucap Pak Aston .


"Baik Pak " jawab Renal sambil memberi hormat .

__ADS_1


"Ayo ayo kalian lanjutin lagi nyapu halaman nya , biar cepet selesai biar kalian segera masuk ke kelas " Ucap pak Aston mereka pun bergegas membersihkan halaman sekolah itu . Ya walaupun Renal mempunyai kuasa di sekolah ini tapi dia tidak menyalah artikan nya menggunakan nya semena mena .


__ADS_2