Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Selamat pergi


__ADS_3

Cahaya , Davin , Rayyanza , Denis , Geri dan juga Syellin kini sudah sampai di rumah sakit ,saat ini mereka sedang menunggu di depan ruang operasi Renal . Wajah mereka tampak sangat cemas , bahkan kini Cahaya terus terusan menangis , dia merasa sangat bersalah atas kejadian ini semua . Setelah mendapat kabar dari salah satu anak buah dari Davin , Tuan Reza langsung datang ke rumah sakit , dia berjalan tergesa gesa sangat cemas atas keadaan sang putra . Dia menghampiri semua nya yang sedang menunggu putra nya yang berada di depan ruang operasi , Tuan Reza mendekat ke arah semua nya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan .


Tap tap tap tap


Semua yang berada di sana menoleh seketika mendengar suara langkah dari sebuah lorong rumah sakit , saat di lihat nya orang itu tidak lah asing , Rayyanza berlari kecil ke lorong itu dan langsung memeluk erat Ayah nya , Dia menangis sejadi jadi nya atas apa yang menimpah sang Kakak .


"Pa , Pa , Kak Renal" ucap Rayyanza yang menangis di dalam pelukan Ayah nya , Tuan Reza membalas pelukan sang anak , dia juga tidak dapat membendung lagi air mata nya , air mata Tuan Reza berhasil merobohkan tembok sehingga mengalir begitu deras. Mereka pun menangis sejadi jadi nya . Melihat pemandangan itu , Aya yang merasa sangat lah bersalah menghampiri kedua nya , dia berjalan sedikit lemah dan ingin terjatuh , Davin ingin membantu nya tapi Cahaya melarang nya , dia mengatakan bahwa diri nya baik baik saja , langkah demi langkah dia telusuri , hingga dia kini sudah berada di depan Tuan Reza dan juga Rayyanza .Cahaya menundukkan wajah nya tidak berani menatap kedua nya .


"Om hiks Om hiks , maaf kan Aya , ingin semua karena Aya hiks hiks " ucap Cahaya dengan suara yang serak , akibat menangis sedari tadi Cahaya menangis di depan Tuan Reza dan Rayyanza , mendengar ada suara di dekat mereka , Tuan Reza dan juga Rayyanza melepaskan pelukannya , mereka sama sama menatap seorang wanita yang berada tepat di depan nya dengan suara serak dan tangisan nya . Tuan Reza melangkah kan kaki nya tepat di depan Cahaya , Cahaya sudah siap dengan semua resiko yang akan dia terima , ya dia sudah siap jika Tuan Reza akan memarahi nya . Tuan Reza memegang bahu Cahaya . Melihat Tuan Reza memegang bahu Cahaya , Cahaya langsung mendongak kan kepala nya menatap Tuan Reza , di lihat nya seulas senyuman manis keluar dari lelaki sudah paruh baya itu namun tetap lah tampan di usia nya yang tidak terbilang muda lagi . Tuan Reza menatap wajah cantik gadis itu ya gadis yang telah di lindungi oleh sang putra sampai rela melakukan apa saja . Tuan Reza tertegun melihat wajah gadis itu bengkak akibat tangisan nya . Dia berusaha menenangkan gadis cantik itu .


"Aya , ini bukan salah Aya oke , om sudah mengetahui semua nya , jadi Aya tidak pernah merasa bersalah" ucap Tuan Reza dengan nada tegar nya , ya walaupun sebenarnya dia tidak lah baik baik saja , namun dia tidak ingin dalam keterpurukan nya selalu.


"Om ini salah Aya , hiks hiks " ucap Cahaya lagi .


"Aya ini bukan salah Aya Oke , ini semua ...." Belum siap Tuan Reza mengucapkan kata kata nya , seorang dokter menghampiri mereka , dokter tersebut datang ingin bertemu dengan keluarga pasien .

__ADS_1


"Keluarga pasien " panggil sang dokter lelaki , mendengar panggilan dari dokter , Tuan Reza berjalan bergegas menghampiri nya , bukan Tuan Reza saja , tetapi semua nya sudah menghampiri dokter itu .


"Saya dok , ayah nya, bagaimana dengan operasi anak saya dok " ucap Tuan Reza kepada dokter tersebut .


"Maaf , bapak , operasi nya berjalan dengan lancar , walaupun dia masih koma ," ucap Dokter itu , mendengar perkataan dari dokter itu semua yang berada di situ mengucap syukur tapi mereka juga masih sedih karena Renal masih koma .


Tuan Reza membuang nafas nya pelan , dia ingin bersikap tenang dalam menghadapi masalah ini semua.


"Dok , saya akan membawa anak saya berobat ke luar Negeri " ucap Tuan Reza , semua yang berada di sana menatap Tuan Reza dengan pandangan yang sulit di artikan .


"Pa , tapi ...." Ucap Rayyanza , Rayyanza belum selesai berbicara dan langsung di potong oleh Tuan Reza .


"Papa ingin pengobatan terbaik Ray , buat Kakak kamu " ucap Tuan Reza . Mendengar perkataan dari Papa nya Rayyanza menganguk kan kepala nya paham . Dia tidak ingin menghalangi nya lagi toh itu yang terbaik buat Kakak nya . Dokter yang sedari tadi diam dia pun angkat suara .


"Baik lah Tuan , " ucap Dokter tersebut .

__ADS_1


"Dok , nanti orang saya akan mengatur jadwal keberangkatan anak saya keluar negeri , tolong Dokter atur semua nya. " Ucap Tuan Reza . Luar Negeri , ya Tuan Reza akan membawa putra sulung nya keluar negeri untuk melakukan pengobatan .


"Baik Tuan saya akan mengatur jadwal nya , mungkin malam ini juga pasien dapat berangkat , kalau begitu saya permisi dulu Tuan , saya akan mengurus semua nya " ucap Dokter tersebut lalu pergi meninggalkan mereka semua. Mereka pun kembali terdiam menatap kepergian dokter tersebut . Cahaya masih dengan tangis nya duduk di sebuah kursi . Sedangkan Tuan Reza sedang menghubungi seseorang untuk mengurus semua keberangkatan Putra nya dan juga Rayyanza .


Sementara Davin kini berada di luar rumah sakit , dia ingin mencari air mineral untuk dia berikan ke Cahaya . Saat sudah mendapatkan air mineral , Davin ingin kembali , namun langkah nya di hentikan oleh seorang wanita yang tepat nya mini berada di depan nya .


"Mama " ucap Davin .Ya wanita itu adalah Mama nya Davin yang menghampiri Davin , setelah mengetahui semua nya dari salah satu anak buah nya Davin . Mama nya Davin meraih tangan nya Davin dan Mama nya langsung menangis .


"Mama kenapa ?" Tanya Davin bingung.


"Nak kita harus segera kembali sekarang , " ucap Mama nya dengan suara serak nya . Mendengar ucapan Mama nya Davin sangat lah terkejut.


"Tapi Ma , ada apa kenapa secepat ini , lalu Aya ?" Tanya Davin yang masih belum mengerti , sebab Mama nya mengatakan bahwa mereka kembali seminggu lagi , tapi mengapa harus sekarang , Davin pun di buat bingung , dia bingung bagaimana kondisi Cahaya nanti kalau Davin pergi lagi meninggalkan nya .


"Sayang Papa sudah memutuskan , kita bisa berbuat apa , ayo nak Cahaya dia aman di sini , kau jangan khawatir ya , nanti ketika urusan kita sudah selesai kita akan kembali lagi ke sini " ucap Mama nya yang memang sebenarnya tidak rela meninggalkan Cahaya . Dengan nafas berat , Davin mengangguk kan kepala nya , dia bisa apa ketika Papa nya sudah menelpon nya dan menyuruh mereka berdua segera kembali keluar Negeri , pasti Papa nya memiliki alasan tersendiri .

__ADS_1


__ADS_2