
Drtttt drrrrtttt. ..
Suara getaran ponsel berbunyi , menandakan ada panggilan masuk , namun sang pemilik ponsel nampak nya masih terjaga dalam mimpi nya , sampai entah berapa kali panggilan itu , sampai akhir nya sang empunya ponsel menggeliat dan langsung duduk di sandaran ranjang .
Ting
Terdengar lagi suara notifikasi pesan masuk dari ponsel .
Cahaya yang masih ngantuk langsung mengucek mata nya dan bergegas meraih benda pipih itu yang berada di atas nakas nya , Cahaya kemudian melihat benda pipih itu , dia tersenyum sendiri membaca pesan yang masuk dari ponsel nya .
[Nanti aku jemput ya ] ucap seseorang di pesan itu . Cahaya langsung membalas nya .
[Oke , telat dari lima menit aku ngambek ] Cahaya mengetik pesan tersebut lalu menekan tombol kirim .
Seseorang yang berada di sana yang membaca pesan dari Cahaya tersebut terkekeh sendiri .
"Mau mengancam rupa nya ?" Ucap lelaki itu dengan suara berat nya . Lalu dia bergegas mengambil tas dan kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumah nya . Sebelum melajukan mobilnya lelaki tampan itu mengirim pesan kepada Cahaya .
[kalau aku datang nya sebelum jam yang di tentukan , kamu harus mengikuti perkataan aku hari ini] lelaki itu langsung menekan tombol kirim dan tidak lama lelaki itu melajukan mobilnya menuju ke tempat yang dia inginkan .
Cahaya yang sudah bangun langsung bergegas ke kamar mandi dan siap siap untuk pergi kuliah dia tidak menghiraukan lagi bunyi notifikasi pesan masuk nya , ya Cahaya kini sudah kuliah , waktu terus saja berputar, ,tidak terasa dua tahun lama nya dan kini Cahaya sudah tamat dari SMA , dan dia sudah melanjutkan kuliah di salah satu universitas di Ibukota .
Cahaya sudah siap dengan semua nya dia kini duduk di depan meja rias dan sedang memoles kan bedak dan memakai lipstick, tiba tiba saja terdengar suara pintu kamar nya di ketuk .
Tok tok tok
Cahaya langsung bergegas berjalan membuka pintu kamar nya Cekklek Cahaya melihat Mbok Nem berdiri di depan pintu .
"Maaf Non , mengganggu tetapi dia sudah sampai" ucap Mbok Nem , Cahaya mengeryitkan sebelah alis nya
"Cepat sekali" batin nya .
__ADS_1
"Baik lah Mbok , saya akan turun , saya ambil tas dulu ya Mbok " ucap Cahaya dan langsung bergegas mengambil tas nya , si Mbok hanya geleng-geleng kepala melihat Nona nya , dan kemudian si Mbok kembali menyelesaikan pekerjaan nya .
Cahaya berjalan dengan anggun nya dia mengenakan stelan baju kaos putih ketat , celana jeans hitam dan juga dia mengenakan blazer, dia memakai polesan make up tipis membuat siapa saja terpanah melihat nya . Cahaya menuruni anak tangga di lihat nya lelaki tampan sedang setia menunggu nya dengan duduk di atas sofa dan sedang memainkan benda pipih nya , Cahaya menghampiri lelaki tampan itu dan berdiri di depan nya , wangi parfum yang sangat lekat di indera penciuman lelaki tampan itu , dia sangat lah hafal wangi parfum tersebut . Lelaki itu langsung mendongak kan kepala nya mengabaikan benda pipih nya dan langsung menatap mata Cahaya .
"Sudah siap ?" Tanya lelaki itu dengan menyunggingkan senyuman manis nya .
"Emmm , kenapa cepat sekali ?" Bukan nya menjawab Cahaya malah balik bertanya.
"Ada sesuatu yang aku ingin bicarakan terlebih dahulu , belum ada kelas kan ?" Tanya Lelaki itu yang sudah hafal jam kelas Cahaya , padahal mereka tidak lah satu jurusan . Ya Cahaya mengambil jurusan hukum , sedangkan lelaki itu mengambil jurusan Bisnis sesuai kemauan Papa nya .
Cahaya mengangguk kan kepala nya dia melirik jam nya yang masih menunjukkan pukul 08.00.
"Ya , masih ada dua jam lagi , " ucap Cahaya , lelaki itu berdiri dari duduk nya dan menatap Mbok Nem.
"Mbok kami pamit dulu ya " ucap lelaki itu dengan sopan kepada Mbok Nem ,
"Tapi Den , Nona belum sarapan ?" Mbok Nem mengingat kan bahwa Nona nya belum sarapan pagi . Lelaki tersebut tersenyum menatap Mbok Nem .
"Pasangan lucu " ucap Mbok Nem sambil terkekeh kecil .
***
Cahaya dan lelaki tampan itu kini sudah berada di dalam sebuah Cafe , tampak nya Cafe tersebut sudah terlebih dahulu di pesan oleh lelaki tampan itu , karena cuman ada dia dan juga Cahaya , pengunjung yang lain tidak ada di sana ,
"Kenapa sepi?" Tanya Cahaya sambil melirik kesana kemari .
"Masih Pagi mungkin , nanti juga ramai " ucap Lelaki itu tanpa mengundang rasa curiga Cahaya .
"Ya udah kata nya mau ngomong" ucap Cahaya penasaran apa yang ingin di bicarakan lelaki tampan itu .
"Nanti ya , kita makan dulu , aku yakin cacing mu sudah meronta-ronta " kekeh lelaki itu ,
__ADS_1
"Aish kau ini mengejek ku ya " kesal Cahaya , sambil mendarat kan cubitan di pergelangan tangan lelaki itu .
"Awww sakit " lelaki itu merengek tata kala Cahaya mencubit nya , dia mengusap usap pergelangan tangan nya .
"Ck , kemarin berantem sama Mico yang sampai babak belur gak ngeluh sakit , tapi sekarang di cubit pelan saja langsung sakit " ucap Cahaya yang mengingat peristiwa lelaki itu berantem dengan teman sekelas nya yang bernama Mico , ya entah apa alasan mereka berantem Cahaya juga tidak tau , karena ketika Cahaya menanyakan nya , Lelaki itu hanya bilang ada sesuatu yang tidak boleh di ketahui wanita RAHASIA LELAKI, ya membuat Cahaya tidak mau menanyakan nya lagi .
"He he he ketahuan" kekeh lelaki itu dengan menampakan deretan gigi nya .
"Aku sudah bilang , kau jangan coba coba membohongi Ku , aku sudah hafal " ucap Cahaya .
"Iya iya deh , Oya aku mau nagih janji " ucap Lelaki itu .
"Janji apa ?" Tanya Cahaya bingung , sebab setau nya Cahaya tidak pernah membuat janji dengan siapa pun apa lagi dengan lelaki itu .
"Tadi kan aku sudah bilang , kalau aku datang lebih dari jam yang aku tentukan , kamu akan mengikuti perkataan ku hari ini" ucap lelaki itu sambil menaik turun kan sebelah alis nya .
Cahaya bingung kapan lelaki itu bilang , perasaan tidak ada .
"Kapan ?" Tanya Cahaya masih dengan mode bingung nya .
Lelaki itu meraih ponsel nya yang berada di dalam saku celana nya , dia mengotak ngatik ponsel tersebut , dan tidak lama dia menunjukkan nya kepada Cahaya .
"Ini " ucap lelaki itu sambil menyodorkan benda pipih kepada Cahaya .
"Ha ?" Mata Cahaya terbelalak melihat pesan itu .
"Aku tidak membalas nya , dan juga aku tidak membuka pesan itu, jadi aku tidak punya janji kepada mu , dan tidak perlu mengikuti perkataan mu " ucap Cahaya santai .
Lelaki itu menarik tangan Cahaya , dia menggenggam jari jemari Cahaya dengan lembut .
"Aku besok akan pergi , kalau kamu mau kamu bisa ikut , aku akan menunjukkan sesuatu yang belum kamu lihat " ucap lelaki itu penuh dengan keseriusan .
__ADS_1