Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Kepulangan Renal


__ADS_3

Saat mereka sedang asik meluapkan rasa isi hati mereka berdua , ketiga teman mereka yang melihat mereka pun merasa ikut bahagia .


"Akhirnya Aya bisa jadian juga sama Rayyanza , gue seneng banget deh , padahal dia sering kali curhat tentang si Ray , kadang hampir setiap hari dia curhat , kenapa Ray sering beri dia perhatian , kenapa si Ray ngubah panggilan nya Lo gue jadi aku kamu, tapi Ray gak pernah tu mengutarakan perasaannya " celoteh Syellin yang tampak senang melihat sahabat nya yang kini sudah tidak jomblo lagi .


"Iya gue juga seneng lihat nya , padahal si Ray culun itu takut banget , takut kalau Aya marah sama dia , jadi dia gak berani ungkapin rasa nya , padahal udah lama banget loh " sambung Denis yang tidak kalah bahagia nya .


"Iya gue juga bahagia banget , etss tunggu dulu ponsel gue bunyi " ucap Geri sambil merogoh saku celana nya mengambil ponsel nya yang sedang berbunyi . Setelah melihat siapa yang nelpon Geri mengeryitkan sebelah alis nya bingung , membuat Syellin dan juga Denis penasaran siapa kira kira yang menelpon Geri sampai ekspresi nya berubah seperti itu .


"Kenapa Ger , siapa yang nelpon?" Tanya Denis penasaran , Geri yang mendengar ucapan Denis langsung menoleh ke arah Denis .


" Om Reza Den , " ucap Geri .


"Yaudah Lo angkat kadal" ucap Syellin yang kesal karena sedari tadi Geri hanya memandang ponsel nya tanpa niat sedikit pun mengangkat nya . Karena Geri bingung , tidak biasa nya Tuan Reza menghubungi nya , biasa nya kalau ada perlu selalu menghubungi Rayyanza langsung , dan tidak lewat siapa pun .


"Oke " Akhirnya Geri menjawab telpon dari Tuan Reza .


"Halo om " Ucap Geri dari sambungan telepon nya.


"Geri , Ray dimana ? Kenapa di rumah tidak ada ? Dan sedari tadi om telpon telpon kenapa tidak di angkat " Tanya om Reza dengan nada khawatir nya dari sambungan telepon nya.


"I-itu Om , Ray sama Geri kok dan teman teman yang lain " ucap Geri terbata bata , tidak mungkin dia memberi tahu kan kalau Rayyanza sedang pacaran dengan Cahaya .


"Yaudah kalian pulang lah , ke rumah om ya , karena om punya kejutan buat kalian " ucap Tuan Reza .


"Baik Om" jawab Geri , lalu tidak lama sambungan telepon nya terputus . Geri menghela nafas nya pelan , lalu dia menatap ke dua sahabat nya .

__ADS_1


"Kenapa Ger ?" Tanya Syellin penasaran


"Kita di suruh balik sama Om Reza sekarang " jawab Geri ,


"Ada apa ya ? Bukan nya Tuan Reza masih di luar negeri jagain Renal yang masih koma ?" Tanya Syellin penasaran . Ya mereka berpikir bahwa Renal masih koma karena memang sudah lama sekali Tuan Reza tidak memberikan kabar apa pun , terakhir mereka mendengar dari Rayyanza , kalau Renal masih dalam keadaan koma .


"Gue juga gak tau , ayo " ajak Geri kepada kedua sahabatnya .


"Ya baru nyampe , gagal deh main air nya " Ucap Denis dengan nada kesal yang tidak jadi main air di tempat itu , padahal suasana nya sangat indah .


"Lain kali deh , nanti kita ajak Ray lagi" jawab Syellin , dan kedua teman nya hanya mengangguk kan kepala nya , ya memang berat sekali bagi mereka , karena mereka baru saja sampai , tapi sudah di telpon di suruh pulang . Mereka bertiga saat ini sedang menghampiri Rayyanza dan juga Cahaya yang sedang duduk di bebatuan sambil tertawa bersama .


"Ray ayo balik " ajak Geri , membuat Rayyanza dan juga Cahaya kaget dengan sikap Geri . Mereka berdua mengeryitkan dahi nya heran , sebab tadi ketiga teman nya lah yang sangat antusias sekali , tetapi kenapa ini mereka jadi sibuk pulang , apa yang terjadi ? Apa terjadi sesuatu? Begitulah beberapa pertanyaan yang ada di benak Rayyanza dan juga Cahaya .


"Kenapa ? Bukan nya tadi Lo yang sibuk ke tempat ini , udah nikmatin aja dulu " ucap Rayyanza santai sambil kaki nya di celup kan di air .


"Ray , Aya , kita harus pulang sekarang , bokap Lo yang nyuruh kita pulang Ray " ucap Syellin membuat Rayyanza dan juga Cahaya saling pandang sesaat kemudian mereka bangkit dari duduk nya dan bergegas berjalan kembali ke rumah Rayyanza dulu .


"Ada apa ?" Tanya Rayyanza sambil berjalan .


"Gue juga gak tau Ray , tapi tadi bokap Lo kata nya Lo di telpon gak di angkat angkat jadi dia nelpon ke gue" Jawa Geri .


"Oiya , Gue lupa , tadi ponsel gue masih ada di dalam tas dan tas nya masih ada di dalam mobil " jawab Rayyanza yang ingat letak ponsel nya dimana .


"Udah , ayo kita kembali ,pasti Papa kamu sudah nunggu kamu " ucap Cahaya .

__ADS_1


"Iya sayang " jawab Rayyanza yang membuat ketiga teman nya mendengkus kesal .


"Woi bucin " ucap Geri .


"Dasar , baru aja jadian udah bucin akut " tambah Syellin .


"Biasa deh , macem gak tau aja sikap Rayyanza " tambah lagi Denis , Rayyanza dan Cahaya hanya mendengar kan nya saja , namun mereka berdua hanya cuek , tidak peduli sama sekali perkataan mereka.


Tidak lama mereka sampai di rumah Rayyanza , lalu mereka membereskan barang barang mereka , lalu mereka masuk ke dalam mobil Rayyanza , dan Rayyanza langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kota . Ya Rayyanza kini sudah bisa mengendarakan mobil sendiri , dan dia sudah memiliki mobil nya sendiri , pemberian dari Tuan Reza .


Sementara di kediaman Tuan Reza , Renal masih saja sibuk pasal nya dia ingin sekali keluar dan menemui Cahaya . Dia terus menerus membujuk Papa nya agar mengijin kan nya pergi ke rumah Cahaya , sebab Renal sangat lah rindu dengan gadis itu .


"Pa ayolah ,Renal pengen ketemu sama Aya " Rengek Renal seperti anak bayi , membuat Tuan Reza membuang nafas nya kasar .


"Ren , kamu ini sudah besar , jangan seperti anak kecil " sahut tuan Reza dengan nada kesal , pasal nya Renal terus saja merengek .


"Karena Papa tidak mau menuruti kemauan ku , jadi jangan salah kan aku jika aku terus merengek " jawab Renal santai .


"Memang kamu ini tidak bisa di bilangin , sangat keras kepala " ucap Tuan Reza yang sudah sangat kesal dengan Renal .


"Biar saja , yang penting aku bisa bertemu dengan Aya , ayo lah Pa , boleh ya , " sahut Renal


"Ren , kondisi kamu belum memungkinkan untuk keluar rumah ,kamu pulang saja itu sudah sangat mengkhawatirkan buat kondisi kamu , karena kamu belum seharusnya keluar dari rumah sakit, karena kamu terus terusan merengek jadi mau tidak mau Papa membujuk dokter agar mengijinkan mu untuk keluar dari rumah sakit , dengan catatan kamu jangan banyak gerak dulu , kamu mengerti Renal " Ujar tuan Reza mengingat kan Renal .


"Tapi Renal sudah kangen sama Aya Pa " ucap Renal .

__ADS_1


"Sudah tenang saja , Aya dan teman teman nya yang lain sudah berada di dalam perjalanan kemari . Sebentar lagi mungkin sudah sampai " ucap Tuan Reza , mendengar ucapan Tuan Reza , Renal langsung bahagia ,wajah nya yang tadi tampak di tekuk , tapi kini cerah seakan mendapat kan hadiah besar .


__ADS_2