Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Paper bag


__ADS_3

Setelah dokter mengurus semua nya , Renal kini sudah berada di dalam mobil ambulance yang akan membawa nya pergi keluar negeri , Tuan Reza ikut menemani Putra nya itu , dia pergi bersama beberapa anak buah nya . Tuan Reza , meminta Rayyanza tidak ikut bersama nya , Sebelum pergi Tuan Reza meminta Cahaya agar selalu menjaga putra nya itu ,karena bukan nya apa Rayyanza masih sangat polos berada di lingkungan metropolitan ini . Cahaya menyetujui ucapan dari Tuan Reza , mobil ambulance yang membawa Renal pun sudah pergi. Mereka semua menangis melihat kepergian mobil ambulance itu , mereka tidak mampu berkata apa apa lagi , mereka hanya bisa menangis sejadi jadinya .


"Tenang Aya Lo gak boleh kayak gini , Lo ingat pesan Tuan Reza , Tuan Reza nyuruh Lo untuk jagain Rayyanza , kita semua juga pasti bantu Lo buat jagain Rayyanza , " ucap Syellin berusaha menenangkan sahabat nya itu . Cahaya yang mendengar ucapan dari sahabat nya itu langsung mendongak kan kepala nya , dia menatap Syellin kemudian beralih ke Rayyanza .


"Bener kata Syellin Aya , Lo harus kuat demi apa pun Oke " ucap Denis .


"Bener tu Aya , gue akan selalu ada buat Lo untuk bantuin jagain Rayyanza " tambah Geri . Mendengar semua perkataan teman teman nya Cahaya pun menyunggingkan senyuman nya .


"Terimakasih ya , ini semua karena gue , gue akan berusaha jagain Rayyanza " ucap Cahaya sambil menghapus air mata nya dan berusaha untuk tegar menghadapi semua ini . Rayyanza yang tadi nya duduk bersimpu dan menangis sambil menatap kepergian mobil ambulance yang membawa kakak nya tiba tiba mendengar perkataan Cahaya dan ketiga sahabat itu , Rayyanza langsung berdiri dan menghapus air mata nya , dia tidak ingin kelihatan lemah , bagaimana pun dia harus kuat demi Papa dan Kakak nya , kalau dia uring uringan dan sakit pasti Papa nya akan khawatir dan tidak fokus dengan kesembuhan sang Kakak. Rayyanza berjalan menghampiri mereka semua . Saat ini dia tidak menampakkan wajah sedih nya , dia menyunggingkan senyuman terpaksa nya , ya walaupun sulit tapi itu harus dia lakukan , dia tidak ingin melihat ke empat sahabat nya sedih , apa lagi Cahaya gadis itu terus menerus menyalahkan kejadian ini karena salah nya , Rayyanza tidak ingin melihat nya menangis terus menerus rasa nya hati nya perih , melihat wanita pujaan nya menangis , ya entah bagaimana nasib perasaan nya nanti , apa lagi dia melihat Kakak nya dengan sigap mengorbankan nyawa nya untuk wanita itu . Ya ada rasa sakit namun dia langsung menepis nya . Rayyanza kini sudah berada di depan Cahaya , Syellin , Geri dan juga Denis .


"Ray Lo udah baik baik aja ?" Tanya Cahaya yang melihat Rayyanza menyunggingkan senyuman nya , ya padahal sebelumnya dia melihat Rayyanza terus terusan menangis .


"Udah Aya , kita gak boleh terus terusan menangis , kasihan Kak Renal , pasti dia juga gak mau lihat kita sedih" ucap Rayyanza , ya sebenarnya hati nya ingin menjerit , menangis sejadi jadinya namun dia tahan demi sahabat nya ya atau pun demi Cahaya wanita pujaan nya .


Geri menepuk bahu Rayyanza ,


"Benar yang Lo bilang , " ucap Geri yang juga mengubah wajah nya yang tadi nya sedih sekarang juga menyunggingkan senyuman nya .


Denis tak mau kalah , lelaki yang biasa nya kocak itu dia langsung mendekat ke arah Rayyanza .

__ADS_1


Mereka semua nya mengubah kesedihan nya dengan senyuman yang kalau di bilang ya terpaksa , namun mereka tidak ingin terus menerus larut kedalam kesedihan .


Rayyanza yang mengingat pesan papa nya dia langsung menatap Cahaya , dia tidak ingin Cahaya di benahi oleh diri nya .


" Aya , gue gak perlu di jaga , yang harus nya di jaga itu Lo , karena Lo cewek Aya ." ucap Rayyanza yang malu dengan permintaan Papa nya kepada Cahaya yang menyuruh nya menjaga Rayyanza , ya harus nya Cahaya yang di jaga bukan Rayyanza . Cahaya tersenyum mendengar perkataan Rayyanza .


"Ray , bukan gitu maksud nya , di sini gue jaga in Lo karena Lo itu masih baru di Jakarta , jadi gue gak mau Lo nanti salah


bergaul atau pun apa lah yang membuat Lo terjerumus ke arah negatif" ucap Cahaya menjelaskan kepada Rayyanza .


"Tapi Aya .." Rayyanza sebener nya ingin menolak , namun Cahaya langsung memotong pembicaraan nya .


Rayyanza yang mendengar itu langsung mengangguk kan kepala nya faham . Karena malam pun sudah semakin larut mereka semua nya memutuskan untuk pulang , namun ada yang mengganjal di pikiran Cahaya , dia menoleh ke sana kemari mencari seseorang , namun tidak dia temukan . Sampai Rayyanza membuyarkan pandangan gadis itu , lelaki itu mendekat ke arah gadis itu dan berbicara sesuatu . Ke tiga sahabat nya hanya diam melihat mereka berdua .


"Ay gue mau ngomong sesuatu sama Lo " ucap Rayyanza ,


"Ngomong aja Ray ," jawab Cahaya , ya pikiran gadis cantik itu saat ini masih benar benar kacau , bukan karena Renal saja , tapi karena dia sedari tadi tidak melihat sosok Davin, kemana dia ? Tidak biasa nya dia pergi seperti ini tanpa kasih kabar ke aku ? Batin gadis itu .


Kembali ke Rayyanza , Rayyanza ingin berbicara kepada Cahaya berdua saja , dia meminta Syellin , Geri dan juga Denis pulang terlebih dahulu .

__ADS_1


"Syell , Denis , Geri kalian pulang aja dulu , nanti Aya biar gue yang antar sama supir , gue masih ada yang mau gue bicarain sama Aya " ucap Rayyanza kepada ketiga sahabat nya itu , tanpa basa basi lagi ke tiga sahabat nya itu mengiakan nya .


"Oke , Lo antar dia ya " ucap Syellin .


"Oke " balas Rayyanza . Akhirnya Syellin , Geri dan Denis pulang duluan , mereka bertiga meninggalkan Rayyanza dan juga Cahaya .


"Aya bentar ya , gue ke mobil Papa dulu , sebentar saja " ucap Rayyanza , Cahaya mengangguk kan kepala nya , Rayyanza kemudian berlari menuju ke arah parkiran tempat mobil Papa nya berada , dia membuka pintu mobil dan mengambil sesuatu di dalam mobil tersebut .


Tidak membutuhkan waktu lama Rayyanza sudah kembali .


"Aya kita duduk di taman sana ya " ajak Rayyanza yang sudah kembali dari mobil Papa nya , dia kembali dengan membawa sebuah paper bag , Rayyanza menunjuk ke arah sebuah taman yang berada di lingkungan rumah sakit itu , Cahaya mengangguk kan kepala nya . Mereka berjalan menuju taman tersebut dan langsung duduk di sebuah bangku .


"Ray mau ngomong apa ?" Tanya Cahaya penasaran dengan apa yang mau di ucap kan oleh Rayyanza . Bukan nya menjawab Rayyanza menyodorkan sebuah paper bag kepada Cahaya ,


"Ini maksud nya apa Ray ?" Tanya Cahaya yang tidak paham , dia sambil mengambil Paper bag tersebut .


"Buka aja " jawab Rayyanza .


Cahaya membuka paper bag itu dan langsung membulat kan mata nya ketika dia melihat isi nya .

__ADS_1


"Ini ini ... " Lirih Cahaya sambil mengernyitkan kedua alis nya .


__ADS_2