
Cahaya masih diam dan belum sama sekali memberikan jawaban apa pun tentang lamaran yang Rayyanza lakukan , "Bagaimana Aya ? Apa jawaban nya ?" Tanya Rayyanza dengan nada cemas nya sebab sedari tadi Cahaya tidak merespon sama sekali , Cahaya malah menampakkan wajah datar nya saja , membuat Rayyanza putus asa .
"Emmmm maaf Ray " Cahaya menunduk kan wajah nya dengan lesuh , Cahaya menutup kotak yang berisikan cincin dari Rayyanza , membuat Rayyanza semakin yakin bahwa Cahaya pasti menolak nya .
Rayyanza menghela nafas panjang.
"Gak apa apa kok sayang , kamu gak perlu minta maaf , aku yang salah karena sudah terlalu terburu buru , aku cukup takut kehilanganmu , jadi aku melakukan tindakan ini , maaf kan aku , karena sudah membuat mu tidak nyaman , aku tau kamu butuh waktu untuk memikirkan semua ini , gak mungkin kan kamu butuh waktu singkat untuk menerima lamaran ku , karena ini akan menentukan kehidupan mu kedepannya " ucap Rayyanza menundukkan wajah nya , lalu Rayyanza berdiri .
"Sayang , maaf tapi _ " lirih Cahaya .
"Hei kenapa harus minta maaf , kamu gak salah sayang , aku menghargai keputusan mu , sudah lah aku tidak mau kau memikirkan hal ini lagi , anggap lah ini tidak terjadi sudah ya sayang , Oiya aku mau permisi ke toilet dulu ya " ucap Rayyanza sambil mengusap lembut puncak kepala Cahaya , Cahaya membalas nya dengan anggukan kepala . Rayyanza langsung berjalan menuju ke toilet pria , sebenar nya Rayyanza ke toilet hanya alasan saja , dia tidak ingin Cahaya merasa tak enak dengan ucapan nya tadi . Setelah sampai di dalam toilet , Rayyanza langsung mencuci wajah nya dia menatap wajah nya di cermin yang berada di dalam toilet pria tersebut .
"Aku di tolak " pekik Rayyanza , ya Rayyanza sangat lah kecewa karena penolakan itu , tapi dia tidak boleh seperti ini dia tidak boleh egois , karena ini juga salah diri nya karena terlalu terburu buru melamar Cahaya padahal kan mereka baru menjalin hubungan pacaran belum lama , dan benar sekali Cahaya membutuhkan waktu lagi untuk menerima lamaran nya ,Cahaya butuh waktu untuk mengenal lebih jauh lagi Rayyanza . Rayyanza mengusap wajah nya dengan kasar lalu dia beranjak pergi meninggalkan toilet , Rayyanza berjalan ke meja nya tadi , namun setelah sampai di meja nya , betapa terkejutnya Rayyanza diri nya tidak menemukan Cahaya .
__ADS_1
"Kemana Aya ?" Pekik Rayyanza yang menoleh ke sana kemari mencari kekasih nya namun dia tidak menemukan nya. sama sekali , Rayyanza menanyakan kepada seorang pelayan yang sedang melintasi meja nya , menanyakan keberadaan Cahaya namun sia sia pelayan tersebut tidak mengetahui keberadaan Cahaya .
"Maaf tuan , saya tidak melihat wanita yang bersama anda , maaf saya permisi dulu Tuan karena saya harus menyiapkan pesanan yang lain " ucap pelayan itu meninggal kan Rayyanza .
Rayyanza bingung karena tidak menemukan keberadaan kekasih nya dan sampai mata Rayyanza melihat sebuah kertas yang berada di meja nya tadi . Rayyanza mengambil kertas itu dan langsung membaca nya .
Sayang , Maaf kan aku , maaf ....
Aku tidak pernah bermaksud menolak mu , tapi kamu terburu buru mengambil kesimpulan bahwa aku menolak mu , oh ayo lah sayang , kapan kau mendengar kan ku terlebih dahulu , kau selalu mengambil kesimpulan sendiri , bahkan kamu tidak menunggu jawaban ku terlebih dahulu , aku sudah cukup yakin kepada mu ,selama ini sudah cukup bagi ku untuk mengenal mu , sifat mu semua nya tentang dirimu , aku menyukai nya sayang .... Rayyanza sayang , aku ambil ya cincin nya terimakasih sudah melakukan hal Romantis seperti tadi , hal yang tidak pernah aku bayangkan , ku pikir kamu tidak bisa melakukan hal seromantis ini , tapi aku salah , terimakasih sayang , aku pergi dulu ya , jangan lupa janji mu yang tadi , aku menunggu nya loh
"Di terima ?" Rayyanza masih setia dengan senyuman manis nya , lalu dia keluar dari Cafe itu dan langsung menuju mobilnya , tujuan nya saat ini adalah Cahaya , diri nya ingin menemui kekasih nya, memeluk kekasih nya mengucap kan terimakasih karena sudah mau menerima lamaran nya , Rayyanza sudah bisa menebak kekasih nya itu pasti pergi ke kampus , karena hari ini ada mata pelajaran kuliah nya . Rayyanza melajukan mobilnya membela jalanan ibu kota yang ramai .
......................
__ADS_1
"Emmm Romantis sekali , aku tidak bisa membayangkan wajah nya yang memerah karena menahan rasa bahagia nya " ucap Cahaya sambil memandang cincin yang sudah di kenakan oleh nya ,ya cincin yang di beri Rayyanza tadi .
"Terimakasih sudah hadir di dalam hidup ku , aku tidak menyangka ini akan terjadi di dalam hidup ku , aku pikir setelah kejadian itu , aku tidak merasakan cinta lagi , tapi aku salah , aku malah mendapat kan cinta yang belum pernah aku rasakan sebelum nya , cinta nya melebihi apa pun , aku tidak tau kalau suatu saat nanti aku harus berpisah dengan nya , aku tidak akan sanggup , " batin Cahaya yang masih setia memandang cincin itu .
Flashback
"Emmm aku tau pasti kamu kecewa Ray , aku suka lihat ekspresi mu seperti itu , tapi kan aku belum menjawab nya sampai habis " ucap Cahaya sambil tersenyum , Lalu Cahaya mengeluarkan buku dan pulpen nya yang berada di dalam tas nya , dia langsung menuliskan kata kata yang ada di dalam pikiran nya ,setelah selesai menulis kata kata itu , Cahaya melirik cincin yang masih berada di atas meja , Cahaya mengambil cincin tersebut lalu memakai nya , Cahaya memandangi cincin yang berada di jari manis nya sambil tersenyum .
"Terimakasih banyak sudah menjadi pelengkap hidup ku , walaupun nanti banyak ujian yang akan datang di hidup kita , tapi aku akan menghadapi nya bersama mu " Cahaya meletakkan kertas tersebut ke atas meja , lalu dia beranjak dari bangku nya dan pergi meninggalkan Cafe tersebut tanpa berpamitan terlebih dahulu . Taxi online yang sudah dia pesan datang ,Cahaya langsung masuk ke dalam taxi tersebut dan mengarah kan sang sopir untuk melajukan mobil tersebut ke kampus nya . Di dalam taxi Cahaya tidak henti henti nya memandangi cincin itu , diri nya sangat merasa bersyukur telah di pertemukan oleh lelaki yang bernama Rayyanza , yang sudah membuat hidup nya jauh lebih berarti lagi . Dia sungguh beruntung , namun entah sampai kapan keberuntungan itu , apakah keberuntungan nya selalu berpihak kepada nya , dia tidak lah tau , takdir yang menentukan .
......................
"Sit sialan , " umpat seorang lelaki yang mengenakan stelan topi hitam, jaket hitam dan juga masker warna hitam , lelaki itu berada di sebuah Cafe .
__ADS_1
"Berani sekali dia melakukan hal sejauh ini , aku tidak akan membiarkan rencana nya berhasil , sampai kapan pun aku tidak rela melepas kan apa yang sudah aku kliem menjadi milik ku tidak akan aku biarkan orang lain merebut nya lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti !" Ucap nya lagi dengan senyuman smirk nya sambil memandang ke arah depan dengan pandangan yang sangat sulit di artikan .