
...Cahaya dan Davin kini sudah sampai di taman bermain itu, taman bermain yang sangat ramai pengunjung apa lagi ini malam Minggu banyak sekali yang mengunjungi tempat itu , mereka turun dari dalam mobil berjalan untuk memasuki tempat itu ....
"Aku akan membeli tiket masuk dulu" Ucap Davin , Cahya menganguk kan kepala nya ia masih menatap takjub tempat bermain itu .
"sungguh sangat berbeda tempat ini , tidak seperti dulu , ah aku sudah lama sekali tidak kemari sejak tujuh tahun yang lalu " batin Cahaya di dalam hati , selesai Davin membeli tiket , Davin langsung mengajak Cahaya masuk ke dalam taman bermain itu , Cahya tampak sangat menikmati tempat itu , banyak permainan , di sana dan tidak lupa pula orang yang berjualan makanan di sana ,
"Aya ?" Panggil Davin , mendengar suara Davin , Cahaya langsung mendongak kan kepala nya menatap Davin .
"Iya ada apa Davin ?" Tanya Cahaya
"Kita naik itu yuk " Ajak Davin sambil menunjuk biang Lala yang berada tidak jauh dari mereka , Cahaya mengangguk kan kepala nya .
"Ayo , sudah lama sekali aku tidak pernah naik itu lagi " ucap Cahaya tersenyum . Davin menggandeng tangan Cahaya menuju ke arah biang Lala tersebut , lalu mereka menaiki biang Lala itu , senyum bahagia terukir di wajah kedua nya mereka tampak sangat menikmati suasana saat ini .
...Sementara di luar Taman bermain , Syellin , Denis dan Geri sudah sampai mereka langsung memesan enam tiket , karena mereka pasti tau semua sahabat nya akan datang , mereka saat ini masih menunggu kedatangan Rayyanza , Renal dan Cahaya ....
"Lama banget sih mereka " ucap Denis ketus .
"Iya kayak emak emak rempong kalau mau pergi lama nya mibta ampun " tambah Geri .
"Hussst mulut kalian tau yang mirip sama emak emak rempong " celetuk Syellin .
"Syell nanti kita naik biang Lala ya , kita berdua aja " Ajak Geri menggoda Syellin , membuat Syellin bergidik ngerih.
"Ck enak saja Lo ngajak Gue. Gue bisa duduk bareng sama Aya , ogah banget gue duduk sama Lo" ucap Syellin ketus .
"Ya ampun Syell Lo jual mahal banget sih , gak liat apa Gue udah ganteng banget ini , liat aja nanti semua mata cewek di sini pasti terpesona sama Gue " ucap Geri angkuh .
"He kadal , Lo gak salah kan minum obat , atau memang Lo udah gak waras " ucap Syellin .
"Bilang aja Lo cemburu Syell " balas Geri .
__ADS_1
"What ? Gak level Gue sama Lo "
Ucap Syellin .
"Eleh Lo jual mahal aja sih Syell " ucap Geri ,
"Berisik Lo " ucap Syellin , Denis yang melihat tingkah kedua teman nya itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal . Berdebat an mereka berhenti ketika suara mobil datang
...Berrm berrmm bermmm...
Mobil mewah memasuki kawasan itu , membuat ketiga pasang mata itu menoleh melihat nya .
"Renal " pekik Syellin , Denis dan juga Geri . Ya mobil itu adalah mobil milik Renal , mereka sudah paham sekali dengan mobil sahabat nya itu.
Renal dan Rayyanza turun dari dalam mobil mereka pun menghampiri ketiga teman nya itu , Syellin nampak celingukan mencari sesuatu , ya siapa lagi yang dia cari kalau bukan Cahaya .
"Aya ?" Tanya Syellin menoleh ke arah Renal . Renal hanya diam lalu menatap ketiga teman nya itu , teman nya bingung melihat sikap Renal , bukan hanya ketiga teman nya itu saja yang bingung Rayyanza sedari tadi juga bingung dengan sikap Renal ..
"udah Pergi " ucap Renal dengan nada datar nya menahan setiap emosi yang ingin meluap .
"Ke sini , bersama Davin " ucap Renal . Mendengar perkataan Renal , ke empat nya pun tau mengapa sikap Renal berubah menjadi seperti itu , ya gara gara cemburu .
"Ayo kita masuk , Gue sudah beli tiket nya tadi , nanti kita pasti jumpa sama Aya " ucap Geri sambil memperlihatkan beberapa tiket yang ia pegang.
"Ayo " ucap Syellin , Denis dan juga Rayyanza serentak berbeda dengan Renal yang hanya diam dan hanya bisa mengikuti ke tiga sahabat nya itu , sebenarnya malam ini malam yang sangat istimewa untuk nya , karena malam ini ia ingin mengutarakan perasaannya kepada sang wanita pujaan nya , namun sayang Cahaya malah pergi bersama lelaki lain .
"Wow rame banget " ucap Syellin kagum melihat banyak nya para pengunjung di taman bermain itu .
"Ck Lo kampungan Syell , taman bermain ya rame kalau sepi tu kuburan " ucap Denis sewot .
"Sialan Lo ngatain Gue kampungan" balas Syellin .
__ADS_1
"Emang ia kok week " ejek Denis
Tak
"Awww sakit , ganas banget singa " Denis meringis kesakitan ketika Syellin menjitak kening lebar lelaki itu.
"Apa ?" Pekik Syellin sambil membulat kan kedua mata nya . Melihat mata Syellin , Denis pun berlari bersembunyi di belakang tubuh Rayyanza .
"Ampun Syell" teriak Denis yang bersembunyi di belakang tubuh Rayyanza .
"Hahaha Lo sih buat Sing eh Syellin ngamuk " ucap Geri sambil tertawa terbahak bahak .
"Apa ? Lo mau juga?" Tatap Syellin ke arah Geri .
"Eh eh itu lihat " Geri memalingkan pandangan nya ke arah biang Lala dan ia menunjuk ke arah salah satu bangku penumpang di sana ,mereka semua menatap yang di tunjuk oleh Geri .
"Aya ?" Pekik semua nya .
...Sementara Cahaya dan Davin di atas masih menikmati suasana pemandangan malam , benar benar sangat indah begitulah pemikiran kedua nya , senang bahagia itu lah yang mereka rasakan , sampai raut wajah kedua nya selalu menampilkan senyuman ,...
"Kau bahagia ?" Tanya Davin
"Emmm bagaimana tidak bahagia Davin , aku sudah lama tidak pernah kemari" ucap Cahaya . Mendengar perkataan Cahaya , davin menghembuskan nafas nya panjang , ia mencoba menjelaskan kejadian dulu .
"Maaf ya Aya , semua nya gara gara aku , kau jadi bersedih dahulu juga karena aku " ucap Davin . Cahaya terkejut melihat raut wajah Davin yang berubah menjadi wajah penuh dengan penyesalan .
"Davin ? " Panggil Cahaya , Davin pun menoleh ke arah wajah Cahaya , ia menatap wajah nan cantik itu , tampak ketenangan menatap wajah itu .
"sudah lama aku tidak merasakan nyaman seperti ini ketika aku di tatap seorang wanita , rasa nya aku ingin membawa mu pergi jauh dari sini , aku hanya ingin hidup bersama mu Aya " batin Davin di dalam hati nya .
"Davin , Aku tidak pernah menyalahkan mu, yang aku tau aku sangat bahagia saat ini , aku mau kita seperti ini setiap waktu Davin , dan berjanji lah bahwa kau tidak akan pernah meninggalkan ku lagi" ucap Cahaya . Mendengar perkataan Cahaya membuat Davin meneteskan air mata nya , ia tidak menyangka wanita yang di cintai nya selama ini juga sangat mencintai diri nya .Davin memeluk Cahaya dengan hangat , Cahaya membalas pelukan Davin ,
__ADS_1
"Aku berjanji Aya , aku akan selalu bersama mu " ucap Davin .
Tanpa mereka sadari lima sepasang mata di bawah melihat mereka , lima pasang mata itu terkejut melihat mereka yang sedang berpelukan , tidak terkecuali Renal dan juga Rayyanza , Rayyanza merasa sesak ,sedang kan emosi Renal memuncak , ia pergi dari tempat itu entah kemana .