
Renal kini mengajak Cahaya ke ruangan OSIS. Sedangkan Syellin tidak mengikuti mereka , Syellin lebih memilih ke dalam kelas .
Renal pun memimpin rapat , mereka tampak diskusi , dan sampailah
bel berbunyi , semua siswa dan siswi pulang , Renal masih di dalam ruangan OSIS menyusun hasil rapat tadi .
"Aya Gue pulang dulu ya , Gue udah di jemput sama supir bokap" Ucap Syellin menghampiri Cahaya yang berada di ruangan OSIS
"Oke. Hati hati ya Syel ?" Ucap Cahaya , di balas lambaian tangan oleh Syellin . Renal tidak kalah juga ia melambaikan tangan nya ke Syellin .
"Da da Syellin ?" Ucap nya yang di balas lambaian dan senyuman dari sahabat nya itu ...
Setelah lima menit akhirnya mereka telah menyelesaikan semua nya Renal mengajak Cahaya untuk pulang bareng , dan kali ini tidak ada penolakan .
Sampainya di mobil Renal melihat Rayyanza sudah menunggu nya ia langsung menghampiri adik nya itu ,
"Ray ?" Panggil nya namun Rayyanza masih memandangi sesuatu yang membuat nya sampai tidak sadar di panggil Kakak nya ...
"Cantik" ucap nya . Renal langsung menyentil telinga adik nya itu .
"Hei apa yang Kau ucapkan , Kakak Mu ini tampan bukan nya cantik "
"Auwww sakit kak " ucap nya mengelus telinga nya .
Wanita itu datang menghampiri mereka berdua , ia berdiri tepat di depan Rayyanza dan di samping Renal . Rayyanza yang melihat wanita itu jantung nya berdetak dengan kencang , ia tidak pernah merasakan seperti ini sebelumnya.
"Hai " Sapa wanita itu .
"Eh iya " Rayyanza tidak memalingkan pandangannya .
"Lo anak baru tadi kan , Lo kenal Ren sama dia ?" Tanya Cahaya karena ia tadi melihat Renal ngobrol , dan tadi pagi juga Renal masuk ke kelas bersama Rayyanza . Bukannya menjawab pertanyaan Cahaya , Rayyanza malah senyum senyum sendiri .
"Eh iya Aya , Gue lupa kasih tau Lo , ini anak baru tadi , dan Dia adik Gue" Renal mencoba memberitahu Cahaya .
"Ha ? Adik , sejak kapan Lo punya adik , setau Gue Lo gak pernah cerita tentang adik Lo ?" Cahaya bingung dengan perkataan Renal yang menyebut lelaki itu adik nya, karena selama ini yang Cahaya tau Renal itu anak tunggal .
"Nanti Gue jelasin ya sekarang Lo masuk kita pulang " Renal membukakan pintu mobilnya mempersilahkan Cahaya masuk .
"Oke Gue tunggu penjelasan nya " Cahaya masuk ke dalam mobil Renal .
Sebelum Renal masuk ia berbicara dengan Rayyanza .
"Ray kenapa senyum senyum sendiri gitu? Lo sehat kan gak sakit ?" Tanya Renal yang melihat Rayyanza sedari tadi senyum senyum sendiri .
"Eh ia kak Ray sehat kok "
"Ray mau ikut Kakak atau mau kakak telpon supir untuk jemput Lo?" Tanya Renal lagi .
__ADS_1
"Ray ikut Kakak aja deh , oiya Kakak mau kemana emang nya ?"
"Kakak mau antar Aya dulu "
"Oh wanita cantik itu namanya Aya " Batin nya di dalam hati
"Ray ikut kakak aja deh , "
"Oke , masuk ke dalam mobil "
Rayyanza pun masuk kedalam mobil duduk di belakang kursi penumpang , sedangkan Renal duduk di depan bersama Cahaya , Renal melajukan dengan kecepatan sedang .
"Aya suka film horor atau film romansa ?" Tanya Renal memecahkan keheningan di mobil .
"Emmmm kayak nya dua dua Aya kurang suka deh , "
"Jadi lebih suka nonton film apa ?" Tanya Renal
"Isss udah lama temenan pun gak tau , apa si Lo Ren , !"
"Kita kan kalau nonton sering nonton film horor , romansa juga Gue kira Lo suka dua dua nya , jadi Gue penasaran mangkak nya Gue nanya Aya "
"Gue lebih suka film aktion deh dari pada film banyak kali drama " .
"Oke oke "
Rayyanza masih terus saja menatap Cahaya Dia masih mengulum kan senyuman nya . Tapi ia masih janggal ada hubungan apa wanita itu dengan kakak nya , namun yang ia lihat mereka sangat lah dekat sekali .
Tidak lama , mobil Renal pun masuk ke rumah Cahaya , Renal pun membuka kan pintu mobilnya untuk Cahaya .
"Terimakasih ya Ren?" Cahaya turun dari mobil Renal .
"Jangan lupa ya nanti sore Gue jemput , "
"Sip deh "
"By "Cahaya melambaikan tangan nya . Cahaya pun masuk kedalam rumah nya dan langsung menuju ke kamar nya.
"Non sudah pulang ?" Sapa Mbok Nem .
"Iya Mbok "
"Mau Mbok buatin makanan apa ?"
"Emmmm kayak nya cumi goreng aja Mbok , , "
"Baik Non " Mbok Nem pun mengerjakan perintah dari Cahaya . Sedangkan Cahaya pun masuk ke dalam kamar nya dan membaringkan tubuhnya ke atas kasur.
"Lelah sekali" ucap nya lalu ia menutup mata nya dan menyusuri alam mimpi nya .
Di kediaman Tuan Reza Laksmana
Renal dan Rayyanza sudah memasuki rumah dan menuju ke kamar mereka , di dalam kamar nya Rayyanza masih senyum senyum sendiri dan masih mengingat wajah Cahaya , bahkan bayangan Cahaya tidak pernah hilang di dalam pikiran nya . Ia membaringkan tubuhnya ke kasur , sambil mengingat senyuman Cahaya .
"aghhh mengapa senyuman Mu itu terlalu manis " Gumam nya .
"Nanti Aku akan bertanya kepada Kakak, nampak nya Kakak sangat mengenal nya " ucap nya , Rayyanza pun bangkit dari kasur nya dan membersihkan diri nya . Setelah siap ia berniat akan mendatangi Kakak nya .
Sementara Renal sibuk menyiapkan diri nya , ia bersiap siap akan pergi jalan jalan bersama Cahaya . Ia mebgenakan kaos berwarna navi , tidak lupa pula ia mengenakan jaket nya yang membuat nya terkesan sangat tampan bagi siapa saja yang melihat nya .
"Ferfeck " ucap nya sambil melihat wajah nya dari kaca . Ya Renal juga sangat tampan , siapa sangka banyak wanita yang mengagumi ketampanan nya , bukan hanya di sekolah di luar juga banyak wanita yang memuja nya . Namun Renal tidak menghiraukan nya , ia bahkan tidak suka jika di dekati wanita , kecuali dengan Cahaya dan Syellin sahabat nya sedari kecil .
Tok Tok Tok suara pintu kamar Renal di ketuk, ia langsung membuka nya ..
Cklekkk
__ADS_1
"Ray? Ada apa ?" Tanya Renal
"Kak , Ray boleh masuk ?"
"Boleh , ayo masuk , kamar kakak kan juga kamar Mu Ray " Ucap Renal sambil merangkul adik nya itu , mereka kini duduk di sofa ,
"Ada apa Ray , ada yang ingin Kau
tanyakan ?"
"Iya Kak , Aku penasaran siapa si wanita yang Kakak antar tadi ?"
"Oh Dia Cahaya , Dia juga sekelas dengan kita Ray "
"Apa? Aku tidak melihat nya tadi dikelas "
"Ada Ray , Dia duduk di bangku depan Kakak , ngomong ngomong kenapa Ray ? "
"Tidak ada Kak , Aku cuman bertanya , nampak nya Kakak dekat sekali dengan nya "
"Iya Kakak memang dekat dengan nya , karena kami bersahabat sejak kecil " Sebenarnya Renal diam diam menaruh hati kepada Cahaya , namun dia belum mampu mengungkapkan kan nya .
"Oh iya Kak , kakak sudah rapi gini mau kemana ?" Tanya Rayyanza melihat kakak nya itu sudah rapi .
"Ada deh bocil mau tau aja"
"Eh Ray bukan bocil ya Kak , lagian kita umur nya tidak jauh beda , ngomong ngomong kenapa Kakak bisa sekelas dengan Ku padahal kan usia Kakak lebih Tua dari Ku ?" Tanya Rayyanza bingung.
"Itu karena Kakak dulu waktu kecil sakit sakit an Ray , jadi Papa menunda sekolah Kakak " Jawab Renal jujur , waktu ia masih berusia enam tahun Renal sakit sakit an dan membuat Tuan Reza menunda sekolah nya sampai ia pulih , mangkak nya ia telat setahun .
"Ohh begitu ya Kak "
"Iya , yaudah Kakak mau pergi dulu ," Renal beranjak dari kursi pergi meninggalkan Rayyanza .
"Kak ikut?" Rengek Rayyanza kepada Renal .
"Lain kali ya kakak ajak " Ucap Renal , ia tidak mau momen bersua dengan Cahaya di ganggu siapa pun . Renal pun mengendarai mobil nya menuju rumah Cahaya
Tok Tok Tok suara pintu kamar membuat Cahya mengerjapkan mata nya ia mengusap pelan kedua mata nya . Ia beranjak dari kasur nya yang empuk dan langsung membuka pintu kamar nya .
"Nona Cahaya ?" Panggil Mbok Nem karena masakan nya sudah siap sedari tadi namun Cahaya tidak turun turun dari kamar nya .
" Eh iya Mbok " sambil membuka pintu kamar nya .
"Non makanan nya sudah siap dari tadi , ?"
"Aduh Aku ketiduran Mbok , ini sudah jam berapa ya Mbok ?"
"Ini sudah jam lima Non "
"Apaa? Aduh Aku lupa Mbok ada janji , yaudah Aya siap siap dulu ya Mbok , nanti kalau ada yang datang bilang ya , Aya siap siap " Cahaya langsung pergi ke kamar mandi .
"Tapi Non makanan nya "
"Si Mbok makan saja ya " teriak nya .
__ADS_1
Kini Cahaya sedang bersiap siap memakai pakaian nya ia tidak mau Renal ngambek lagi .