Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Menangis lah Aya


__ADS_3

"Ini apa maksud nya Ray?" Tanya Cahaya yang membuka isi paper bag itu , Cahaya bingung ketika melihat isi paper bag itu yang isi nya adalah sebuah boneka pinguin dan juga sebuah sepucuk surat .


Rayyanza menghela nafas nya pelan , dia perlahan mencoba menjelaskan kepada Cahaya , dia takut nanti Cahaya tidak mempercayai ucapan nya .


"Ini dari Davin , Aya , gue juga gak tau apa maksud nya , tapi sebelum dia ngasih ini ke gue , dia bilang kalau gue di suruh jagain Lo , sampai dia kembali lagi" ucap Rayyanza dengan sangat lembut . Cahaya mendongak kan kepala nya menatap Rayyanza .


"Maksud nya apa ? Ini dari Davin ? Lalu kemana dia , kenapa bukan nya dia yang kasih secara langsung ke gue" Pekik Cahaya yang masih belum percaya .


"Iya Aya itu dari Davin , gue juga gak tau kenapa dia gak kasih ke Lo secara langsung , dan gue juga gak tau Davin kemana , tadi Davin jumpai gue , dia kasih paper bag ini , dan gue gak tau apa maksud dari Davin , kata nya suruh kasih ke Lo Aya " ucap Rayyanza lagi .


"Apa ?"Pekik Cahaya yang mendengar ucapan Rayyanza , Cahaya tidak yakin dengan ucapan Rayyanza ,dia membuka surat yang ada di dalam paper bag tersebut.


Cahaya membaca nya dengan tubuh yang sangat gemetar .


"Aya , Maaf kan aku , jika kau membaca surat ini , mungkin saat ini aku sudah berada di pesawat , malam ini , aku berangkat keluar negeri , aku kembali keluar negeri karena suatu urusan yang belum selesai , Pinguin ku , aku mohon kau jangan marah , jangan berprasangka buruk dahulu , aku sangat menyayangimu Aya , aku janji aku akan kembali lagi , aku tidak pernah mengingkari janji Ku Aya ,


Aku sangat


menyayangi Mu pinguin ku , Aku harap kau bisa memaklumi semua nya , aku sama sekali tidak berniat untuk pergi meninggalkan Mu lagi."


Cahaya yang membaca surat itu seakan tubuh nya gemetar , wajah nya pucat Pasih , dia jatuh ke bawah bangku , dia sangat hafal kalau itu adalah tulisan dari Davin ,


dia menangis sejadi jadinya , dia tidak bisa berfikir apa apa lagi saat ini. Dia sangat kecewa ketika mengetahui Davin pergi lagi meninggalkan nya , bahkan dia tidak menemui nya dulu , dia hanya menitipkan surat tidak pamit dengan Cahaya secara langsung .

__ADS_1


"Ha ? Dia meninggal kan Aku lagi ? Aku terlalu bodoh percaya lagi dengan nya ?" ucap Cahaya di dalam sela tangisan nya .


Rayyanza yang melihat Cahaya menangis seperti itu tidak tega , dia menghampiri Cahaya yang sedang duduk meringkuk di bawah bangku ,


"Aya tenang lah " ucap Rayyanza lembut .


"Bagaimana aku bisa tenang Ray , jelas jelas dia pergi lagi meninggalkan aku , bagaimana aku tidak sedih ? Dia dia tega Ray , dia sungguh tega sekali " pekik Cahaya ,kali ini Cahaya benar benar sangat kecewa , dia dulu bisa maklum , tapi saat ini dia benar benar kesal dengan Davin , sampai dia tidak ingin bertemu lagi dengan lelaki itu , dia membuang paper bag tadi , dia pergi dari tempat itu , Rayyanza yang melihat itu semua mengambil Paper bag dan surat itu , dia membawa nya , dan menyusul Cahaya . Ya walaupun hati Rayyanza sakit , tapi dia tidak boleh egois , bagaimana pun itu amanah yang di berikan dari Davin untuk di sampaikan nya, kalau nanti Cahaya tidak mau menerima nya maka Rayyanza akan menyimpan nya , dan memberikan kepada Davin ketika dia nanti sudah kembali lagi .


Rayyanza terus berlari , sampai Rayyanza berhasil mengejar Cahaya , dia menahan tangan Cahaya yang hendak pergi berlari lagi .


"gue mau pergi ,


biarkan gue sendiri" ucap Cahaya dengan tangisan nya yang terus mengalir membasahi pipinya .


"Gue gak bakalan biarin


"Ray ?" Pekik Cahaya .


"Aya butuh pelukan ?" ucap Rayyanza , sambil merentang kan tangan nya . Cahaya yang sedang di liputi rasa sedih tanpa berpikir panjang dia langsung memeluk Rayyanza , dan saat itu juga hujan mengguyur tubuh kedua nya mereka sama sama hanyut di dalam pelukan itu . Ya seperti nya hujan tau jika hati Cahaya saat ini sedang sedih , dia turun dengan deras nya, seperti air mata yang terus menerus mengalir di pipi Cahaya , hujan membasahi tubuh kedua nya.


"Aya keluarin semua nya rasa sedih Lo , gue gak mau besok Lo sedih lagi , cukup hari ini aja Aya " ucap Rayyanza , namun Cahaya tidak menanggapi nya , dia masih betah berada di dalam pelukan Rayyanza .


"Menangis lah Aya , karena cukup hari ini kau menangis , aku tidak akan membiarkan mu besok , atau pun kapan pun menangis lagi" ucap Rayyanza sambil membelai rambut Cahaya yang basah karena air hujan .

__ADS_1


......................


Sementara di dalam pesawat Davin melamun , dia selalu memikirkan wanita itu , Mama nya yang melihat anak nya frustasi mencoba menenangkan nya dan memberi penjelasan kepada Davin .


"Davin , setelah urusan kita semua selesai , kita akan kembali lagi ya ke Cahaya , dan kamu bisa langsung menikahi Cahaya " ucap Mama nya Davin dengan nada yang lembut supaya anak nya itu mau mengerti .


"Ma , kenapa kita gak pamitan dulu sama Aya , seenggak nya kita menjelaskan semua nya , supaya dia tidak kecewa Ma , " ucap Davin sambil mendengkus kesal karena Mama nya tidak memperbolehkan diri nya bertemu dengan Cahaya terlebih dahulu .


"Bukan Mama tidak memperbolehkan mu sayang , tapi kalau nanti kita pamit kepada nya , pasti Cahaya akan menangis dan tidak mengijinkan mu pergi , mama jamin itu , dan kamu pasti akan luluh dengan nya sayang , ingat sayang urusan kita di sana belum selesai , dan ini juga untuk masa depan kamu dan juga Cahaya , sudah kita fokus ya ke urusan kita dulu , nanti kalau sudah selesai di sana semua nya pasti kita kembali lagi " Rayu mama nya Davin ,Davin menoleh ke arah Mama nya dengan wajah yang di penuhi air mata .


"Ma , kenapa Aya gak kita bawa saja" ucap Davin .


"Sayang , resiko nya sangat lah besar kalau kita membawa Aya , Mama takut musuh musuh pasti akan mencelakai Aya , Mama tidak mau itu terjadi sayang" ucap Mama nya Davin , lalu Davin sejenak terdiam dan mengangguk kan kepala nya .


"Sudah , sebentar lagi kita sampai , jangan kau tunjukkan wajah sedih mu kepada Papa mu , pasti Papa mu juga tidak tega melihat anak semata wayangnya menangis" ledek Mama nya .


"Apa sih Ma " jawab Davin kesal karena ledekan sang Mama .


"Kan Mama sudah bilang nanti kalau kau kembali lagi , kau bisa menikahi Aya dan hidup bahagia bersama nya selama lama nya " ucap Mama nya Davin membuat Davin tersenyum bahagia .


"Aku janji Aya , aku akan kembali dan aku akan menikahi mu di saat urusan ku sudah selesai semua " batin Davin di dalam hati nya .


......................

__ADS_1


Om Jaenal merasa sangat kesal , karena dia terlalu bodoh sudah mencelakai anak dari Tuan Reza , dia tidak mengetahui kalau Renal adalah anak dari Tuan Reza , alhasil Om Jaenal kali ini sedang di kejar kejar oleh para anak buah dari Tuan Reza .


"Siiit sialan kenapa aku tidak mencari tau dulu kalau si bodoh itu anak siapa , agggghhh jangan sampai aku di tangkap oleh anak buah nya Tuan Reza ," Pekik Om Jaenal sambil mengendap ngendap bersembunyi di bandara , karena Om Jaenal akan kembali lagi ke luar negeri .


__ADS_2