Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Dor !!!!


__ADS_3

Renal masih saja berdebat dengan om Jaenal ,dia masih tidak habis pikir om Jaenal ternyata sangat lah jahat , Om Jaenal tega mencari cara apa pun untuk mencelakai Cahaya ,namun Renal siap melindungi Cahaya apa pun yang terjadi .


"Minggir anak bodoh , aku ingin mengantar kan wanita mu itu bertemu dengan orang tua nya , bukan nya sudah lama dia merindukan orang tua nya , aku akan mewujud kan mimpi nya " ucap Jaenal sambil tersenyum smirk , Jaenal ingin mendekat ke arah Cahaya namun dengan sigap Renal berdiri di depan Cahaya melindungi wanita pujaan nya itu .


"Sit tidak akan ku biarkan Kau menyentuh nya se ujung kuku pun ,Aku akan memberi hukuman yang setimpal untuk mu bedebah " teriak Renal sangat marah .


Mendengar perkataan Renal Om Jaenal semakin tertawa gila , dia tidak takut sama sekali dengan ancaman yang di berikan oleh Renal ,


"Hei bocah ingusan kau pikir aku takut dengan Mu , memang nya siapa kau berani mengancam ku sampai kau akan memberi hukuman kepada ku ha ?" Bentak Om Jaenal merasa tidak takut sedikit pun dengan Renal .


"Lihat lah , aku akan membawa mu juga ke alam baka bersama dengan wanita mu itu , " ucap Om Jaenal lagi dengan kata kata yang menekan .


Bagaimana dengan Cahaya ? Cahaya merasa sangat takut sekali , bagaimana tidak dia tidak mampu berbuat apa pun sebab di sana diri nya hanya bersama dengan Renal , Renal sendiri memang pandai jika bela diri tapi tidak se pandai Davin , jika lawan nya saja Om Jaenal pasti Renal akan KO , sedangkan Davin lelaki tampan itu sangat lah pandai bela diri . Sedangkan wanita cantik itu tidak sedikit pun pandai bela diri, Cahaya termasuk wanita yang sangat feminim .


Renal maju ke depan mencoba menantang om Jaenal .


"Ayo siapa takut , aku tidak takut sedikit pun dengan mu bedebah" ucap Renal sambil memasang kuda kuda.


Om Jaenal mencoba menyerang Renal dengan mendarat kan sebuah bogeman , Renal awal nya dapat menangkis serangan dari om Jaenal ,


buk buk


Bruukk


namun lama kelamaan Renal jatuh tersungkur ke bawah , Renal memegang sudut bibir nya yang telah mengeluarkan darah .


"Bocah ingusan berani nya menghalangi ku " ucap Om Jaenal . Dengan sekuat tenaga Renal berdiri mencoba menyerang om Jaenal lagi .


Syeet buk buk

__ADS_1


buk buk


bruukkkk


"Aaaaaaak" pekik Renal kembali terjatuh saat bogeman om Jaenal mendarat sempurna di wajah tampan nya , wajah tampan Renal penuh dengan luka lebam , Renal kini terjatuh tidak sadarkan diri .


Melihat Renal yang jatuh tersungkur Cahaya menjerit , "Aaaaaa Renal tidak " Teriak Cahaya sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan nya , wajah nya kini di penuhi dengan buliran air mata . Saat ini dia bingung sekarang harus bagaimana untuk melawan om Jaenal tidak lah mungkin , pandai bela diri pun tidak .


Om Jaenal menyeringai melihat Cahaya , dia menyunggingkan senyuman smirk nya , menatap keponakan nya itu yang sedang ketakutan .


"Lihat lah keponakan ku tersayang , lelaki yang mengagumi mu itu sudah tidak berdaya lagi , sekarang tidak ada yang bisa melindungi mu lagi " ucap Om Jaenal menyeringai jahat .


"Paman , paman mau apa ?" Tanya Cahaya yang melihat sang paman berjalan maju mendekati nya ,


"Tenang lah ,jangan takut keponakan ku sayang , aku akan membawa mu bertemu dengan Papa dan Mama mu, tidak sakit kok " ucap Om Jaenal . Cahaya berjalan mundur perlahan dan lalu dia berlari sekuat tenaga untuk menghindari om Jaenal .


"Berlari lah keponakan ku , terus berlari nikmati saja suasana pantai malam ini karena besok


menikmati


nya lagi ha ha ha ha " Teriak om Jaenal dengan tertawa menyeramkan . Dia membiarkan Cahaya berlari sesuka hati keponakan nya itu , karena dia yakin kali ini Cahaya akan mati di tangan nya , karena di sana tidak ada satu pun orang yang dapat melindungi gadis itu .


Sementara Davin dan beberapa anak buah nya kini sudah sampai di tempat lokasi , dia melihat ada mobil Renal tetapi dia masih belum mendapatkan keberadaan Renal dan juga Cahaya . Dia menyuruh beberapa anak buah nya untuk berpencar mencari Cahaya dan Renal .


"Cepat kalian berpencar semua nya" titah Davin , anak buah nya meng ia kan perintah dari bos nya .


"Baik Tuan " ucap mereka serentak . Semua nya pun sesuai dengan rencana , mereka sekarang sudah berpencar mencari keberadaan Cahaya dan juga Renal . Davin sendiri terus menyelusuri setiap bibir pantai , dia melihat ada meja yang sudah terhias sangat cantik di sana , dia yakin meja ini di gunakan Renal untuk memikat Cahaya , namun dimana sekarang mereka mengapa tidak ada . Davin pun terus menyusuri area pantai nan cantik itu , dia yakin Cahaya tidak jauh dari sana .


Sementara di tempat yang sama dan waktu yang sama , mobil yang di kendarai Geri , Denis , Rayyanza dan juga Syellin sudah sampai di pantai , mereka semua nya pun turun dari dalam mobil .

__ADS_1


"Gila Lo Ger hampir mati gue karena jantung gue mau copot " ucap Denis sambil memegang dada nya , karena Denis sangat syok sewaktu Geri mengendarai mobil nya , Geri seperti orang kesetanan .


"Kan gue bilang urgent" balas Geri santai .


"Kepala Lo urgent , gue hampir mau mati , mau Lo tanggung jawab " pekik Denis kesal .


"Ah Lo lebay sih " balas Geri . Berbeda dengan Denis , Syellin tampak kagum dengan teman nya itu dia menyunggingkan senyuman nya kepada Geri dan bahkan memuji nya .


"Gila Lo Ger , keren banget udah kayak pembalap aja Lo , gak nyangka gue Lo bisa bawa mobil kayak tadi " ucap Syellin memuji Geri , mendengar pujian dari Syellin wajah Geri seperti kepiting rebus .


"Apa nya yang keren , kalau mati gimana coba tadi " sahut Denis sewot .


"Eh enak aj......" Belum sempat Geri melanjutkan ucapan nya tiba tiba Rayyanza memotong pembicaraan mereka .


"Lihat tu mobil mereka , ayo cepat kita cari mereka " ucap Rayyanza sambil berlari meninggalkan ketiga teman nya itu . Tanpa basa basi lagi Geri , Denis dan juga Syellin ikut berlari mengikuti Rayyanza , langkah mereka terhenti ketika melihat ada empat mobil bukan nya dua .


"Loh bukan nya hanya dua mobil ya ini kok ada empat ?" Tanya Syellin bingung sambil memandang mobil .


"Eh iya , ada apa ini?" Tambah Denis lagi bingung .


"Udah cepat ayo kita susul mereka ,gue takut terjadi sesuatu kepada mereka " ucap Rayyanza sambil berlari lagi .


Kembali ke Cahaya , kini wanita itu sedang berlari namun naas kaki nya tersandung kayu , dia langsung jatuh . Om Jaenal yang melihat itu tertawa dia langsung mendekat ke arah Cahaya .


"Ha ha ha ha sudah aku bilang kan kau tidak akan bisa berlari jauh dari ku Keponakan ku " ucap Om Jaenal .


"Om aku mohon jangan lakukan itu , tolong om " Om Jaenal tidak perduli dengan teriakan Keponakan nya itu , dia merogoh kantong nya mengeluarkan sebuah pistol dan di arah kan ke Cahaya . Cahaya sudah pasrah dengan semua nya , dia rela jika dia akan bertemu dengan Mama dan Papa nya .


"Pa , Ma ,apa ini akhir hidup ku , Nanti aku akan bertemu lagi dengan Papa dan Mama ? Baik lah aku ikhlas Pa , Ma , " gumam Cahaya sambil meneteskan air mata nya .

__ADS_1


"Siap siap lah ha ha ha " Om Jaenal menarik pelatuk pistol nya dan langsung menembak kan ke arah keponakan nya itu dan


Dorrrr !!!!!


__ADS_2