Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Video Call


__ADS_3

Tuan Reza keluar dari ruangan kerja nya karena ia mendengar suara ribut ribut , ia melihat Renal yang duduk di sebuah sofa ruang tamu , ia memperhatikan anak nya itu raut wajah nya yang memerah dan tatapan nya yang sangat tajam , ia menghampiri nya .



"Ada apa sayang mengapa Kau menghukum para pelayan itu?" Tanya tuan Reza sambil melihat para pelayan yang berlarian menjalani hukuman Renal .


"Mereka sudah menghilangkan sesuatu yang berharga di kamar Ku Pa !" Ucap Renal sambil menahan amarah nya .


"Pergi ke ruang kerja Papa , Papa ingin bicara dengan Mu " Renal yang mendengar ucapan Tuan Reza , ia mengangguk dan melangkah kan kaki nya menuju ruang kerja Tuan Reza , ia menuruti perkataan Papa nya , selama ini juga ia tidak pernah membantah Tuan Reza . Tuan Reza berjalan keluar dan menghampiri para pelayan.


"Sudah , cukup " Teriak Tuan Reza .


Membuat para pelayan yang berlari menghampiri nya .


"Maaf kan Kami Tuan Besar , Kami salah dan Kami pantas di hukum Tuan Besar " ucap salah satu pelayan itu .


"Tidak istirahat lah kalian sudah lelah "


"Ta tapi Tuan Besar , Tuan Muda sedang menghukum Kami"


"Tidak apa apa , Aku akan mencoba menenangkan nya , kalian masuk lah beristirahat " Ucap Tuan Reza , mendengar perkataan Tuan Reza semua para pelayan masuk kedalam kediaman nya itu dan mereka menuju kamar mereka masing masing . Tuan Reza pun langsung memasuki ruangan nya , ia kini mendapati Renal sedang duduk di sofa dengan raut wajah yang masih sangat sulit di artikan . Ia menghampiri nya dan duduk di samping Renal , ia mencoba menenangkan nya .


"Renal , ada apa sebenarnya ? Coba katakan kepada Papa ?" Renal melirik ke arah Tuan Reza .


"Pa , Papa tau kan Renal tidak bisa tidur tanpa Foto itu , tapi mengapa Foto itu bisa hilang Pa ?" Tanya Renal yang masih bingung sebab tadi sewaktu ia pergi dari kamar foto itu masih ada , namun ketika ia sudah pulang dan sampai ke kamar foto itu sudah hilang entah kemana .


"Mungkin kau lupa meletakkan nya sayang "


"Tidak mungkin Pa , Aku sudah mencari nya dimana mana namun tidak ada juga ,"


"Sudah lah , apa tidak ada foto yang lain ?" Tanya Tuan Reza , tampak nya di sini Tuan Reza tau tentang Renal , karena ketika Renal sudah tertidur pulas , Tuan Reza diam diam datang dan melihat anak nya itu selalu memeluk Foto seorang gadis cantik itu .

__ADS_1


"Tidak Pa , semua ada teman Renal yang lain , ia bahkan susah kalau Renal ajak foto sendiri " Cahaya memang tidak mau jika ia di ajak foto sendiri , ia mau di ajak foto ketika beramai ramai dengan teman nya yang lain , itu foto satu satu nya sewaktu mereka beramai ramai pergi ke pantai , dan Renal diam diam mengambil nya .


"Apa Kau menyukai gadis itu?" Tanya Tuan Reza .


"Emmmmm entah lah Pa , kalau Aku menyukai nya pun Aku takut mengutarakan nya " ucap Renal sebenarnya ingin sekali mengutarakan nya kepada Cahaya , namun ia takut Cahaya akan menjauhi nya .


"Apa perlu Papa yang bicara dengan nya Renal ?"



"Is apaan si Papa , malu lah Renal , masak Renal mengadu sama Papa , nanti dia bilang apa untuk Renal , anak Papi gitu "



"Habis nya Kau sangat frustasi dengan semua ini "



"Ya sudah istirahat lah , kau pasti lelah , " ucap Tuan Reza


"Baik Pa " Renal pun meninggalkan Tuan Reza dan melangkah kan kaki nya masuk kedalam kamar . Ia pun membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk itu namun sama sekali ia tidak bisa memejamkan mata nya , ia berusaha terus memejamkan mata nya namun sia sia Renal tidak bisa. Ia pun mempunyai ide ia mengambil ponsel nya untuk menghubungi Cahaya .


Disisi lain Cahaya kini sudah siap siap untuk tidur ia sudah membaringkan tubuhnya , ketika ia ingin memejamkan mata nya ponsel nya berbunyi , ia langsung beranjak bangun dan mengambil nya dan melihat siapa yang menelpon nya .


"Renal? Ada apa dia malam malam gini nelpon Gue , ah malas banget Gue angkat nya , tapi kalau gak di angkat nanti terjadi sesuatu lagi " Cahaya pun bergegas menekan tombol berwarna hijau yang berada di layar ponselnya , dan panggilan pun terhubung .


"Ada apa Renal?" Tanya Cahaya bingung .


"Tidak apa apa , Aku tidak bisa tidur Aya bisa temani Aku tidur , Oya sambungkan ke video call ya " Mau tidak mau Cahaya menyambung kan nya ,kini Renal bisa langsung menatap wajah yang bisa membuat nya tenang .


"Kan Lo bisa nelpon Syellin atau pun Geri , kenapa mesti Gue sih Ren ?"

__ADS_1


Tanya Cahaya bingung karena Renal kan punya teman yang lain tapi mengapa dia saja yang di libatkan .


"Mereka sudah pada tidur Aya !" Ucap Renal bohong , padahal ia memang tidak pernah berniat menghubungi Syellin atau pun Geri , ia hanya berniat menghubungi Cahaya .


"Gue juga udah ngantuk Ren " ucap Cahaya sambil menguap , membuat Renal tersenyum .


"Iya udah jangan Lo matiin , biarin aja video call nya sampai Gue tidur" Ucap Renal , Cahaya pun mengambil bantal guling dan meletakkan ponsel nya di bantal guling tersebut ,


"Memang ya Lo , Lo yang gak bisa tidur malah Gue yang kena imbas nya " ucap Cahaya , Renal pun terkekeh mendengar perkataan Cahaya , mereka pun kini saling pandang namun siapa sangka keheningan itu membuat Cahaya perlahan memejamkan mata nya , Renal masih saja terus memandangi nya , wajah nya terlalu begitu menyejukkan membuat Renal semakin jatuh cinta ,


"Selamat tidur Cantik ,mimpi in Aku ya, " ucap Renal ,tidak beberapa lama Renal pun ikut memejamkan mata nya ,dan sudah berada di alam mimpi , entah sampai kapan video call tersebut berakhir ...


Matahari pagi yang indah yang menembus dari balik kain gorden , membuat Cahaya mengerjapkan mata nya , ia mengelus elus mata nya dengan lembut , ia melihat di depan nya sudah ada Mbok Nem yang membuka gorden tersebut ,


"Maaf ya Non , mengganggu tidurnya " ucap Mbok Nem melihat Cahaya yang tiba tiba bangun ketika ia sedang membuka kain gorden jendela .


"Ah tidak apa apa bik , sudah jam berapa ya ?" Tanya nya ,


"Ini sudah jam 7 Non ?" Jawab Mbok Nem ,


"Ya ampun Aku kesiangan eh dimana ponsel Ku , aghhh Aku lupa tadi malam kan Aku video call kan sama Renal , ponsel ku aghhhh mati" Ucap cahaya sambil memegang ponsel nya yang sudah mati tidak ada baterai lagi . Mbok Nem hanya geleng-geleng mendengar Nona nya itu ,


"Non mau di buat kan sarapan ?" Tanya Mbok Nem ,


"Iya Bi "


"Non mau makan apa ?" Tanya Mbok Nem lagi .


"Apa aja deh Bi ,Aya mau siap siap dulu ya " Cahaya pun beranjak dari kasur nya . Dan bergegas bersiap siap untuk ke sekolah .


"Baik Non" Mbok Nem pun keluar dari kamar Nona nya dan membuat kan sarapan untuk nya .

__ADS_1


__ADS_2