Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Ada apa dengan Aya.


__ADS_3

Hati Cahaya sangat lah bahagia , dia tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan kedua orang tua nya lagi setelah sekian lama , namun kebahagiaan nya itu sirna ketika Cahaya harus menelan pil pahit lagi bertemu dengan Davin , pria yang meninggal kan nya beberapa tahun yang lalu kini datang kembali di saat diri nya sudah menempatkan hati nya untuk pria lain ...


"Jadi Mama dan Papa sudah sepakat akan melangsungkan pertunangan mu


dengan Davin , Aya " Ucap Mamanya Cahaya ,yang di anggukkin oleh semua nya , tidak dengan Cahaya yang hanya diam sedari tadi , Cahaya masih bingung dengan keputusan ini , di sisi lain diri nya sangat mencintai Rayyanza , namun dia sisi lain dia tidak ingin membuat orang tua nya kecewa , karena keluarga Davin banyak berhutang budi dengan Cahaya , mereka yang telah membawa kedua orang tua Cahaya kembali lagi , kalau tidak bukan karena mereka mungkin Cahaya tidak akan merasakan kebahagiaan nya lagi.


"Bagaimana menurut mu Davin?" Tanya Papa nya Cahaya . Davin yang di tanya langsung mengangguk kan kepala nya .


"Davin setuju Pa , kalau bisa jangan tunangan , langsung saja menikah " celoteh Davin yang tidak sabaran . Mendengar ucapan Davin semua orang terkekeh .


"Wah nampak nya anak Papa tidak sabaran sama sekali ini , sabar dong Vin " Goda Papa nya Davin .


"Kalau menurut kamu gimana Aya ?" Tanya Papa Cahaya , semua sepasang mata menatap ke arah Cahaya , karena sedari tadi Cahaya hanya terdiam tanpa mengeluarkan kata apa pun dan hanya menampilkan ekspresi datar saja tidak merespon sama sekali .


Cahaya melirik ke arah kedua orang tua nya lalu menghela nafas panjang .


"Terserah Mama dan Papa saja , Cahaya ikut!" Jawab nya dengan nada datar nya . Mendengar jawaban dari Cahaya semua orang bernafas lega , karena mereka takut jika Cahaya akan menolak nya . Apa lagi Davin , sedari tadi diri nya masih saja memikirkan pernyataan yang di lontarkan Cahaya , diri nya sangat sakit hati ketika Cahaya mengatakan bahwa tidak mencintai nya , namun ketika kedua orang tua nya datang dan langsung membahas pernikahan Davin melupakan semua rasa sakit itu , di dalam hati Davin bersorak riah karena sudah mendapatkan Cahaya .


Apa pun yang terjadi , kamu hanya milikku Aya , dan sampai kapan pun kamu hanya milikku , tidak ada satu orang pun yang dapat merebut mu dari ku Aya ....


Batin Davin di dalam hati nya.


Maaf kan aku Ray ,aku tidak bisa menjaga cinta kita , kali ini aku kalah dalam keadaan , maaf kan aku Ray , maaf kan aku , aku harus menjauhi mu , aku tidak ingin menggores luka yang dalam lagi jika kamu mengetahui semua ini .


pekik Cahaya di dalam hati nya .


"Tunangan akan kita adakan malam ini juga ," ucap Papa nya cahaya . Membuat Cahaya membulatkan kedua bola mata nya .


"Pa? Apa tidak terlalu cepat? Kan semua nya butuh persiapan ?" Cerca Cahaya yang menurut nya keputusan dari papa nya itu sangat lah terburu buru , bukan nya orang tunangan harus menyiapkan semua nya .


"Tidak sayang , tunangan nya hanya akan di hadirkan oleh keluarga Davin saja , dan di sini banyak para pelayan mereka akan gampang mengurus soal makanan , kalau masalah baju , kamu tenang saja , kamu dan mama dan mama mertua mu bisa pergi ke butik


sekarang juga " tegas Papa nya Cahaya , Cahaya yang mendengar ucapan papa nya hanya mengangguk kan kepala nya .

__ADS_1


"Kalau masalah cincin kamu jangan khawatir sayang , cincin nya sudah Davin siap kan sejak lama", tambah Mama nya Davin.


"Wah Davin ini gerak cepat ya ??" Ledek Papa nya Cahaya.


"Iya , kamu tidak tau aja setiap hari dia selalu mikirin putri mu itu , sampai terkadang kerja saja hampir tidak fokus" Celoteh Papa nya Davin membuat semua orang yang berada di sana tertawa , sedangkan Cahaya , bagaimana dengan gadis itu ? Cahaya hanya diam saja , Cahaya tidak peduli sama sekali tentang pria itu . Karena yang ada di hati nya saat ini hanyalah Rayyanza .


***


Di sebuah Cafe , Rayyanza , Syellin. Denis dan juga Geri sedang nongkrong . Mereka tampak sangat menikmati suasana siang ini .


"Aya kok gak ikut Ray ,?" Tanya Syellin karena biasanya sahabat nya itu selalu saja ikut bila ada acara ngumpul ngumpul seperti sekarang ini .


"Tadi udah gue chat , kata nya lagi ngerjain tugas enggak mau di ganggu dulu , padahal tadi sewaktu gue anterin ke rumah dia semangat banget mau ikutan , " jawab Rayyanza . Mendengar jawaban Rayyanza semua nya mengeryitkan dahi nya ,


"Ray mungkin ada Renal kali di rumah Aya , atau enggak dia ngajakin jalan mungkin , kan Lo tau gimana si Renal !!" Celoteh Denis , yang di balas anggukkan oleh Syellin dan juga Geri .


"Gak mungkin , kalau memang kak Renal ngajakin Aya jalan , pasti Aya bilang ke gue ,tapi ini tadi memang sikap nya aneh banget , biasa nya dia enggak pernah mengabaikan chat gue , tapi ini sedari tadi gue chat enggak di respon sama sekali" Gerutu Rayyanza yang sedari tadi mengirimkan pesan kepada Cahaya tidak sama sekali di respon .


"Gue coba chat ya " ucap Syellin , lalu mengeluarkan ponsel nya dan mengirimi chat kepada Cahaya .


Syellin


Cahaya yang mendapat kan pesan dari Syellin langsung membalas nya karena memang sedari tadi diri nya memegang ponsel .


Cahaya


[Ya Syell , ada apa ??]


Syellin yang mendapat kan balasan dari Cahaya merasa heran , lalu Syellin menatap ke arah Rayyanza .


"Ray , Aya online loh , dan gue baru aja kirimin chat dan di balas sama dia " Ucap Syellin seraya menunjuk kan ponsel nya ke arah Rayyanza dan juga kedua sahabatnya .


"Iya ini Ray , langsung di balas loh , OMG jangan bilang kalau dia lagi ngambek deh Ray sama Lo , bisa gawat tuh Ray " Celetuk Geri asal . Denis yang mendengar nya langsung menoyor kepala Geri .

__ADS_1


"Jangan memperkeruh keadaan ogep" kesal Denis.


"Gue enggak memperkeruh tahu!! Gue kan cuman ngomong aja , ni lihat ya gue buktiin , gue chat Aya " Ucap Geri sambil mengotak ngatik ponsel nya .


Geri


[Aya Lo ada dimana , gue kangen sama Lo cantik , bosen gue lihatin muka Syellin mulu]


Cahaya


[Hahaha Lo ada ada aja sih Ger , gue lagi di butik ini , maaf ya gue enggak bisa nongkrong bareng sama kalian sorry ] jawab Cahaya keceplosan.


Geri yang mendapat kan chat itu langsung menunjukkan kan kepada Rayyanza , Denis dan juga Syellin .


"Lihat ini " ucap Geri sembari melihatkan isi chat Aya .Semua nya mengeryitkan dahi nya merasa heran .


"Coba Lo chat Ray " usul Denis yang langsung di anggukkin oleh Rayyanza .


My love


[Sayang , lagi ngapain ? Udah selesai belajar nya ,? Enggak lagi jalan kan sama kak Renal ?]


Lama ,,, Cahaya tidak membalas Chat dari Rayyanza, di baca juga tidak membuat Rayyanza semakin bingung dengan sikap kekasih nya itu , tidak biasa nya Cahaya mengabaikan pesan nya .


"Gimana Ray?" Tanya Syellin.


"Gak di bales , di baca juga enggak " jawab Rayyanza dengan nada kesal.


Tampak semburat kekecewaan yang ada di wajah nya


"Udah Ray , gak usah kesel gitu , kadang dia memang lagi sibuk , apa lagi tadi kata nya dia lagi ke butik , gue yakin dia lagi ada sesuatu itu" ucap Denis mencoba menenangkan Rayyanza .


"Iya , kadang dia lagi mau buat surprise kali buat Lo Ray , secara kan ulang tahun Lo bentar lagi" tambah Geri . Mendengar perkataan dari Geri , wajah Rayyanza langsung berubah menjadi berbinar .

__ADS_1


Kenapa Lo bodoh Ray , yang di bilang sama Geri itu ada benar nya juga kan , bisa jadi Aya cuman mau nge prang Lo


ucap Rayyanza di dalam hati nya .


__ADS_2