
Cahaya kini sudah berada di sebuah butik, butik mewah yang berada di salah satu ibu kota .Cahaya sedari tadi tampak hanya diam saja duduk di sofa sembari sibuk dengan benda pipih nya . Sedangkan Mama dan Mama nya Davin sedang sibuk mencari gaun yang akan di gunakan untuk acara pertunangan nanti malam.
Cahaya yang mendapat kan pesan dari Rayyanza merasa sangat dilema karena sudah mengabaikan pesan dari kekasihnya itu , padahal baru saja tadi Rayyanza melamar diri nya dan Cahaya menerima nya namun diri nya harus di hadapkan bahwa diri nya tidak mungkin bisa bersatu dengan pria yang ia cintai itu . Cahaya harus bisa menjauhi Rayyanza , Cahaya tidak ingin Rayyanza akan terluka lebih dalam lagi ketika mengetahui fakta tentang Rayyanza tidak akan bisa bersama dengan Cahaya selamanya .
"Maaf kan aku Ray , maaf kan aku !!! Mungkin ini lebih baik. Aku harus menyelesaikan secepatnya, aku tidak mau kamu terlalu berharap lebih kepada ku lagi Ray !!! Mungkin aku manusia yang paling bodoh di dunia ini yang tidak mampu mengendalikan perasaan ku Ray !!! Maaf kan aku , jika nanti kamu mengetahui semua ini , aku mohon jangan membenci ku , karena aku tidak sanggup di benci oleh orang yang aku sayangi , Maaf kan aku tolong Maaf kan aku !!!" Lirih Cahaya sangat pelan seraya menatap foto diri nya bersama dengan Rayyanza yang berada di dalam ponsel nya . Banyak kenangan yang Cahaya lalui bersama dengan pria tampan itu , pria yang selama ini menemani nya dalam suka dan duka nya . Dan betapa sungguh jahat nya Cahaya meninggalkan pria yang mau melakukan apa saja agar wanita nya bahagia . Cahaya yang sedang asik dengan lamunan nya tidak sadar bahwa Mama nya sedari tadi sudah memanggil nya ,
"Aya ...."
"Aya !!!!" Pekik Mama nya Cahaya , sangking geram nya , akhirnya Mama nya menghampiri nya , lalu langsung mencubit tangan Cahaya . Sontak saja dengan aksi Mama nya itu Cahaya terkejut lalu meringis kesakitan , Cahaya menoleh ke depan dan ternyata Mama nya sudah berdiri sambil berkacak pinggang .
"Aw sakit Ma , kenapa Mama cubit sih ???" Rengek Cahaya , sambil memegang tangan nya bekas cubitan sang Mama .
"Kamu sih asik melamun saja , sampai Mama panggil beberapa kali tidak dengar !" Omel sang Mama .
"Ya maaf Ma " pinta Cahaya kepada Mama nya dengan kepala yang menunduk , membuat Mama nya merasa bersalah karena sudah mencubit putri semata wayangnya itu . Mama nya Cahaya duduk di samping Cahaya lalu mengelus puncak kepala sang putri dengan lembut .
"Sudah , tidak apa apa kan tangan nya , Maaf ya Mama refleks tadi hehe " Cengenges Mama nya . "Ayo kamu coba baju nya , kalau tidak cocok nanti bisa ganti yang lain , lalu habis ini kita buru buru ke salon sayang , " ucap Mama nya .
Cahaya menatap sang Mama dengan senyuman yang merekah
"Iya Ma , " Jawab Cahaya , lalu mengambil baju yang ada di tangan Mama nya dan pergi mencoba baju itu . Dengan terpaksa Cahaya mencoba baju itu , rasa nya ingin sekali dia pergi dari takdir yang mempermainkan nya saat ini , namun diri nya tidak mampu berbuat aneh aneh , terlebih kepada orang yang sudah membuat kedua orang tua nya berada di dekat nya lagi .
Cahaya keluar dari ruang ganti tersebut mengenakan dress yang telah di pilih oleh Mama nya dan juga Mama nya Davin , semua sepasang netra menatap Cahaya penuh kagum , pasal nya gadis itu terlihat sangat cantik dan anggun mengenakan dress tersebut .
__ADS_1
"Belum di make up saja menantu Mama sudah sangat cantik sekali, bagaimana tidak Davin bisa tergila gila dengan mu sayang " celoteh Mama nya Davin yang memuji penampilan Cahaya . Cahaya yang di puji hanya menyunggingkan senyuman manis nya saja . Sedang kan Mama nya Cahaya dan pemilik butik tersebut sudah terkekeh .
"Bagaimana Aya ? Apa mau pakai baju ini saja ? Atau kamu mau pilih yang lain lagi ?" Tanya Mama nya Davin .
"Tidak usah Tan. Ini sudah bagus kok " jawab Cahaya .
"Eh jangan panggil Tante dong , panggil Mama oke ???" Ucap Mama nya Davin yang tidak mau jika calon menantu nya itu memanggil nya dengan sebutan Tante , Cahaya hanya tersenyum getir , mendengar perkataan dari Mama nya Davin tersebut .
"Ayo lah Aya jangan canggung oke !!" Celoteh Mama nya Davin lagi .
"Iya Ma .." Jawab Cahaya .
"Ya sudah kalau begitu kita langsung ke salon ayo ? Kita tidak mau kan para lelaki itu menunggu terlalu lama , nanti mereka bisa bisa ngomel , jika kita terlalu lama " Cerocos Mama nya Cahaya , yang membuat semua nya tertawa .
"Let's go " pekik Mama nya Davin yang sangat antusias . Cahaya lagi lagi di buat merasa bersalah dengan kejadian semua ini .
Batin Cahaya di dalam hati nya .
****
Sementara Rayyanza kini sudah sampai di rumah nya , Rayyanza sangat di buat frustasi oleh kekasih nya , pasal nya Cahaya sangat sulit di hubungi , sudah beribu panggilan yang di layangkan oleh Rayyanza sedari tadi , namun Cahaya tidak mengangkat nya .
"Arrrrgggghhh" Teriak Rayyanza di dalam kamar nya . Rayyanza menangkup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya . Walaupun tadi teman nya bilang jika Cahaya ingin memberi nya surprise karena besok hari ulang tahun nya , namun hati Rayyanza tidak bisa tenang jika belum memastikan jika sang pujaan hati baik baik saja .
__ADS_1
"Kenapa Aya ? Ada apa sebenarnya , atau aku datang saja ke rumah nya ya !!" Tanpa berpikir panjang Rayyanza langsung mengambil jaket nya dan mengambil kunci mobil nya. Sebelum keluar rumah Rayyanza bertemu dengan kakak nya . Renal menatap Rayyanza dengan tatapan yang sangat sulit di artikan , tangan Renal yang berada di dalam saku celana nya sudah mengepal sempurna , ingin sekali Renal menghajar Rayyanza saat ini , namun Renal menahan emosi nya .
"Mau kemana Ray ?" Tanya Renal .
"Eh kak , aku mau jumpa teman kak " Jawab Rayyanza sedikit gugup ,
"Teman siapa Ray , apa adik kakak ini sudah punya pacar ?" Tanya Renal sambil memicingkan mata nya . Rayyanza yang di tanya itu awal nya terkejut namun diri nya mencoba berusaha agar tetap terlihat tenang , agar hubungan nya dengan Cahaya tidak di ketahui oleh sang Kakak .
"Pacar Hueh ? Gak salah dengar aku kak ?Siapa sih yang mau sama aku kak , kalau kakak baru deh , sudah tampan pokok nya semua nya lah " Celoteh Rayyanza memuji Renal .
Sampai kapan kamu merahasiakan nya dari ku, bajingan kau
batin Renal di dalam hati nya .
"Kenapa tidak , kamu juga tampan seperti kakak , siapa juga tertarik dengan mu termasuk Aya " Ucap Renal .
Deg
Rayyanza sangat terkejut dengan perkataan dari sang kakak , Rayyanza terdiam sambil mencerna setiap perkataan dari kakak nya .
Apa maksud dari kak Renal , apa kak Renal sudah mengetahui semua nya
Batin Rayyanza .
__ADS_1
Renal yang melihat Rayyanza terdiam langsung menyeringai , Renal menepuk pundak Rayyanza ,
"Coba saja kalau berani , Kakak tidak akan memaafkan mu , karena sampai kapan pun Aya hanya milik kakak, "bisik Renal , lalu Renal melangkah pergi dan membiarkan Rayyanza diam mematung .