
Renal masuk kedalam ruangan kelas nya , semua sahabat nya sudah menunggu nya Renal mendatangi mereka lalu menyapa mereka semua .
"Hei baru nongol Lo ?" Ucap Syellin .
"Iya Gue tadi sibuk ada urusan sebentar" ucap Renal sambil menatap Cahaya .
"Yang nanya itu Syellin bukan Cahaya Ren" ucap Geri ,yang melihat pandangan Renal tertuju kepada Cahaya saja sedari tadi .
"Emmmmm masalah buat Lo ?" Ucap Renal dengan tatapan tajam , membuat Geri terdiam tidak berani berbicara lagi .
"Udah udah , jangan ribut lagi " ucap Cahaya tidak ingin teman teman nya ribut . Namun tiba tiba seorang siswi datang menghampiri mereka .
"Hay guys , " sapa wanita itu yang masih satu kelas dengan mereka nama nya Fira .
"Hei " ucap mereka serentak .
"Nanti malam kalian datang ya ke
pesta ultah Gue , " ucap nya sambil memberikan undangan kepada mereka semua nya .
"Meriah gak Fir pesta nya ?" Tanya Geri .
"Ya jelas dong , Fira gitu loh, kalau kalian gak datang , kalian rugi " tambah nya lagi .
"Wah mesti pigi ni banyak makanan" ucap Denis yang memang doyan makan .
"Lo pikiran nya makanan mulu , gak sadar apa badan Lo udah kayak gajah " ucap Geri .
"Is sewot banget Lo Ger , macem badan Lo gak kayak gentong aja " sungut Denis yang tidak terima badan nya di bilang kayak gajah . Mereka tertawa mendengar perdebatan itu , lalu tawa mereka terhenti ketika guru sudah memasuki kelas ,mereka berhamburan ke meja nya masing masing .
Jam istirahat pun telah tiba semua para murid berlarian ke kantin , hanya tinggal Renal , Rayyanza , Denis , Geri , Cahaya dan Syellin yang masih berdiskusi tentang pesta nanti malam.
"Mau pake baju apa Lo Aya ?" Tanya Syellin ,
"Baju dress , nanti kita shoping ya " Ucap Cahaya mengajak nya shopping .
"Boleh ,"
"Gue ikut juga ya " Sahut Denis
"Apa sih Lo , ini urusan
cewek Denis " ucap Syellin sewot .
"Ah payah Lo Syel , pelit , ikut aja gak boleh " sungut Denis .
"Udah udah , ayo kita ke kantin , udah laper ni Gue " Ajak Rayyanza . Mereka pun semua nya menurut dan pergi ke kantin untuk mengisi perut nya ,
Sesampainya kantin mereka pun memesan makanan seperti biasanya ,mereka bercanda bersama dan selalu ejek ejek kan , kini Renal duduk di sebelah Cahaya dan membisikkan sesuatu kepada nya .
"Aya makasih ya atas waktu nya tadi malam" bisik Renal .
__ADS_1
"Sama sama Ren , Lo kenapa gak kayak biasanya diem aja Lo sakit ?" Tanya Cahaya .
"Nanti Gue jelasin ke Lo , eh tadi Gue jumpa om Lo " ucap Renal membuat Cahaya membulatkan mata nya.
"Apa ? Dimana ?" Tanya Cahaya pelan .
"Tadi Dia datengin Gue , dan Gue awal nya gak percaya karena kan setau Gue Lo gak punya om , tapi Dia terus terusan bilang katanya Lo keponakan nya ." Cahaya yang mendengar itu langsung menatap Renal dengan tatapan yang serius .
"Jauhi Dia Ren, Dia gak baik" Ucap Cahaya , dan memalingkan wajah nya ke arah yang lain nya .
"Tapi Aya kenapa ?" Tanya Renal , namun Cahaya enggan menjawab nya .Sampai teman nya yang lain berdekhemmm .
"Hemmmm jadi nyamuk " ucap Denis sambil memukul udara .
"Ehkkm ampun dah , panas panas " timpal Geri .
"Kalau Lo panas Lo mandi sana pake es "ucap Syellin .
"Mana bisa mandi kali Syel ini kan lagi di tempat keramaian ," ucap Geri .
"Bisa , mau Lo Gue ambilin es nya terus Gue mandiin ha ?"
"Is kadang dedek Syellin suka maksa deh , ini tempat keramaian sayang ,nanti deh kalau udah pulang bisa di rumah atau di hotel " ledek Geri membuat Syellin semakin emosi ,dan menyentil telinga nya .
"Awww sakit , lihat ini merah tanggung jawab Lo Syel ." ucap Geri sambil mengelus telinga nya .
"Siapa suruh otak Lo mesum " sungut Syellin .
"Wih ada yang lagi sensi ni rupa nya" ledek Denis sambil melirik ke arah Rayyanza .
Mereka semua nya tertawa melihat ekspresi Rayyanza yang wajah nya memerah dan kemudian mereka melanjutkan makan nya lagi , menikmati makanan yang terlihat nikmat itu .
Setelah mereka selesai makan , Davin datang menemui Cahaya yang masih berbicara bersama teman teman nya .
"Hei ?" Sapa Davin ke Cahaya , membuat nya tersenyum .
"Davin ?" ucap Cahaya ,
"Wah Coker datang lagi , " ucap Syellin yang memandangi wajah Davin yang mempesona .
"Eh apa tu Coker ?" Tanya Denis .
"Sibuk banget si Lo , kepo kali" ucap Syellin,
"Davin udah makan ?" Tanya Cahaya.
"Udah , ayo ikut Aku pinguin Ku " ucap Davin membuat teman-teman nya semua membulat kan mata nya . Cahaya beranjak dari kursinya dan mengikuti Davin ,
"Guys Gue duluan ya " ucap nya sambil berjalan beriringan bersama Davin .
"Sapa woi , kok nampak nya deket banget sama Aya ?" Tanya Denis .
__ADS_1
"Iya itu sahabat nya Aya , dia udah lama kali bersahabat , sebelum kenal sama kita " ucap Syellin.
"Wah pantesan mereka Deket banget , " ucap Geri . Renal yang melihat itu semua ia pun pergi meninggalkan mereka.
"Mau mana Lo Ren ?" Tanya Geri ,
"Mau ke ruangan musik , !"
"Gue ikut ...." Geri pun pergi mengikuti Renal .
"Ah di tinggal lagi dasar cemburu lah tu " Gerutu Syellin . Mendengar perkataan Syellin membuat Rayyanza penasaran .
"Apa maksud nya Syel ?" Tanya Rayyanza.
"Lo gak tau apa , selama ini Renal tu suka banget sama Aya , "
"Apa ? Jadi kak Renal suka sama Cahaya ? " ucap Rayyanza .
"Iya , tapi nampaknya Aya biasa aja sih nanggepin nya ," ucap Syellin .
"Lo tau darimana Kak Renal suka sama Aya ?"
"Ampun deh Ray , Lo gak lihat apa dari perhatian yang Kakak Lo berikan sama Aya , dan Lo gak tau tadi malam Renal ngajak ngedate Aya !" Rayyanza berpikir sejenak mengingat tadi malam Kakak nya sangat rapih berarti Kakak nya pergi dengan Cahaya .
Ia pun beranjak dan pergi meninggalkan Syellin dan Denis .
"Lo mau kemana Ray?" Tanya Denis. ...
"Ya semua pergi semua pergi" sungut Syellin .
Sementara Davin mengajak Cahaya duduk di halaman sekolah yang terdapat kursi panjang dan juga sebuah pohon yang rindang .
Mereka terlihat sangat menikmati pemandangan itu .
"Pinguin , apa Kau masih menyimpan nya ?" Tanya Davin .
"Emmmmm ini " tunjuk Cahaya mengambil kalung liontin yang menggantung di leher nya.
"Wah bahkan kau tidak melepaskan nya ?" Ledek Davin .
"Ah Davin , kau selalu saja meledek Ku " ucap Cahaya yang kini wajah nya seperti tomat . Membuat Davin gemas dan mencubit hidung nya dengan lembut .
"Pinguin Ku rupanya sudah besar ya , dan siapa tadi yang duduk di sebelah Mu , nampak nya sangat tidak menyukai Ku " Tanya Davin karena tadi ia melihat Renal menatap nya dengan tajam dan tatapan yang sangat sulit di artikan .
"Oh Dia itu hanya sahabat Ku Davin. Kau tau bagaimana perasaan Ku kan , Aku tidak pernah berpaling sedikit pun " ucap Cahaya .
"Emmmmm rupa nya pinguin Ku ini pandai sekali ya membuat jantung Ku berdetak kencang ," ucap nya .
"Is kau saja tu yang memang tidak bisa menjaga jantung Mu ," ledek Cahaya .
"Aku memang tidak bisa menjaga nya Cahaya , sampai kapan pun dan mungkin selama lamanya , perasaan ini tetap sama " ucap nya , mereka pun tersenyum dan saling menatap , namun tanpa sadar sepasang manik mata memandangi mereka dengan tatapan yang tidak suka .
__ADS_1
"Ssssit sialan siapa sih laki laki itu berani nya Kau , Aku tidak akan membiarkan Cahaya bersama Mu " umpat Renal , Renal yang tadi nya sedang berada di ruangan musik ia keluar sejenak karena ingin ke toilet , namun ketika ingin kembali ia melihat Davin dan Cahaya tengah duduk di halaman tersenyum lebar membuat nya kesal.