
Cahaya , Davin dan Syellin kini mereka sudah berada di dalam mobil , Cahaya dan Davin mengantar kan Syellin pulang , awal nya ia menolak tetapi Cahaya memaksa nya agar ia mau di antar kan oleh nya .
"Gila ya si Renal , bisa buat nekat kayak tadi " ucap Syellin yang tidak menyangka dengan aksi Renal tadi .
"Iya Gue juga bingung Syel , kenapa dia bisa seperti itu , dan dia nampak nya marah banget sama Gue Syell" Ucap Cahaya , karena ia tadi melihat Renal menatap nya dengan tajam, ia tidak pernah melihat Renal seperti itu .
"Halo Aya , Lo gak nyadar apa sama sikap Renal selama ini ke Lo , dia itu suka Aya sama Lo " ucap Syellin to the point .
"Tapi Syell kita kan semua nya cuman berteman , Lo ngaco deh mana mungkin dia suka
sama Gue , " Ucap Cahaya yang tidak ingin membuat Davin salah sangka dengan ini semua.
"Iya deh terserah Lo , " ucap Syellin .
Tidak disangka mereka sudah sampai di rumah Syellin , Davin memberhentikan mobil nya di depan gerbang rumah Syellin sesuai yang di minta Syellin .
"Udah kak berhenti di sini , ini rumah Gue " ucap Syellin. Davin memberhentikan mobilnya .
"My hany Gue udah sampe ni di rumah , makasih ya kak Davin by " Ucap Syellin , Davin hanya mengangguk kan kepala nya , Syellin langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah nya .
"By " Cahaya langsung melambaikan tangan nya dari kaca mobil yang terbuka , mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju rumah Davin .
"Kayak nya yang di bilang sama Syellin itu bener deh " ucap Davin dengan nada datar .
"Emmmmm gak mungkin , Kamu ini gak tau aja si Syellin itu memang suka ngaco kalau ngomong , udah gak usah di dengar ya , Oya kita berhenti sebentar tu di depan ada apotik " ucap Cahaya . Sebenarnya Davin tidak percaya kepada perkataan Cahaya sepenuhnya , karena dia sangat yakin kalau Renal memang betul menyukai nya . Tapi ia menghiraukan nya , ia tidak ingin peduli yang penting Cahaya bersama nya . Cahaya turun dari mobil Davin berjalan menuju apotik , ia membeli beberapa obat . Setelah selesai ia langsung masuk kedalam mobil , ia membuka plastik yang berisi salep dan mengambil salep tersebut mengusap kan nya di luka Davin tadi .
"awwww" lirih Davin .
"Sakit ?" Tanya Cahaya , Davin hanya mengangguk sambil tersenyum .
"Sudah " ucap Cahaya yang telah selesai mengolesi salep .
"Terimakasih pinguin Ku" ucap Davin sambil mengelus puncak rambut Cahaya , mereka pun melanjutkan perjalanan nya ...
Disisi lain Renal kini berada di sebuah danau nan indah , namun tidak dengan hati nya ia terus menerus mengumpat Davin ,
__ADS_1
"Ahkkkk sialan Kau lelaki bedebah " Teriak nya .
"Aku tidak akan pernah membiarkan Cahaya jatuh di dalam pelukan Mu , dia milikku selamanya akan menjadi milik Ku " Teriak nya .
"Kau tenang saja nak , Aku akan
membantu Mu mendapatkan nya " ucap Seseorang yang tiba tiba datang menghampiri nya .
"Om " ucap Renal terkejut .
Ya yang menghampiri Renal adalah om nya Cahaya , Om nya Cahaya bernama Jaenal .
"Mengapa om bisa berada di sini?" Tanya Renal , sebenarnya Jaenal sudah mengikuti nya sedari tadi ,
"Soal itu Kau tidak perlu tau , Kau tenang saja Aku akan membantu Mu mendapatkan nya kembali " ucap Om Robin .
Renal menganguk meng ia kan perkataan Jaenal , ia tidak peduli lagi tentang peringatan yang di ucapkan Cahaya , ia hanya fokus untuk mendapatkan nya kembali .
"Dia akan menjadi milik Ku " batin nya di dalam hati .
"Lo kenapa sih Ray muka nya kok cemberut aja dari tadi ?" Tanya Denis .
"Iya kayak Guru kimia tu Pak Yosep " ucap Geri yang mengingat guru kimia yang muka nya selalu cemberut tanpa ada senyuman sedikit pun .
"Apa bener ya , Kak Renal suka sama Cahaya ?" Tanya Rayyanza kepada kedua teman nya itu .
"Kalau menurut Gue sih iya , siapa sih yang gak tertarik sama si Aya , udah cantik pinter lagi , Gue aja mau sama dia tapi selalu di tolak" Ucap Geri , Denis langsung menyentil telinga Geri membuat nya menjerit
"Aaawwww sakit bego " ucap Geri .
"Tuh Gue bangunin dari mimpi panjang Lo , mangkak nya Lo jangan banyak kali mimpi , Aya gak level sama Lo " ucap Denis .
"Ya kali aja Dia mau sama Gue , Gue siap menerima nya " melihat tingkah kedua teman nya itu Ray hanya menggeleng kan kepalanya .
"Udah deh Ray , jangan di pikirin lagi , sebaiknya kita pergi ke mall cari baju untuk nanti malam " ucap Denis , mereka pun setuju dan pergi ke mall mencari baju .
__ADS_1
Di lain tempat , Davin dan Cahaya sudah sampai di rumah Davin . Mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah Davin , Mama nya sudah sedari tadi duduk di ruang tamu menunggu Cahaya dan Davin .
"Sayang " Panggil Mama Davin dan langsung memeluk Cahaya .
"Tante Sari , " ucap Cahaya .
"Gimana kabar kamu sayang ?" Tanya nya sambil melepaskan pelukannya dan mencium pipi Cahaya .
"Baik Tante , kalau Tante gimana kabar nya ?" Tanya Cahaya ,
"Tante baik sayang " ucap nya lalu mengajak Cahaya duduk di sofa sambil mengobrol . Davin pun ikut duduk bersama Mama nya dan juga Cahaya .
"Davin kenapa lama sekali sih kalian ?" Tanya Mama nya .
"Tadi Davin berhenti ke mall dulu Ma , menemani Cahaya berbelanja " ucap Davin ,
"Dan itu kenapa sudut bibir kamu kok kayak luka Davin ? Apa terjadi sesuatu dengan Mu ?" Tanya Mama nya karena melihat ada luka leb di sudut bibir Davin .
"Mama macem gak tau aja anak muda " ucap Davin enteng .
"Kau ini memang sangat nakal ya suka sekali berantem " ucap Mama nya .
"Maaf Tante , ini semua salah Aya , gara gara temen Aya Davin jadi seperti itu ." Ucap Cahaya penuh dengan rasa bersalah .
"Ah tidak apa apa sayang , Davin memang sering seperti itu , Dia memang suka berantem ,jadi kamu jangan minta maaf seperti ini , Tante gak mempermasalahkan nya kok ," ucap Tante Sari yang membuat Cahaya tersenyum ..
"Oh iya iya , sayang kamu nginap di sini ya , Tante seneng loh kalau kamu mau nginap di sini "
"Emmmmm kayak nya gak bisa deh Tante , soal nya Aya gak bawa baju , lain kali deh ya Tante " ucap Cahaya .
"Oke deh , Tante tunggu ya " Mereka pun lanjut mengobrol nya sampai hari sudah soreh , Cahaya pamit kepada Tante Sari ,
"Tante Aya pamit dulu ya , udah soreh ini " ucap Cahaya sambil mencium tangan Tante Sari .
"Iya sayang Kamu hati hati ya , Davin jangan ngebut ngebut ya bawa mobilnya , kalau dia ngebut bilang aja sama Tante " ucap Tante Sari sambil memeluk Cahaya .
__ADS_1
"Apa sih Ma , Davin selalu menjaga Cahaya Ma , gak mungkin Davin. biarin dia terluka " ucap Davin . membuat Mama nya tersenyum . Cahaya dan Davin pun langsung menuju mobil dan pergi meninggalkan rumah Davin , Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , dan ia selalu melirik ke arah Cahaya dengan senyuman yang manis .