
Malam itu tampak semua tamu masih berdatangan , acara belum di mulai tetapi mereka masih saja menikmati suguhan disana , baik makanan maupun musik yang membuat mereka senang .
Renal kini duduk satu meja dengan Cahaya ia berusaha tenang seolah tadi tidak terjadi sesuatu apa pun .
Namun Cahaya hanya diam , tidak seperti biasanya .
"Apa Lo masih marah ?" Tanya Renal
"Gak , buat apa Gue marah sama Lo" ucap cahaya jutek .
"emmm maafin Gue ya tadi , Gue gak sengaja ngelakuin hal itu ,itu di luar kendali Gue Aya " ucap Renal . Mendengar perkataan Renal
Cahaya tersenyum sinis.
"Lo salah minta maaf ke Gue , bukan Gue yang Lo tonjok , " ucap nya lalu beranjak dari tempat duduknya .
"Lo mau kemana ?" Tanya Renal .
"Gue mau ke toilet " ucap Cahaya .
"Gue temenin ya ?"
"Gak usah " Cahaya langsung berjalan pergi meninggalkan Renal , ia menuju kearah toilet .Renal tau Cahaya pasti masih marah dengan nya , tapi ia tidak mempermasalahkan nya ia tetap menunggu Cahaya .
Cahaya langsung memasuki toilet wanita setelah selesai ia keluar , ketika dia ingin kembali ke tempat pesta , ia melihat seseorang yang sedang berdiri di sebuah taman . Pandangan nya lurus ke depan
, Cahaya sedikit mendekati lelaki itu , "Seperti nya tidak asing" batin nya di dalam hati . Ia perlahan mendekati lelaki itu .
"Rayyanza " gumam nya , Cahaya langsung menghampiri nya ,
"Ray kenapa Lo ada di sini" panggil nya membuat Rayyanza menoleh ke arah suara itu .
Degggg
Jantung nya seakan berhenti berdetak mendengar suara itu .
"Aya ?" pekik nya. Rayyanza terkejut ketika Cahaya sudah berada di samping nya dan juga menatap ke depan . Rayyanza kembali menatap ke depan. Cahaya hanya tersenyum ,melihat apa yang sedang di pandang oleh Rayyanza .
__ADS_1
"Emmmmm Gue kurang suka keramaian Aya " ucap Rayyanza, Cahaya membuka topeng nya lalu membuang nya .
"Kenapa Lo buang ?" Tanya Rayyanza mengeryitkan sebelah alis nya .
"Gue sama Ray , Gue juga kurang suka , Gue lebih suka ketenangan seperti ini " ucap Cahaya .
"Benar kah ?" Tanya Rayyanza .
"Iya Gue suka sekali tempat yang membuat Gue tenang " ucap Cahaya .
"Kalau Lo tau dimana tinggal Gue dulu pasti Lo suka " ucap Rayyanza .
"Oh iya , emang nya ada apa di sana? Tidak jauh beda kan di sini?" Pekik Cahaya .
"Jelas beda Aya , di sana tempat nya sangat nyaman , udara nya masih segar bahkan banyak sekali tanaman nya " ucap Rayyanza sambil mengingat desa nya dulu yang begitu indah walaupun hidup sederhana akan tetapi penuh dengan ketenangan .
"Oiya ,kapan Lo ngajak Gue ke sana?" Tanya Cahaya .
"Nanti ya , kalau ada waktu Gue bawa Lo kesana , Gue akan kenalin Lo sama sahabat Gue , dia orang nya lucu dan sangat humoris "
"Emmmmm kurang lebih seperti mereka "
"Baiklah , janji akan menepati nya ?" Tanya Cahaya .
"Iya Gue janji Aya " ucap Rayyanza .
"Aku suka sekali Ray tempat ini , Aku bisa memandang langit sepuasnya ." Ucap Cahaya sambil memandangi langit yang bertaburan bintang .
"Ya udah kita duduk yuk " Ajak Rayyanza .
"Disini?" Tanya Cahaya karena tidak ada bangku di sana.
"Iya Aya , di bawah lebih indah memandangi bintang bintang " ucap Rayyanza , Cahaya mengangguk kan kepala nya . Ia masih menatap langit yang indah itu . Benar sekali kata Rayyanza bahkan Cahaya tidak memalingkan tatapan nya .
"Apa Mama sama Papa Gue ada di antara bintang bintang itu "
"Apa mereka sekarang melihat Gue juga" ucap Cahaya .
__ADS_1
"Pasti , mereka selalu menatap Lo Aya , bahkan mereka senang jika Lo bahagia " ucap Rayyanza .
"Ray , Apa Mama mu sering mendongeng kan cerita untuk Lo ?" Tanya Cahaya membuat nya terdiam sesaat , lalu ia memandang Cahaya.
"Aya ,bahkan Gue belum pernah melihat wajah nya " ucap nya , Cahaya terkejut mendengar perkataan Rayyanza ,
"Maaf Ray Gue gak maksud ..." Belum selesai berbicara , jari Rayyanza berada di bibir nya membuat Cahaya membulatkan matanya .
"Sssssst , gak ada yang salah Aya , karena memang ini takdir Gue , Mama Gue pergi meninggalkan dunia ini saat Gue lahir , itu di sana pasti Mama Gue sedang tersenyum melihat Gue " Ucap Rayyanza sambil menunjuk ke arah sebuah bintang .
"Yang sabar ya Ray " ucap Cahaya , Rayyanza hanya membalas nya dengan senyuman , mereka kembali menatap bintang yang bersinar itu , tanpa di sadari ada seseorang yang menatap mereka sedari tadi .
"Siapa lagi lelaki itu , mengapa ia mendekati pinguin Ku " ucap nya ,ya lelaki itu adalah Davin , ia datang di acara pesta itu diam diam , ia tidak mau Cahaya kenapa kenapa , namun ketika sampai di dalam ia tidak menemukan Cahaya ia memutuskan mencari nya di toilet , benar saja ketika langkah nya belum masuk ke toilet dari kejauhan ia melihat Cahaya bersama seorang lelaki sedang berbicara , ia memilih diam dan menatap mereka berdua . Kesal dan rasa cemburu itu pasti dirasakan oleh Davin ,tapi dia harus menepis kan semua nya , ia tidak ingin menjadi arogan .....
Acara pun akan di mulai semua nya pada kumpul mengelilingi meja yang ada beberapa orang di sana . Di meja juga ada kue ulang tahun yang sangat cantik yang telah dihiasi se menawan mungkin ...
Suara musik pun di putar untuk memulai acara nya , sampai pada tahap tiup lilin Fira langsung meniup lilinnya , dan semua nya bertepuk tangan , kini giliran nya memotong kue , potongan pertama ia berikan kepada kedua orang tua nya ,dan selanjutnya kepada sahabat sahabat nya . Renal yang sedari tadi sibuk melihat kesana kemari menjadi was was sebab sedari tadi Cahaya belum kembali , apa lagi di lihat nya Syellin berdiri sendiri memegang gelas berisi minuman . Geri dan Denis menghampiri Renal yang sedang gelisah itu .
"Woi ngapain Lo kayak gitu , " ucap Geri yang melihat Renal sedari tadi celingukan .
"Iya kayak apa aja Lo Ren , ini pesta Ren , jangan malu malu in ah " tambah Denis .
Renal yang kesal dengan perkataan keduanya langsung menatap mereka dengan tajam , dan lalu menyentil telinga kedua nya hingga merah .
"Awwww apaan si Ren " ucap Geri .
"Iya ini sensi amat jadi orang " celetuk Denis .
"Berisik kali kalian " ucap nya dengan kesal .
" Lo ada lihat Aya gak ?" Tanya Renal .
"Aya ? Enggak Ren dari tadi Gue gak lihat dia , mungkin udah pulang kali , dia kan kurang suka acara rame rame gini " ucap Geri yang teringat dulu Cahaya pergi meninggalkan pesta ulang tahun teman nya .
"Bener tuh Ren , coba Lo telpon " ucap Denis . Renal meraih ponselnya yang berada di kantong celana nya dan mencoba menghubungi Cahaya , namun sayang ponsel nya tidak aktif ,membuat Renal semakin khawatir , namun di tengah kekhawatiran nya Cahaya datang bersama Rayyanza dengan senyuman penuh di wajah mereka , mereka berjalan beriringan dan saling pandang .
"Ren tu dia Aya " ucap Geri sambil menunjuk ke arah Cahaya dan Rayyanza , mendengar ucapan Geri Renal langsung memalingkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Geri . Denis dan Renal membulat kan kedua mata nya melihat mereka berdua ....
__ADS_1