
[Bagaimana Aya , Lo mau kan ntar malam makan malam sama gue]
Renal mengirim pesan ke Cahaya , Cahaya yang melihat pesan itu langsung mendengkus kesal , pasal nya saat ini diri nya sedang bersama Rayyanza di sebuah Cafe , dan Notif pesan tersebut benar benar mengganggu ke romantisan mereka , sebab selama Renal pulang dari luar Negeri , Renal selalu saja mengganggu Cahaya dan benar benar tidak membiarkan gadis itu menemui Rayyanza bahkan bersama dengan Rayyanza sedetik pun, karena Renal selalu mengikuti Cahaya , bahkan kalau Cahaya ke kampus Renal selalu mengantar nya dan menunggu Cahaya sampai Cahaya selesai mata pelajaran kuliah nya benar benar Renal tidak ada kerjaan ! Pilu Cahaya karena tidak bisa sedikit pun bersama dengan Rayyanza . Dan saat ini kesempatan saat yang tepat Cahaya bertemu dengan Rayyanza kekasih nya , karena Renal sedang mengikuti ujian kelulusan untuk menyusul ketinggalan nya. Namun siapa sangka di tengah sedang asik meluapkan kerinduan nya mereka , Cahaya mendapat kan pesan dari Renal .
"Siapa ?" Suara berat lelaki itu mengalihkan perhatian Cahaya yang sedang menatap ponsel nya dengan kesal . Lalu tanpa menjawab Cahaya langsung memberikan ponsel nya ke lelaki itu agar lelaki itu sendiri yang membaca nya . Setelah menerima ponsel dari sang kekasih , Rayyanza mengeryitkan alis nya sebelah , dia tidak menyangka Kakak nya lah yang membuat Kekasih nya cemberut , pasal nya sedari tadi Cahaya tertawa lepas bersama Rayyanza , seakan dia tidak mempunyai masalah jika berdua bersama dengan Rayyanza , Rayyanza yang selalu memberikan hal yang Romantis dan juga perhatian yang sangat luar biasa , membuat nya selalu memuji lelaki yang berada di hadapan nya saat ini , namun tiba tiba ketika Cahaya mendapat kan Notifikasi dari ponsel nya dan membaca nya seakan senyuman yang keluar dari bibir nya itu langsung hilang dalam sekejap mata , Cahaya langsung merubah raut wajah nya , membuat sang kekasih penasaran , hal apa yang telah merubah raut wajah kekasih nya seperti ini .
"Sabar ya sayang , aku belum bisa membahas hubungan kita ke kak Renal , aku takut kak Renal syok kalau tau hubungan kita " ucap Rayyanza sambil mengelus puncak kepala Cahaya dengan lembut . Sedangkan gadis itu hanya menghela nafas nya kasar , dia sebenarnya sudah muak dengan hubungan nya saat ini yang di tutup tutupi , bahkan bertemu saja dengan kekasih nya sangat lah susah .
"Aku tidak tau sampai kapan kita harus seperti ini Ray , jujur aku gak mau kita sembunyikan hubungan ini" jawab Cahaya dengan nada putus asa , karena dia tidak ingin Renal menjadi duri dalam hubungan nya dengan Rayyanza .
"Sayang , aku janji dalam waktu dekat ini aku akan membicarakan nya dengan kak Renal , aku juga gak suka lihat kamu dekat dekat dengan kak Renal sayang , jujur aku cemburu sayang , hati ku sangat sakit sayang , tapi aku harus buat apa , aku takut kak Renal sakit lagi, karena belum lama dia bangun dari tidur panjang nya , bagaimana pun aku sangat menyayangi nya Sayang" Ucap Rayyanza memberikan pengertian kepada Cahaya , Cahaya yang mendengar nya hanya mengangguk kan kepala nya ,dia juga mengerti dengan perasaan kekasih nya itu , dia seharusnya tidak boleh berpikiran egois , karena Renal juga koma karena menyelamatkan diri nya , dia harus bisa mencoba memahami semua ini .
"Sudah jangan cemberut lagi ya sayang , aku mau kita habiskan waktu kita yang sedikit ini buat kita berdua , dan tidak membahas hal yang lain lagi , ayo senyum dong aku suka kalau kamu senyum sayang " Goda Rayyanza membuat Cahaya langsung blussying . .
"Iya sayang " ucap Cahaya sambil menyunggingkan senyuman nya .
__ADS_1
"Gitu dong kan cantik " Puji Rayyanza kepada kekasih nya itu , bukan nya senang tapi Cahaya malah memanyunkan bibirnya.
"Jadi aku tidak cantik kalau aku cemberut gitu , aish " Kesal Cahaya membuat Rayyanza gemas dengan kekasih nya itu , Rayyanza mencubit hidung mancung kekasih nya dengan pelan .
"Awww" Ringis Cahaya sambil memegangi hidung mancung nya .
"Kok di cubit sih "Protes Cahaya .
"Habis nya kamu gemesin tau kalau kayak gitu , kamu tau sayang di antara wanita yang ada di dunia ini , cuman kamu yang paling cantik sayang , aku beruntung banget bisa menjadi kekasih mu , aku bahkan masih belum menyangka bisa sedekat ini dengan mu " ujar Rayyanza yang merasa bersyukur telah menaklukkan hati seorang Cahaya ,
"Aku serius sayang , aku juga sebener nya gak mau kita lama lama pacaran " ucap lagi Rayyanza yang membuat Cahaya mengeryitkan sebelah alis nya , dia tidak tau apa maksud dari perkataan sang kekasih , apakah kekasih nya akan memutuskan hubungan nya dengan nya , tapi kenapa ? Bukan nya mereka baru saja menjalin hubungan ? Tapi kenapa cepat sekali berakhir ? Apa Rayyanza hanya memainkan perasaan nya saja , sungguh Cahaya sangat bingung dengan ucapan dari sang kekasih .
"Maksud nya ?" Tanya Cahaya . Melihat kekasih nya yang di buat penasaran Rayyanza menyunggingkan senyuman nya , dia sudah bisa menebak pasti kekasih nya sedang berpikiran yang macam macam dengan nya .
"Aku mau kamu jadi istri ku " Ucap Rayyanza membuat Cahaya terdiam sesaat , dia masih mencerna kata kata yang di lontarkan kekasih nya barusan , ISTRI ? Apa benar harus secepat itu menjadi istri ? Apa benar kekasih nya menginginkan nya menjadi istri nya ? Dan saat ini Cahaya lagi tidak salah dengar kan , oh ayolah Author jangan membuat debaran jantung dari Cahaya lebih cepat , takut nya Cahaya kena serangan jantung lagi .
__ADS_1
"Sayang ?" Panggil Rayyanza dengan nada lembut nya membuat Cahaya tersadar dari dunia pikiran nya .
"Eh iya ". jawab Cahaya
"Apa kamu tidak mau menjadi istri ku sayang ?" Tanya Rayyanza dengan nada penuh dengan keseriusan .
"Kamu bercanda kan ?" Bukan nya menjawab Cahaya malah kembali bertanya dan berpikir bahwa perkataan sang kekasih hanya lah sebuah candaan saja.
Rayyanza menghela nafas nya pelan , lelaki itu benar benar sabar menghadapi sang kekasih , bagaimana tidak diri nya harus mengulang kata kata nya dan menjelaskan panjang kali lebar agar sang kekasih paham .
"Aku serius sayang , setelah semua urusan ini selesai dengan kak Renal , dan aku akan mengatakan kepada Papa aku sudah yakin dengan keputusan ku ini , aku ingin menjadikan mu istri ku dan menjadikan mu ibu dari anak anak ku , apa kamu bersedia Sayang , dan apa kamu mau sayang
menunggu ku " Ucap Rayyanza sambil beranjak berdiri lalu dia bersimpuh di bawah Cahaya , Rayyanza mengeluarkan sebuah kotak dari saku celana nya , dia membuka nya , dan ternyata isi nya sebuah cincin berlian yang sangat cantik . Cincin yang sudah sejak lama dia pesan , dan Cahaya lah yang menemani nya memesan cincin itu ketika mereka belum jadian dan mereka sedang berjalan jalan ke mall dan tidak sengaja mengunjungi toko perhiasan.
Cahaya masih tidak habis pikir dengan kejadian ini , ini sungguh mengejutkan bagi nya , di lamar tiba tiba oleh kekasih nya yang baru seminggu lalu meresmikan hubungan mereka , apakah ini candaan ? ini serius bukan
__ADS_1
"Aku tau , kita belum lama menjalin hubungan ini , tapi selama kita dekat aku sudah mengetahui semua nya tentang mu sayang , dan sudah membuat ku sangat yakin dengan mu, aku sudah sangat yakin dengan mu , dan aku tidak ingin menunda nunda waktu lagi , aku sangat menyayangimu Sayang , dan di hari ini aku ingin melamar mu , Will you marry me ?" Ucap Rayyanza lagi dengan posisi yang masih sama bersimpuh di bawah kaki Cahaya . Rayyanza sangat romantis bukan ? Tolong sisakan dong di dunia nyata satu lelaki yang seperti Rayyanza , author kan juga mau , berasa di dalam dunia novel hehehe