
Cahaya kini sudah memasuki hotel yang akan di gelar kan resepsi pertunangan diri nya dan Davin . Cahaya menghela nafas nya kasar , lalu menatap pantulan wajah nya di cermin kamar hotel itu .
"Maaf kan Aku Ray!" Lirih Cahaya sembari mengusap air mata nya yang mengalir di pipi nya .
"Sayang !!" Suara wanita paruh baya yang tidak lain adalah Mama nya .
Cahaya menoleh dan melihat Mama nya sudah sangat cantik memakai gaun berwarna biru .
"Kamu sudah siap.??" Tanya lagi Mama nya .
Cahaya mengangguk kan kepala nya .
"Iya Ma " Jawab Cahaya .
"Ayo" Ajak Mama nya sembari menggandeng tangan putri cantik nya itu .
Semua nya sudah berkumpul di sebuah ruangan yang sangat luas dan memang di pesan khusus , tamu tamu semua nya berdatangan di sana . Cahaya masuk ke dalam ruangan itu dan di sambut seluruh orang yang tengah memandangi diri nya dengan kagum .
Davin pun yang melihat itu tidak mengedipkan mata nya sama sekali , sampai diri nya tidak mendengar MC yang mengatakan jika acara nya sudah di mulai .
"Kamu bisa memandang nya nanti , ini masih banyak tamu Dav!!" Seru Papa nya Davin sembari meledek sang putra .
Davin tergeragap , lalu menatap Papa nya yang tengah meledek nya .
"Apa sih Pa " Sungut Davin tidak terima dengan ledekan sang Papa .
"Kamu tau , MC nya sudah memulai acara nya Dav. Sekarang kamu di suruh tukar cincin dengan Aya !!" Cetus Papa nya .
Davin pun melirik ke sana dan kemari dan mendapati semua sepasang mata tengah menatap nya , Uwow sungguh memalukan , berarti sedari tadi Davin melamun batin Davin di dalam hati nya .
Cahaya pada saat itu hanya terdiam dan menatap kosong ke arah Cincin yang ada di kotak beludru . Gadis cantik itu tidak menyangka jika diri nya akan bertunangan dengan orang yang tidak di cintai nya .
Acara pasang cincin pun telah di lakukan dan kini saat nya acara bebas . Semua tamu bebas melakukan apa saja . Mau berdansa, bernyanyi dan memakan hidangan yang telah di sediakan .
__ADS_1
Di sudut ruangan ada seorang pria yang tengah menatap ke arah Cahaya dan Davin , pria itu mengepalkan kedua tangan nya dan lalu mengambil ponsel milik nya yang berada di saku celana nya
[Lo datang ke Hotel Xxxx Dan masuk ke salah satu ruangan VVIP , Lo akan lihat sendiri apa yang telah terjadi . Ini semua tentang kekasih Lo Cahaya . Gue tunggu Lo di sini , gue di depan ruangan VVIP ] Send .
Pesan itu langsung centang Biru , dan pemilik nya sudah membaca nya . Pria itu lalu pergi dari tempat itu dan melangkah keluar ruangan tersebut dan berniat akan menunggu seseorang .
Tidak lama orang yang di tunggu pun datang , pria itu datang dengan nafas nya yang memburu , dan menatap seorang pria yang sudah menunggu nya sedari tadi .
"Lo akan lihat sendiri dengan mata kepala Lo . Lo lihat , apa yang sebenarnya terjadi !" Cetus pria itu sambil menuntun pria yang datang masuk ke dalam ruangan hotel VVIP itu .
Pintu terbuka , pria itu masuk dan mendapati sebuah pesta yang sangat meriah , dan melirik ke sana kemari , satu pandangan nya jatuh ke arah seorang gadis dengan gaun yang sangat cantik . Gadis cantik itu tengah duduk dengan seorang pria yang tidak asing bagi nya . Pria itu menoleh ke arah teman nya itu meminta penjelasan .
"Aya udah tunangan sama Davin . Dan Lo bisa lihat sendiri kan , gue enggak bohongin Lo sama sekali .Fine , Lo udah tau kan jawaban apa untuk pertanyaan Lo dari tadi tentang Aya yang enggak respect sama Lo !! Dan Lo udah bisa simpulkan semua nya , enggak perlu gue jelasin lagi bagian itu " Ujar pria itu panjang lebar .
Pria itu mengepalkan kedua tangan nya , rahang nya mengeras , pria itu tidak menyangka jika gadis yang sangat dicintainya , akan mengkhianati diri nya . Padahal baru saja diri nya melamar gadis itu , walaupun tidak dengan pesta mewah , tapi setidak nya ketika masalah diri nya dengan sang kakak sudah selesai , pasti diri nya akan melamar nya dengan resmi . Tapi kini apa ?? Gadis itu malah menghianati diri nya . Sungguh sangat menyakitkan bagi diri nya . Pria itu melangkah kan kaki nya ke arah pasangan yang tengah duduk itu , tidak lama pria itu telah sampai dan langsung menatap tajam ke arah gadis cantik itu .
"Hebat ya !! Baru saja kamu terima lamaran ku , tapi apa yang aku lihat saat ini !! Kamu tega mengkhianati diriku !!" Pekik pria itu dengan suara yang lantang , membuat semua sepasang mata menatap ke arah mereka .
Deg
"Ray , Aku bisa jelasin semua nya " Cahaya memanggil pria itu yang tidak lain adalah Rayyanza , Cahaya juga berniat akan menjelaskan semua nya kepada Rayyanza , namun Rayyanza mengangkat tangan nya ke atas tidak mau mendengar apa pun lagi .
"Cukup !! Aku tidak mau dengar apa pun lagi !!" Ucap Rayyanza , lalu melangkah kan kaki nya pergi dari pesta itu , Cahaya yang melihat Rayyanza langsung berlari mengejar nya , Davin yang melihat itu langsung berlari mengejar nya .
Rayyanza terus menerus berlari dengan rasa kekecewaan nya , tidak peduli lagi teriakan Cahaya yang berlari di belakang nya . Hingga Rayyanza kini tengah berada di tengah jalan , dan berhenti , Rayyanza merentangkan kedua tangan nya dan menatap mobil yang melaju kencang ke arah nya .
"Aku tidak bisa hidup tanpa mu Aya !! Jika aku tidak bisa memiliki mu, aku akan pergi selama lama nya , biarkan aku pergi membawa luka ini Aya . Selamat tinggal , aku tidak mampu melihat mu bersama dengan orang lain Aya" teriak Rayyanza , Rayyanza memejamkan kedua bola mata nya , saat ini diri nya ingin mengakhiri hidupnya , dan tidak ingin hidup penuh dengan luka .
Cahaya yang melihat Rayyanza di tengah jalan dan melirik ke arah lain ada sebuah mobil yang ingin menabrak nya langsung berlari kearah pria itu , dan ketika mobil itu hendak menabrak Rayyanza , Cahaya mendorong pria itu.
Braakkkk
Cahaya tertabrak mobil itu dan terpental jauh , sedangkan Rayyanza pria itu terkejut dan melirik ke arah Cahaya yang tengah tergeletak di jalan , Rayyanza berlari dan menghampiri Cahaya , Pria itu menangis melihat Cahaya penuh dengan darah .
__ADS_1
"Aya ??" Panggil Rayyanza sembari menangis .
"Ray , maaf kan aku ! Aku sudah menghianati diri mu sayang .Maaf kan a a ku Ray" Ucap Cahaya dengan lemah .
"Kamu enggak salah Aya sayang , aku yang salah , aku sudah bodoh , ini semua karena aku , kalau aku tidak melakukan hal bodoh tadi , kamu tidak akan seperti ini " Ucap Rayyanza menangis tersedu ,
Cahaya menggeleng kan kepala nya lemah .
"E enggak Ray , ini salah ku" lirih nya lagi lalu Cahaya memejamkan kedua bola mata nya .
,"Aya !!! " Teriak Rayyanza .
Davin yang baru sampai langsung menghampiri Rayyanza yang tengah memangku Cahaya sembari bersimbah darah , Davin mengepalkan kedua tangannya dan langsung meninju Rayyanza dengan brutal .
Bug bug bug
"Sialan Lo " Pekik Davin , lalu Davin meraih tubuh Cahaya dan membawa nya pergi . Sedangkan Rayyanza , pria itu terdiam dan tidak membalas pukulan dari Davin , Rayyanza sadar jika ini salah diri nya .
Tidak lama Davin yang membawa Cahaya sudah sampai di rumah sakit terdekat , untung saja jarak rumah sakit nya tidak terlalu jauh .
"Dok Tolong" Teriak Davin memanggil Dokter.
Dokter yang berada di sana langsung menghampiri nya dan mengecek kondisi Cahaya . Dokter tersebut menghela nafas nya panjang lalu menatap Davin .
"Maaf pak , pasien sudah tidak ada ! Semoga Bapak bisa sabar , turut berdukacita Pak " Ucap dokter tersebut kepada Davin .
Davin yang mendengar itu langsung terjatuh ke lantai , tubuh nya lemas seketika , diri nya tidak pernah membayangkan Cahaya akan pergi meninggalkan diri nya selama-lamanya .
"Aya !! Kamu jahat , kamu pergi tinggalkan kakak" pekik Davin .
°°°
Tamat....
__ADS_1
Thanks ya udah support karya ku Di Antara Ketiga nya !! Happy reading 😍