
Suara pekikan pistol menggema di area kawasan pantai, semua nya terkejut mendengar suara pistol itu . Mendengar suara tembakan Davin sangat khawatir dengan Keadaan Cahaya, Davin takut terjadi sesuatu kepada Cahaya , lelaki tampan itu terus berlari sekuat tenaga mencari wanita cantik itu , dia berlari mengikuti arah suara tembakan itu . Tidak lama dia berlari dia sampai di tempat dimana tempat Cahaya berada , betapa terkejutnya dia melihat Om Jaenal yang sedang berada di depan Cahaya sambil memegang pistol dan mengarah kan nya ke Cahaya , Davin langsung memukul tangan om Jaenal dan seketika pistol itu jatuh entah kemana , Davin pun menghajar om Jaenal tiada henti hingga om Jaenal jatuh tersungkur dan tidak berdaya lagi melawan serangan dari Davin .
Syett Buk Buk Pak
Om Jaenal jatuh tersungkur , sampai Om Jaenal tidak mampu berdiri lagi , Davin ingin melanjutkan pukulan nya lagi namun tertahan dengan suara isakan tangis seorang wanita .
"Hiks hiks hiks Renal" Tangis Cahaya pecah sambil memangku tubuh Renal yang sudah lemas dan di penuhi darah yang mengalir begitu deras. Davin berjalan menuju Cahaya dan Renal , dia mengambil ponsel di dalam saku celana nya dan menghubungi seseorang , tidak lama kemudian sambungan telepon pun terhubung ,
"Cepat kemari " ucap Davin di dalam sambungan telepon nya , Davin langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak , siapa yang di hubungi oleh Davin , ternyata yang di hubungi Davin adalah salah satu dari anak buah nya , dia menyuruh anak buah nya segera datang ke tempat nya untuk membawa Renal ke rumah sakit . Tidak membutuh kan waktu yang lama untuk anak buah Davin , mereka sudah sampai dan langsung mengambil ahli tubuh Renal dari pangkuan Cahaya . Cahaya masih histeris melihat apa yang terjadi saat ini . Dia terusan menangis tiada henti nya
Davin mendekat dan memeluk tubuh wanita itu memberi kan ketenangan , Cahaya nampak syok atas kejadian yang baru saja menimpa nya tadi .
"Renal , dia dia terluka karena Aku Davin hiks hiks hiks " ucap Cahaya sambil terus menerus menangis . Davin mengusap puncak kepala Cahaya dengan lembut.
"Tenang lah , dia akan baik baik saja ," ucap Davin .
"Ayo kita pergi susul Renal " Ajak Cahaya dengan suara serak nya . Davin meng ia kan ajakan Cahaya . Mereka pun pergi dari tempat itu dan langsung menuju ke mobil Davin.
__ADS_1
Flashback
Renal yang melihat Cahaya di kejar oleh om Jaenal , Renal pun segera bangkit dari jatuh nya dia menahan sakit di sekujur tubuh nya berjalan mengejar Cahaya . Walaupun badan nya sakit semua tapi dia tidak ingin Cahaya kenapa kenapa dia menepis semua rasa sakit nya , dia terus berjalan menahan rasa sakit nya dan sampai dia melihat Om Jaenal sudah menodong kan sebuah pistol ke arah wanita pujaan nya itu .
Ketika Om Jaenal menodongkan pistol nya ke arah Cahaya dan menarik pelatuk nya , Renal pun dengan sigap berlari dan memeluk tubuh Cahaya ,Cahaya terkejut ketika dia membuka mata nya dan melihat seseorang yang sedang memeluk nya .
Dor
Tanpa menunggu lama lagi peluru sudah menembus tubuh Renal , seketika Renal lemas , dan sebelum dia menutup mata nya dan tidak sadar kan diri dia membisikkan sesuatu di telinga Cahaya .
"Aku mencintai mu " bisik Renal. Dan Renal pun langsung jatuh lemas dengan darah yang mengucur deras , Cahaya histeris melihat Renal yang seperti itu , dia menarik tubuh Renal dan membawa nya ke dalam pangkuan nya .
Om Jaenal yang melihat itu langsung berdesis kesal , karena bukan keponakan nya yang terkena tembakan nya tetapi malah orang lain .
"Sit sialan " ucap Om Jaenal , Om Jaenal langsung menodongkan lagi pistol nya dan ingin menembak lagi keponakan nya , namun sayang aksi nya di gagal kan oleh Davin yang datang tepat waktu .
Flashback Off. ..
__ADS_1
Sementara Rayyanza , Syellin , Denis dan juga Geri sama sama terkejut ketika mendengar suara letusan senjata api itu , mereka terus berlarian mencari tahu dimana keberadaan suara tersebut , sampai mereka telah lama mencari namun tidak kunjung menemukan apa pun dan sampai mereka melihat beberapa orang yang sedang menggotong seseorang dan berjalan cepat , mereka berlari dan menghampiri beberapa orang itu . Mereka terkejut ketika melihat Renal yang sedang di gotong oleh beberapa lelaki berbadan kekar , mereka pun mendekat ke arah Renal , dan betapa terkejutnya lagi mereka melihat kondisi Renal yang sangat mengenaskan , tubuh nya Renal di penuhi dengan darah yang segar mengalir tiada henti nya .
Rayyanza histeris menghampiri sang Kakak , tanpa basa basi Rayyanza mengeluarkan air mata nya .
"Kak kakak , kakak kenapa kak " ucap Rayyanza ingin meraih tubuh kakak nya. Namun segera di halangi oleh salah satu lelaki bertubuh kekar itu .
"Maaf jangan ganggu , kami akan membawa nya segera ke rumah sakit , karena pendarahan nya tidak berhenti " ucap salah satu lelaki itu dan langsung berjalan membopong tubuh Renal.
"Tapi dia ..." ucapan Rayyanza terputus ketika Geri menepuk pundak lelaki itu .
"Ayo cepat Ray , tidak ada banyak waktu " ucap Geri ,
Rayyanza ,Geri ,Denis dan Syellin pun segera menuju ke mobil mereka , langkah mereka terhenti ketika mendengar suara isakan tangis dari belakang tubuh mereka , mereka semua nya menoleh ke belakang , mereka terkejut ketika melihat di belakang mereka sudah ada Cahaya dan Davin , tampak Cahaya sangat histeris saat ini , dia menangis tiada henti nya , Davin menuntun tubuh Cahaya yang tampak nya sangat lemas itu . Syellin yang melihat sahabat nya histeris seperti itu , dia langsung menghampiri nya dan memeluk sahabat nya itu .
"Aya ? Jangan nangis " ucap Syellin penuh dengan perhatian . Cahaya membalas pelukan Syellin .
"Renal , Renal , terluka karena melindungi Aku hiks hiks hiks" ucap Cahaya sambil menangis di dalam pelukan sahabat nya itu . Syellin terus berusaha menenangkan sahabat nya itu . Syellin melepaskan pelukannya , dia menghapus air mata sahabat nya . Syellin masih bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi , namun Syellin belum berani menanyakan nya kepada Cahaya , dia tau saat ini Cahaya sangat terpuruk .
__ADS_1
"Sudah , jangan menangis lagi ya , ayo kita ke rumah sakit " ucap Syellin sambil menghapus air mata sahabat nya itu . Cahaya mengangguk kan kepala nya , lalu Davin meraih tangan Cahaya dan menggandeng nya masuk ke dalam mobil Davin , Davin lalu melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit . Begitu pula dengan Rayyanza , Geri , Denis dan juga Syellin , mereka semua nya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit .
Sedangkan Renal kini sudah sampai di rumah sakit ,anak buah Davin membawa Renal ke ruang UGD , dokter langsung melakukan tindakan nya , membawa Renal menuju ke ruangan operasi .