Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Membalas


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan ruang itu semua nya sedang merenggangkan otot otot nya , mereka beristirahat di dalam rumah itu . Mereka berbincang , bercanda bahkan sesekali mereka tertawa karena candaan mereka sangat lah lucu , ya tau aja kan ada Syellin , Denis dan juga Geri , sang pembawa kekocakan .


"Syell Lo tau gak , tadi kan pak Yono nyariin Lo " ucap Geri sambil terkekeh kecil , Syellin yang mendengar nya langsung membulat kan kedua bola mata nya .


"Ck apaan si Lo kadal , gak lucu juga candaan nya Lo kali" sahut Syellin kesal , karena dia tau pak Yono memang akhir-akhir ini selalu mencoba mendekati nya , bagaimana Syellin mau di dekati oleh seorang pak Yono , dosen lelaki itu penampilan nya sangat lah kocak , rambut pendek nya di sisir ke depan , memakai kaca mata bulat , baju kemeja nya di masukin dan selalu cengengesan yang menurut nya tidak masuk di akal , ganteng juga tidak , bukan lah tipe Syellin sama sekali ....


"Hahaha rupa nya Lo nolak gue , gara gara Lo dekat sama pak Yono? Ya ampun Syell , pilihan Lo itu kok kayak gitu ya ?" Ucap Denis sambil tertawa terbahak bahak .


"Sialan Lo Kuda Nil , ini semua gara gara Lo ya kadal " umpat Syellin yang sangat lah kesal . Sedangkan Cahaya dan juga Lelaki tampan itu hanya menggeleng kan kepala nya sambil ikut terkekeh kecil melihat tingkah absurd ketiga teman nya .


" Udah udah , oiya Di sini ada sungai loh cantik kali pemandangan nya ! Dan bahkan ada air terjun nya juga , banyak bebatuan kecil yang ada di bawah air terjun itu " Ucap lelaki tampan itu . Mendengar kata sungai dan air terjun membuat semua nya antusias ,pasal nya mereka sangat lah menyukai liburan ke sungai , apa lagi ada air terjun nya juga , sudah lama sekali mereka tidak pergi liburan ke sungai apa lagi ada air terjun nya .


"Ayo kita pergi sekarang " ajak Denis yang sangat antusias sedari tadi .


"Tapi ini udah agak soreh , nanti kita kemalaman " ucap Lelaki itu sambil melihat arloji yang ada di pergelangan tangan nya .


"Ayo lah , kita tidak akan kemalaman , lagian siapa suruh Lo yang pamer pamer sama kita pada , kan bisa aja besok aja Lo kasih tau nya ya gak " tambah Geri yang tidak kalah antusias nya dengan Denis .


"Iya , Lo aja yang pamer pamer , kalau kita pada penasaran mana bisa lagi di tunda , mau sampai besok pagi yah buat kita pada kagak bisa tidur " ucap Syellin yang sama dengan Denis dan juga Geri .

__ADS_1


"Tapi kalian kan capek , kalian harus istirahat dulu" ucap lelaki itu yang tidak ingin melihat semua nya kelelahan .


"Tidak , ayo lah kita semua sudah sangat penasaran ini "ucap Syellin .


"Iya ayolah , tidak apa apa kok , kita semua sudah tidak capek lagi " ucap Cahaya yang ingin sekali pergi ke tempat itu .


Karena melihat semua teman teman nya sangat antusias , lelaki itu menghela nafas nya panjang .


"Oke baik lah" akhir nya lelaki itu mengalah dia membawa semua nya ke tempat itu .


Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di tempat yang di beritahu kan oleh lelaki itu , kini mereka semua nya seperti patung , membulat kan kedua bola mata nya ketika sudah sampai di tempat itu , ya benar saja pemandangan nya sangat luar biasa , pemandangan nya sangat memanjakan mata bagi siapa saja yang melihat nya . Air sungai yang tidak deras , bebatuan yang besar besar , di atas nya ada air terjun yang mengucur seperti shower namun lebih indah lagi ketika di kelilingi pepohonan yang sangat rindang dan juga pemandangan yang masih sangat asri tidak seperti di perkotaan yang sangat banyak polusi .


"Baru ini gue datang ketempat se cantik ini , biasa nya kita pergi juga gak gini gini amat tempat nya" celoteh Denis yang ekspresi nya sama dengan Syellin .


"Iya bener Den , gue sampai takjub banget , ayo kita ke sana !" Ajak Geri kepada Syellin dan juga Denis , mereka duduk di bebatuan besar yang ada di sana sambil bermain main air .


Sedangkan Cahaya , kini sedang berdiri menikmati pemandangan itu bersama lelaki tampan itu . Lelaki itu mencoba mendekati Cahaya , kini jarak mereka sudah sangat dekat , perlahan kedua netra mereka saling beradu .


"Aya ..." Panggil lelaki itu dengan lembut .

__ADS_1


"Iya ." Jawab Cahaya .


"Di sini aku mau ngomong sesuatu sama kamu " ucap lelaki itu.


"Iya ngomong aja " jawab Cahaya santai , Lelaki itu meraih kedua tangan Cahaya dan duduk bersimpuh di bawah Cahaya .


"Aya , mungkin ini terlalu cepat bagi mu untuk mengenal ku , tapi bagi ku selama dua tahun ini adalah waktu yang lama , aku sadar aku bukan lah siapa siapa Aya , tapi aku ingin membuat mu selalu bahagia ,tidak menangis lagi , Aya aku sudah mencintai mu sejak lama , sejak aku baru pertama kali melihat mu " Ucap lelaki itu menjeda kalimat nya , Cahaya yang mendengar ucapan lelaki itu langsung mengeryitkan dahi nya , dia tidak menyangka lelaki yang ada di hadapan nya bisa berbicara seperti ini .


"Aya ... Sampai saat ini aku masih mempunyai rasa itu , dan aku bahkan tambah mencintai mu Aya , Aya aku tidak ingin hubungan kita hanya sebatas teman seperti yang lain nya , aku ingin hubungan kita lebih , aku ingin kamu menjadi pacar ku atau pun kalau bisa kamu menjadi istri ku " ucap Lelaki itu dengan nada serius nya , membuat kedua bola mata Cahaya berkaca kaca ,dia tidak menyangka selama ini yang ia tunggu akhirnya berani menyatakan perasaan nya , bahkan di tempat yang sangat lah romantis seperti ini . Dari dulu lelaki itu sangat lah ingin mengungkapkan perasaan nya , namun diri nya sangat lah takut jika Cahaya menolak nya , dan bahkan diri nya takut Cahaya membenci diri nya , dia tidak akan sanggup jika Cahaya melakukan hal itu kepada nya .


"Aya ..." Merasa Cahaya hanya di lelaki itu memanggil nya lagi .


"Iya , " ucap Cahaya lirih .


"Bagaimana jawaban nya? Aku siap Aya , kalau kamu menolak ku , aku siap , tapi aku mohon jangan membenci diri ku , apa lagi kami pergi dari hidup ku , aku tidak akan sanggup Aya " ucap Lelaki itu .


Cahaya yang mendengar nya langsung terenyuh hati nya , bagaiman tidak , lelaki ini sudah menemani nya selama dua tahun ini , dan lelaki ini yang membuat nya melupakan masa lalu ya bersama dengan Davin .


"Aku menerima nya Ray !" Ucap Cahaya . Membuat lelaki itu langsung terbangun dan memeluk Cahaya . Ya lelaki itu adalah Rayyanza , lelaki yang selama ini berada di sisi Cahaya , bukan hanya Rayyanza yang mencintai Cahaya , namun semenjak kepergian Davin , Cahaya perlahan melupakan Davin ,dan membuka hati nya untuk orang lain , awal nya dia tidak ingin jatuh cinta lagi karena trauma dengan masa lalu nya , namun ketika dia mendapat kan perhatian dari sosok Rayyanza, yang selalu berada di samping Cahaya , menguatkan , bahkan selalu memberi nya perhatian yang lebih , membuat Cahaya perlahan jatuh hati kepada Rayyanza .

__ADS_1


"Terimakasih Aya , terimakasih , aku janji akan membuat mu bahagia , dan ingat lah aku akan selalu ada bersama mu Aya " ucap Rayyanza yang masih di dalam pelukan Cahaya.


__ADS_2