
Renal masih saja melajukan mobilnya , ia melajukan nya dengan kecepatan sedang , sampai lah pada suatu tempat yang sudah dia dan Om Jaenal siap kan , mereka berhenti di sebuah pantai nan indah , walaupun malam , namun tampak sekali pantai itu sangat indah karena di sana banyak lampu lampu penerangan . Renal menghentikan laju mobil nya ketika sudah sampai di tempat yang dia tuju . Renal pun mengajak Cahaya keluar dari dalam mobil ,
"Tempat apa ini Ren ?" Tanya Cahaya sambil membulat kan mata nya .
"Ayo ikut aku " ajak Renal , Renal menarik tangan Cahaya berjalan menuju ke suatu meja yang sudah di hiasi dengan cantik , hembusan angin malam menerpa tempat itu ya sebenarnya sangat romantis dan juga indah tempat itu , namun bagi Cahaya tidak sama sekali , dia malah di liputi rasa takut yang sangat luar biasa .
"Aku ?" Batin Cahaya .
"Ah sudah lah mungkin dia salah ucap , tapi biasa nya dia tidak pernah menyebut diri nya aku" batin Cahaya lagi .
Cahaya pun mengikuti langkah Renal sambil terus berhati hati . Dia takut Renal berbuat sesuatu kepada nya .
"Ini tempat apa Ren ?" Tanya Cahaya sambil memandang ke segala arah .
Bukan nya menjawab pertanyaan Cahaya , Renal malah diam dan menarik satu kursi mempersilahkan Cahaya untuk duduk .
"Ini tempat apa Renal , gue tidak mau duduk sebelum Lo menjelaskan nya kepada gue" ucap Cahaya kekeh tidak ingin duduk sebelum Renal menjelaskan semua nya.
"Baik lah , aku akan menjelaskan nya tapi kamu duduk dulu ya ?" Rayu Renal dengan lemah lembut , akhir nya Cahaya mau menuruti nya .
"Sudah cepat jelaskan Renal " ucap Cahaya . Renal pun bergegas berjalan menuju ke kursi yang satu nya lagi dan dia duduk di depan Cahaya .
"Baik lah aku akan menjelaskan nya , Aya sebenarnya aku ...." belum sempat Renal melanjutkan perkataannya Cahaya bangkit dari tempat duduk nya dia berdiri .
"Kenapa Aya ?" Tanya Renal bingung melihat Cahaya .
"Mau apa Kau ?" Pekik Aya sambil membulatkan kedua matanya .
"Ha-ha-ha apa kabar keponakan cantik ku " ucap seorang lelaki itu yang datang menghampiri Cahaya dari belakang kursi Renal , Renal pun sudah paham dia langsung berdiri juga .
"Aya tenang lah mengapa kamu takut dia kan oom mu " ucap Renal berusaha menenangkan Cahaya . Ya seseorang yang mendatangi mereka adalah Om Jaenal , dia sudah merencanakan semua nya , dia telah memanfaatkan kekesalan Renal untuk memancing Cahaya agar datang menemui nya .
__ADS_1
"Apa Lo bilang Ren , berarti semua ini kerjaan Lo sama dia ?" Pekik Cahaya .
"ha-ha-ha jelas keponakan cantik ku , lelaki bodoh ini memang terlalu bodoh " ucap Om Jaenal sambil tertawa sinis .
"Apa ? Maksud nya Om apa ?" Tanya Renal yang bingung apa yang di maksud dengan om Jaenal , karena tadi om Jaenal tidak mengatakan seperti itu , lalu apa maksud nya ini tidak sesuai dengan rencana .
"Renal gue kan sudah bilang sama Lo , Lo jangan dekat dekat sama dia , tapi Lo apa ha ? "pekik Cahaya marah kepada Renal
"Dia kan oom kamu Aya ?" Jawab Renal yang masih belum mengerti apa maksud nya .
"Kamu tau Renal , memang dia paman gue tapi dia tidak pernah menganggap gue sebagai keponakan nya dia selalu ingin mencelakai gue , dari dulu sampai sekarang " Teriak Cahaya .
"Apa ?" Renal mengerutkan kedua alis nya , dia masih belum bisa percaya apa yang di kata kan oleh Cahaya .
Sementara di tempat lain , Rayyanza , Syellin , Denis , dan juga Geri masih terus mencari keberadaan Renal , Cahaya dan juga Davin .
"Kemana sih mereka ?" Tanya Syellin bingung dia masih celingukan ke sana kemari .
"Pakai GPS begok " ucap Denis kepada teman teman nya .
"Ah kenapa kagak dari tadi , kalau dari tadi di lacak kan kagak pegel ni kaki " ucap Geri kesal .
"Lo begok si" ucap Denis , mendengar perkataan Denis , Geri memanyunkan bibirnya , namun dia masih terus mengotak ngatik ponsel nya .
"Nomor Cahaya sama Renal gak aktif " Ucap Geri .
"Nomor Davin ?" Ucap Denis .
"Gue gak ada nomor nya bego , siapa di sini yang punya nomor nya Davin ?" Tanya Geri sambil menoleh ke arah teman nya .
"Gue punya " pekik Syellin .
__ADS_1
"Wah ngerih ya Lo Syell , sejak kapan Lo punya no nya Davin , setau gue dia cowok nya susah banget di dekati " ucap Denis .
"He he he gue curi dari Aya " ucap Syelin cengengesan .
"Kawan luknat Lo " ucap Denis .
"Udah cepetan sini , gak usah banyak kali bacot kalian , urgent ini" balas Geri kesal karena lama sekali .
"Iya iya ini " Syellin merogoh tas nya dan langsung mengambil ponsel nya , Geri pun mengetik nomor di layar telepon nya , tidak membutuh kan waktu yang lama , Geri pun berhasil mendapatkan lokasi Davin .
"Ayo kita ke mobil , gue udah dapet ini lokasi Davin , kayak nya Davin lagi di jalan juga menuju ke arah pantai " ucap Geri sambil memperhatikan layar ponsel nya .
"Pantai ?" Pekik semua nya .
"Iya cepetan " Ajak Geri , mereka pun menuruti perkataan Geri , mereka semua nya bergegas menuju ke arah mobil Geri , mereka semua masuk dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .
"Lo gila Ger , kenceng banget bawa mobil nya " ucap Denis yang takut karena Geri membawa mobil nya melaju dengan kecepatan tinggi .
"Ssssttt diam , urgent ini " ucap Geri dia terus fokus ke arah jalanan , mobil mereka melaju membelah jalanan ibu kota yang masih terbilang cukup ramai karena masih belum larut malam .
Sementara Davin masih melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke tempat dimana menunjukkan keberadaan Cahaya , dia sangat khawatir sekali , dia takut akan terjadi sesuatu kepada Cahaya .
"Ssiiit sialan kau Renal , awas saja , aku beri perhitungan nanti , berani nya kau membawa Cahaya pergi sejauh ini " umpat Davin kesal kepada Renal , dia meraih headset dan memakai nya .
"Halo , cepat kalian siap kan semua nya ," ucap nya dengan nada datar dari seberang telepon , ya entah siapa yang sedang Davin hubungi , nampak nya dia sekarang sangat lah marah .
Renal masih bingung dengan yang terjadi saat ini , karena tidak sesuai rencana yang di sepakati oleh dia dan Om Jaenal tadi. Dia masih membutuh kan penjelasan dari om Jaenal .
"Om jelasin ini semua , apa yang di bilang Aya itu gak benar kan ?" Tanya Renal . Om Jaenal tertawa sinis mendengar pertanyaan dari Renal ,
"Ha ha ha dasar anak bodoh , mudah sekali melabui mu , bersiap siap lah kau akan melihat wanita pujaan mu itu akan pergi selama lama nya " Ucap Om Jaenal dengan nada tinggi .
__ADS_1
"Apa ? Om sungguh kelewatan , tadi om mengatakan akan membuat aku dan Aya bersama tapi kenapa om mau mencelakai Aya ," ucap Renal .
"Hei bodoh , aku sengaja mengatakan itu karena aku ingin Aya datang kemari , lalu aku akan mengantar kan nya kepada ayah dan ibu nya " Teriak om Jaenal ..