Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Galau


__ADS_3

...Davin kini sudah sampai di rumah ia memarkir kan mobilnya lalu turun dan langsung berjalan memasuki rumah , di dalam rumah Mama nya masih setia menunggu kepulangan anak nya itu ....


"Davin " lirih mama nya ketika melihat Davin masuk kedalam rumah .


"Mama ? Mama mengapa belum tidur ?" Tanya Davin lembut ia langsung menghampiri Mama nya dan merebahkan dirinya di sofa .


"Mama belum bisa tidur Vin , " ucap Mama nya . Davin melihat ada sesuatu yang tengah mengusik pikiran Mama nya , seperti nya Mama nya berusaha menutupi hal tersebut .


"Ma ,ada apa ? Kenapa wajah Mama sangat gelisah , seperti nya Mama sedang menyembunyikan sesuatu " Ucap Davin .


"Davin " lirih Mama nya .


"Iya Ma , Ada apa ?" Tanya Davin penasaran .


"Papa tadi nelpon sayang , "


"Iya apa yang Papa katakan Ma , sehingga membuat Mama khawatir seperti ini " Tanya Davin .


"Papa bilang kalau tugas kita sudah selesai kita di suruh kembali Davin ,"


Davin terdiam sejenak, ia tidak menyangka harus meninggalkan Cahaya lagi untuk kedua kalinya . Entah apa reaksi Cahaya nanti nya jika tau ia akan pergi lagi .


"Davin , mama tau ini berat untuk mu sayang , kamu harus jauh lagi dari Cahaya , tapi kamu harus ingat sesuatu oiya Tante Reni dan Om Wiratama sudah sadar sayang ?" Ujar Mama nya membuat Davin membelalakkan kan mata nya , ia masih belum yakin karena orang itu sudah tujuh tahun tidak sadar kan diri , keluarga Davin sempat frustasi , karena hidup mereka hanya mengandalkan alat. Tapi keluarga Davin tidak pernah menyerah mereka terus mencoba membuat keduanya sehat kembali .


"Apa Ma ? Aku tidak salah dengar ?" Tanya Davin senang .


"Iya sayang , Kamu lihat ini " Mama nya menunjukkan sebuah video dimana orang yang di maksud membuka matanya perlahan .


"Syukur Ma , " ucap Davin senang .


"Tapi nak , ada satu hal lagi yang harus kamu ketahui " ucap mama nya .

__ADS_1


"Apa itu Ma ?" Tanya Davin


"Tante Reni dan Om Wiratama amnesia sayang , ia tidak mengingat sedikit pun tentang semua nya " ucap Mama nya dengan buliran air mata mengalir di pipi nya .


"Termaksud anak nya ?"


Mama Davin mengangguk kan kepala nya , Davin menghela nafas nya panjang , ia tidak menyangka hal ini akan terjadi lagi , setelah tujuh tahun lama nya koma , sekarang sudah sadar akan tetapi tidak mengingat sama sekali . Davin pamit kepada Mama nya untuk beristirahat ,


"Pergi lah nak , kau sangat lelah seharian ini , kamu butuh stamina esok untuk menjaga nya " ucap Mama nya


" Iya Ma , Davin pergi dulu ya ke kamar , Mama juga istirahat lah ,Davin tidak ingin Mama sakit " ucap nya Mama nya hanya mengangguk kan kepala nya , Davin pun berjala masuk ke dalam kamar nya ia merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk , lelah itu yang ia rasakan sekarang namun lelah nya seakan hilang ketika ia membayangkan wajah Cahaya . Wajah yang selalu tersenyum bahagia , entah apa yang terjadi nanti nya yang penting saat ini ia berjanji akan membuat nya bahagia .


...Matahari pagi telah muncul , semua orang menyambut nya dengan segala kesibukan nya masing masing , seperti yang di lakukan Rayyanza saat ini ia sedang menyiapkan diri nya untuk berangkat ke sekolah ,tidak butuh waktu yang lama untuk nya bersiap siap , kini ia sudah bersiap dan menenteng tas nya berjalan menuju ruang makan....


"Pagi Pa " Sapa Rayyanza kepada Tuan Reza yang sudah duduk sedari tadi sambil menunggu kedua putra nya .


"Pagi sayang , Oya tadi malam katanya penjaga Kamu pulang naik taksi apa benar Ray ?" Tanya Papa nya .


"Oh iya Pa , tadi malam Ray memang naik taksi " ucap nya jujur .


"Tidak Pa , Ray dengan kak Renal tidak bertengkar , tadi malam Ray pulang duluan Pa , karena Ray tidak begitu suka pesta nya ," ujar Rayyanza berbohong ia tidak ingin Papa nya tau kalau dia tadi malam di tinggal Renal .


"Ini dimana kakak kamu mengapa ia belum turun?" Tanya Tuan Reza bingung tidak seperti biasanya Renal hari gini belum turun .


"Ray juga gak tau Pa ,mungkin kak Renal kecapean pa karena kan pesta nya sampai larut malam" ucap Rayyanza .


"Benar juga kata mu Ray , Oya kamu mau bareng sama Papa ? Kalau nunggu kakak mu nanti kamu telat lagi" Ajak Tuan Reza .


"Boleh juga Pa , Ray juga pengen bareng sama Papa , kan belum pernah bareng " ucap Rayyanza , Tuan Reza tersenyum mendengar perkataan anak nya itu , benar juga yang di katakan nya semenjak ia datang Tuan Reza sangat sibuk dengan pekerjaan nya tidak pernah mengajak nya menghabiskan waktu bersama .


"Ya udah kamu sarapan dulu , habis ini kita langsung berangkat " ajak Papa nya

__ADS_1


"Oke pa " Mereka pun menyantap makanan hingga habis , setelah selesai makan Rayyanza dan Tuan Reza pergi bersama ,


"Bi nanti bilang ya sama Renal , Ray berangkat bareng saya " ucap Tuan Reza kepada salah satu pelayan nya .


"Baik Tuan besar " jawab nya .


...Tuan Reza langsung meninggalkan kediaman nya menuju ke sekolah Rayyanza ....


"Ray gimana sekolah kamu, apa semua nya baik baik saja?" Tanya Tuan Reza .


"Baik Pa , Ray sangat suka di sekolah kan di sana Pa " ucap Ray .


"Bagus lah jika kamu senang di sekolah kan disana . Apa Kau sudah mempunyai kekasih Ray ?" Rayyanza membelalakkan matanya ketika Tuan Reza menanyakan hal tersebut .


"Ah apa sih papa , Ray masih fokus dulu sekolah pa " ucap Ray yang malu malu .


"Emmm katakan saja kepada papa Ray , papa tidak melarang mu untuk berpacaran asal kan kau bisa mengetahui batasan nya " ucap Tuan Reza .


"Pa , Ray memang suka dengan seseorang , tapi Ray belum pacaran sama dia Pa , lagian dia nampak nya juga tidak menyukai Ku Pa " ucap Rayyanza membuat Tuan Reza terkekeh kecil .


"Bagaimana kau mengetahui nya jika dia tidak menyukai mu ?" Tanya Tuan Reza .


"emmm Ray juga tidak tau Pa , tapi Dia selalu baik dengan Ray , membuat Ray bimbang Pa " ucap Ray galau .


"Wah rupa nya anak Papa sedang galau ya , " ledek Tuan Reza .


"Bahkan Ray baru kali ini Pa ngerasain jatuh cinta "


"Oiya , berarti kamu seperti Papa dulu , Mama mu adalah wanita pertama yang Papa cintai , cinta pandangan pertama , padahal Papa banyak dekat dengan teman wanita , tapi entah kenapa ketika melihat Mama Mu Papa langsung menaruh hati ." Ucap Tuan Reza mengingat kenangan manis dulu bersama istri nya .


"Wah bagaimana reaksi Mama Pa , ketika Papa menyatakan cinta Papa ?" Tanya Rayyanza

__ADS_1


"Awal nya Mama mu menolak Papa , bahkan Mama Mu tidak peduli sama sekali dengan Papa , Papa tidak pernah menyerah Ray , Papa terus mengejar Mama Mu , ya sampai Papa mendapatkan nya " Ucap Tuan Reza . Mendengar perkataan Papa nya Rayyanza berpikir


"Apa Aku harus memperjuangkan Aya ? Lalu bagaimana dengan Kak Renal ?" batin nya di dalam hati .


__ADS_2