
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di perkotaan , jarak desa nya Rayyanza dan perkotaan tidak lah membutuhkan waktu yang lama , karena perjalanan mereka tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang , jadi dengan mudah nya mereka sampai di perkotaan , kini mobil Rayyanza sudah memasuki kawasan Kediaman Tuan Reza . Rayyanza langsung memarkir kan mobil nya dan lalu keluar beserta ketiga teman nya dan juga Cahaya , mereka lalu masuk ke dalam rumah tuan Reza . Mereka langsung di sambut oleh para pelayan dan langsung masuk ke dalam rumah itu , namun langkah mereka terhenti ketika Seseorang berlari memeluk Cahaya dengan tiba tiba ,membuat mereka semua nya hanya diam , lalu menatap Seseorang itu dengan tatapan yang sulit di artikan . Lalu mereka menatap ke arah Rayyanza , dan mereka lalu berdekhemmm untuk mengakhiri pelukan itu .
"Ekhhhm " mereka bertiga serentak , lalu seseorang itu langsung melepaskan pelukan nya . Seseorang itu ternyata adalah Renal , mendengar ada yang datang , Renal yang sedari tadi duduk di sofa langsung menghampiri sumber suara , dan benar saja apa yang di harapkan nya datang , tanpa menunggu lama lagi Renal langsung memeluk Cahaya .
"Apa kabar Ray ?" Tanya Geri yang mengalihkan suasana agar Rayyanza tidak merasakan kekecewaan nya . Renal yang mendengar ucapan dari teman nya Geri , dia langsung menoleh ke arah Geri dan menatap sahabat nya itu .
"Gue baik Ger , " jawab Renal tersenyum . Sedangkan Rayyanza , bagaimana kondisi nya saat ini ? Ya Rayyanza tampak sangat Syok , lelaki itu tampak diam mematung di tempatnya , di satu sisi dia merasa bahagia karena kakak nya telah bangun dari tidur panjang nya , dan di sisi lain dia tampak sangat takut dengan hubungan nya yang baru saja resmi dengan Cahaya , bagaimana nanti kalau kakak nya Renal tau , sebab yang dia tau kakak nya sangat lah mencintai gadis itu , ya gadis yang juga membuat nya tergila gila . Sedangkan Cahaya , bagaimana dengan nya saat ini , Cahaya sama dengan Rayyanza , gadis itu tampak sangat syok dengan Kenyataan yang ada di hadapan nya saat ini .
Renal yang melihat Denis , Syellin , Rayyanza dan Cahaya terdiam dia lalu menegur mereka semua nya .
"Hei apa kalian tidak kangen sama gue ?" Tanya Renal .
"Eh kangen kok " Jawab Denis sambil tersenyum .
"Eh gue juga kangen kok Ren sama Lo , apa kabar Lo Ren , kok Lo pulang gak ngabarin dulu ?" Ucap Syellin dengan nada yang sedikit di buat tenang , pasal nya Syellin juga merasakan hal yang sama dia masih syok dengan Renal yang tiba tiba saja sudah sadar dari koma nya , bukan nya tidak senang , tapi dia hanya terkejut dengan semua ini .
__ADS_1
Karena sebulan yang lalu terakhir kali nya yang mereka dengar dari tuan Reza , Renal belum menunjukkan bahwa diri nya akan tersadar dari tidur panjang nya , dan siapa sangka keajaiban Tuhan sungguh luar biasa.
"Ah masak gue harus ngabarin Lo dulu si Syell , ngabarin Aya aja gue enggak , Ray Lo gak kangen sama kakak?" Tanya Renal sambil mengalihkan pandangannya ke arah adik nya itu , Rayyanza langsung menghampiri kakak nya dan langsung memeluk nya dengan erat ,
"Kangen banget kak , kakak kenapa gak kabarin dulu , dan Papa...." Ucap Rayyanza terpotong oleh ucapan Renal .
"Kakak yang mau kasih surprise buat kamu , dan Aya ..." Renal melepaskan pelukannya dan beralih menatap Cahaya dengan tatapan yang penuh arti.
"Aya gak kangen sama gue ?" Tanya Renal sambil memandangi wajah Cahaya .
"Eh ... emmm .. " Cahaya bingung harus menjawab apa , dia melirik ke arah Rayyanza , meminta ijin untuk menjawab pertanyaan Renal , Rayyanza yang mengerti maksud dari sang kekasih mengangguk kan kepala nya .
"Aya Lo harus tau , orang yang pertama gue ingat waktu gue sadar Lo Aya cuman Lo " ucap Renal sambil tersenyum sumringah membuat Rayyanza yang mendengar itu dia tidak tahan dengan emosi nya , Rayyanza mengepal kan kedua tangan nya , ingin sekali rasa nya ia menonjok wajah tampan sang kakak , namun niat nya dia urung kan ketika dia mengingat bahwa kakak nya tidak tau apa apa mengenai hubungan nya dengan gadis itu , dia berusaha menahan amarah yang menguasai nya , dia memejamkan kedua bola mata nya perlahan dia membuka nya agar diri nya bisa tenang .
"Aya ?" Suara lembut Renal mengalihkan lamunan Cahaya yang sedari tadi masih melamun mendengar perkataan yang keluar dari mulut Renal , Cahaya mendongak kan kepala nya menatap Renal , dan menyunggingkan senyuman manis nya ya lebih tepat nya dia tersenyum terpaksa .
__ADS_1
"Aya , gue sedari tadi ngomong loh sama Lo , tapi kenapa Lo gak respon sama sekali Aya ?" Tanya Renal dengan nada bingung nya sebab Cahaya tidak menanggapi ucapan nya sedari tadi .
"Eh _ eng _ enggak kok , Oya apa kabar Lo Ren , kok Lo gak ngabarin ke kita kalau Lo udah sadar dan Lo tiba tiba main pulang tanpa ngabarin kita dulu ya kan ?" Cahaya kemudian menatap ketiga sahabat nya dan juga Rayyanza agar Renal tidak merasa sedih dengan perilaku mereka yang masih sangat terkejut akan kehadiran Renal .
"Iya Lo Ren , gue kan juga khawatir banget sama Lo , gak ada temen yang kayak Lo lagi , sunyi gak ada Lo" ucap Denis sambil merangkul pundak Renal .
"Iya Ren , ahggg gue kangen deh sama Lo Renal " ucap Syellin .
"Iya gue juga kangen Renal " tambah Geri .
Renal yang mendengar itu langsung tersenyum dia senang akhirnya teman teman nya bersikap seperti biasa nya lagi dengan nya .
"Makasih ya udah kangen sama gue , Lo pada emang sahabat gue semua nya , " ucap Renal sambil menatap ketiga sahabat nya Syellin , Denis , dan juga Geri .
"Lo adik gue yang paling gue sayang Ray , !" Ucap lagi Renal menepuk pundak Rayyanza membuat lelaki itu tersenyum simpul .
__ADS_1
"Lo juga Aya , gue kangen banget sama Lo , gue harap Lo maafin gue atas kejadian waktu itu , gue minta maaf atas kejadian itu , gara gara gue Lo harus ngalamin kejadian kayak gitu !" Ucap Renal merasa bersalah yang mengingat kejadian yang paling membodoh kan dalam hidup nya karena telah membawa orang yang paling ia sayang ke dalam bahaya .
"Gue yang harus nya minta maaf sama Lo Ren , karena gue Lo jadi terluka parah , dan lihat lah sekolah Lo ketinggalan jauh , maafin gue Ren , maafin gue , ini semua karena Lo selamatin gue , andai Lo gak nyelamatin gue , pasti Lo gak akan koma dalam waktu yang lama Ren" Ucap cahaya yang merasa sangat bersalah atas kejadian itu semua , bayang bayang masa lalu yang kelam kembali lagi dalam ingatan nya , ketika dia melihat paman nya yang sangat kejam ingin mencelakai diri nya dan untung nya ada Renal yang dengan sigap melindungi nya , dan bayang bayang ketika diri nya melihat Renal yang tak sadar kan diri dan tubuh nya penuh bersimbah darah , dan ketika dia mengingat betapa jahat nya seorang lelaki yang paling dia sayang di saat dia sedang merasakan hal yang paling menyedihkan dalam hidup nya seorang yang paling ia cintai pergi dengan tanpa berpamitan terlebih dahulu meninggalkan nya , ya sangat menyedihkan bagi Cahaya tidak ada tempat nya untuk bercerita , meluap kan semua luka nya . Namun sesosok lelaki tampan yang selalu ada di depan nya menguatkan nya , menjadi perisai nya , memberikan kata kata manis yang mampu membuat nya melupakan masa lalu yang kelam itu ya sampai saat ini , tanpa dia sadari lama kelamaan dia mencintai lelaki tersebut , kata kata nya , tindakan nya yang membuat nya jatuh cinta , sikap lembut nya , memperlakukan nya seperti ratu , ya entah kenapa rasa nya sangat berbeda ketika diri nya bersama dengan Davin dulu , bersama lelaki itu Cahaya menemukan tempat ternyaman di dalam hidup nya .