
Renal pergi meninggalkan tempat bermain itu ia menuju ke arah mobil nya namun ketika tangan nya hendak membuka pintu mobil , tangan nya di cekal oleh seorang lelaki . Sontak saja Renal terkejut , ia menoleh ke belakang ,
" Om Jaenal " pekik nya .
"Renal , ayo "Ajak Om Jaenal kepada Renal , tanpa ba bi bu be bo dia mengajak Renal pergi , dia membawa Renal ke tempat yang agak gelap . Setelah itu om Jaenal mengajak Renal berbincang bincang . Setelah lama mereka berbincang bincang sebuah senyuman smirk tampak di wajah Renal . Renal menganguk kan kepala nya paham dengan apa yang di bicarakan oleh om Jaenal .
"Baik Om , Aku siap" ucap Renal dengan mantap , membuat om Jaenal senang dan menyunggingkan senyuman di bibir nya .
"Baik lah , cepat laksanakan , aku yakin kamu bisa Renal " ucap Om Jaenal dengan penuh percaya diri .
"Oke om " Setelah mengucapkan itu , Renal pamit pergi dan langsung menjalankan rencana nya , ya entah apa rencana nya pun tidak tau yang tau hanya lah Renal dan Om Jaenal .
"Siap siap lah tuan putri , kau akan pergi menjemput kedua orang tua mu" batin Jaenal di dalam hati . Entah apa yang mereka rencana kan yang pasti nya membuat Jaenal senang sekali .
Sementara di dalam tempat bermain , Davin dan Cahaya kini sudah turun dari biang Lala mereka melihat semua teman teman nya berasa di bawah , mereka langsung bergabung bersama dengan teman teman nya , mereka duduk di kursi yang berjejer sambil menikmati makanan ringan .
"Aya Lo gercep banget ya , gue pikir Lo gak datang tadi " ucap Syellin .
"Apaan sih Lo Syell, gue di ajak in Davin tadi , rencana nya besok , tapi Davin ngajak in malam ini , karena gue gak ada rencana kemana mana ya udah deh gue mau , lagian Lo pada gak ada ngajak in gue " ujar Cahaya panjang kali lebar .
"Gue aja yang ngajak Renal , loh emang nya Lo gak ada dapet chat dari Renal apa ?"Tanya Syellin .
"Gak ada " jawab Cahaya sambil mengerutkan keningnya .
"Iya gue juga Aya " Sahut Denis .
"Gue juga Aya " tambah Geri .
"Tapi , kenapa Renal gak ada chat gue ya ?" Tanya Cahaya .
"Iya gue juga gak tau , gak biasa nya tuh orang kayak gitu , biasa nya dia selalu ngajak Lo Aya , kalau gak ada Lo mana mau dia " Ucap Syellin panjang lebar. Semua teman teman nya masih pada bingung dengan sikap Renal . Sampai Rayyanza angkat suara .
"Tadi gue jemput Aya sama kak Renal , tapi Aya udah pergi sama Davin " ucap Rayyanza jujur .
"Oh pantesan aja si bucin ngambek" ucap Denis .
"Ya iya lah ngambek , Aya di bawa sama bule " tambah Geri .
__ADS_1
"Ha siapa bule ?" Tanya Syellin polos .
"Tu tu si Davin kan bule " ucap Geri sambil menunjuk ke arah Davin .
"Bukan bule begok tapi nama nya Davin , DA VI N , ngerti Lo " ucap Denis sewot membuat Geri menyentil jidat Denis .
Ctttakk
"Awwwww kenapa Lo sentil jidat gue sakit tau " Denis meringis kesakitan , dia memegang jidat nya .
"Siapa suruh Lo bego banget sih , Davin itu kan tinggal di luar negeri ya gue panggil aja bule , sampai sini
you understand " ucap Geri .
"Yaelah gak usah di sentil juga kali jidat gue , lihat ini sakit , kalau gue geger otak gimana Lo mau tanggung jawab " ucap Denis kesal .
"Mau gue tambahin lagi " Geri berdiri hendak mendekat dengan Denis namun Denis langsung berlari ke arah kursi Rayyanza .
"Ray tolongin gue " ucap Denis ketakutan dia takut Geri serius ingin memukul kepala nya sampai membuat nya geger otak .
Tidak lama kemudian ketika mereka sedang asik bercanda Renal mendatangi mereka , Renal dengan senyuman yang tidak dapat di artikan menghampiri Cahaya .
"Eh si bucin datang " ucap Denis melihat Renal datang langsung menarik kursi dan duduk di samping Cahaya .
"Kemana aja Lo Ren " tanya Geri .
"Kepo " ucap Renal dengan nada datar nya .
"Ya elah Ren , Lo kayak demit sih tadi pergi ni tiba tiba datang , aneh Lo Ren ," ucap Geri .
" Iya tadi marah marah ini senyum senyum sendiri , kesambet Lo ?" Ucap Syellin yang melihat wajah Renal senyum senyum sendiri .
Namun Renal tidak menghiraukan perkataan teman teman nya dia membisikkan sesuatu di telinga Cahaya .
"Aya , ikut gue bentar , ada yang mau gue omongin sama Lo , tapi gak di sini , ini penting sebentar aja kok nanti kita balik lagi " bisik Renal di telinga Cahaya .
"Apa ? Bicara aja di sini gue malas" ucap Cahaya .
__ADS_1
"Udah ayo ikut aja " Ajak Renal berdiri lalu dia menarik tangan Cahaya , ya mau tidak mau Cahaya menurut ,
"Eh eh bucin apa an si Lo tarik tarik Aya " Ucap Denis .
" Iya apaan si Lo , baru datang udah bawa Cahaya pergi " ucap Syellin .
"Berisik " ucap Renal santai .
"Aya mau kemana?" Tanya Davin sambil mengerutkan keningnya .
"Sebentar ya Davin , aku pergi dulu sama Renal , nanti kami
balik lagi ya " ucap Cahaya .
"Yaelah si bucin kesambet kali" ucap Denis kesal .
Renal pun membawa Cahaya keluar dari tempat bermain itu . Dia membawa Cahaya masuk ke dalam mobilnya .
"Mau kemana kita Ren ,gak perlu kan naik mobil segala , kita bisa berbicara di luar , kan sudah tidak ada teman teman" ucap Cahaya dengan gemetar dia takut Renal berbuat sesuatu kepada nya .
"Udah tenang aja Aya , gue cuman mau ngomong kok sama Lo , gue gak akan apa apain Lo , apa lagi nyakitin Lo , itu sama aja gue nyakitin diri gue sendiri " ucap Renal meyakinkan Cahaya , Cahaya pun yakin karena memang benar selama ini Renal tidak pernah berbuat hal aneh kepada nya dan malah Renal selalu menjaga nya . Cahaya pun mengangguk kan kepala nya . Renal langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke tempat yang sudah dia persiapkan .
Davin yang curiga dia langsung pergi meninggalkan teman teman Cahaya dia ingin mengikuti Cahaya dan Renal , karena dia khawatir dengan Cahaya . Dia berdiri dan langsung meninggalkan tempat itu ,
"Siiit si bucin dua , lihat langsung pergi " ucap Denis .
"Ya iya lah ,dia cemburu " ucap Syellin .
"Yaelah jadi gimana ini cerita nya " ucap Geri .
"Ya bakal ada perang dunia lagi kayak kemaren itu " ucap Syellin tho the point membuat semua teman nya langsung membulat kan mata nya .
"Susul " ucap Geri , dengan sigap Denis , Rayyanza , Syellin dan Geri langsung berdiri dan menyusul mereka .
Sementara Davin sudah mencari Cahaya dan Renal kemana mana namun dia tidak mendapatkan nya .
"Sialan kemana dia membawa Aya " umpat Davin kesal . Davin langsung menghubungi anak buah nya dia menyuruh mencari keberadaan Cahaya dan Renal . Setelah sepuluh menit mencari anak buah Davin tidak menemukan keberadaan Renal dan Cahaya , Davin mencoba menghubungi Cahaya namun sayang ponsel nya tidak aktif , dia sangat frustasi . Tapi di saat dia sedang frustasi dia mengingat sesuatu , dia mengambil ponsel nya dan langsung memainkan nya , dia mendapat kan sesuatu dia langsung menuju mobil nya dan bergegas menuju ke suatu tempat , ya benar saja Davin sudah mengetahui lokasi Cahaya sekarang , karena dia telah lama memasang GPS di kalung liontin gambar pinguin milik Cahaya , dulu Davin meminta Papa nya untuk memasangkan alat itu , karena dia ingin selalu tau Cahaya berada dimana .
__ADS_1