
"Arggggh !!!!!?" Pekik Renal kesal , Renal menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamar nya . Saat ini Renal sedang berada di dalam kamar nya ,diri nya merasa sangat kesal atas kejadian tadi pagi ketika diri nya hendak menuju ke sekolah mengejar ketinggalannya , namun Renal berinisiatif menjemput Cahaya terlebih dahulu , dan apa yang di lihat nya ? Mobil adik nya berada di rumah Cahaya ,dan Renal melihat adik nya menggandeng tangan Cahaya dan membawa nya menuju ke suatu tempat yaitu Cafe .
Betapa panas nya Renal ketika mengetahui semua nya , mengetahui pembicaraan mereka berdua , rasa nya Renal ingin meledak saat itu juga , namun Renal harus menahan nya demi Cahaya , diri nya tidak ingin membuat kesalahan seperti dulu yang mampu membuat Cahaya kesal dan ilfil dengan nya .
"Sialan !!! Berani sekali Lo Ray!! Gue gak nyangka Lo tega nusuk Kakak Lo sendiri !? " Umpat Renal kesal , Renal mengambil sebuah Foto yang berada di atas nakas nya , Renal membanting foto tersebut ,dimana foto tersebut menampakkan foto nya dan juga foto adik nya Rayyanza .
Prang
Foto jatuh ke bawah dan bingkai kaca pecah menggema di dalam ruangan kamar milik Renal.
"Gue enggak akan biarkan Lo bisa miliki wanita yang selama ini Gue cintai , Gue akan lakuin apa pun agar Aya jatuh ke dalam pelukan Gue !! " ucap nya lagi dengan nafas yang memburu ,Renal mengambil ponsel nya yang berada di dalam saku celana nya lalu menghubungi seseorang . Tidak lama panggilan pun terhubung suara seseorang yang berada di sana langsung menyambut panggilan telepon nya ....
"Halo ada apa bos ? Ada yang Gue bisa bantu ?" Seolah paham apa maksud dari Renal , seseorang yang berada di seberang telepon itu langsung mengatakan hal demikian .
"Gue ada pekerjaan yang bagus buat Lo , dan Gue akan bayar Lo mahal untuk itu" Jawab Renal dengan nada datar nya .
"Apa pun itu Gue terima Bos , suatu penawaran yang sangat bagus bagi Gue , Bos tinggal bilang aja apa yang harus Gue lakuin , Gue akan perbuat , dan uang nya seperti biasa Bos transfer ketika pekerjaan Gue beres dan Bos puas !!!" Ucap nya lagi .
"Gue mau Lo ........... Lo mengertikan?" Ucap Renal dengan segala rencana licik nya .
"Ngerti Bos , itu gampang bagi Gue , besok Lo terima bersih deh" jawab lelaki itu . Setelah di kira nya sudah tidak ada kepentingan lagi Renal langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak , Renal tersenyum licik lalu Renal mengambil sebuah foto , ya foto Cahaya yang berada di atas nakas nya lalu memeluk nya dengan erat . Ya semua barang nya berserakan dan hancur kecuali Foto kesayangan nya , Foto Cahaya yang sedari dulu menemani nya di atas nakas nya , Foto yang diri nya ambil sebelum insiden tertembak nya Renal .
__ADS_1
Renal membaringkan tubuhnya di atas ranjang nya yang empuk sambil memeluk Foto tersebut , Renal menatap langit langit kamar nya sambil memikirkan wajah cantik Cahaya ...
"Aku enggak akan biarkan ada orang yang miliki kamu Sayang !!! Kamu hanya punya aku , dan kamu hanya untuk ku !!!" Ucap Renal ...
*******
"Aya ...." Pekik seorang wanita paruh baya yang suara nya tidak asing bagi Cahaya , wanita itu dan beberapa orang datang di saat Cahaya dan Davin sedang berdebat .
Mendengar ada suara yang memanggil nya Cahaya langsung menoleh ke belakang ..
Deg
Betapa terkejutnya Cahaya melihat sepasang paruh baya yang berada di belakang nya , orang yang selalu Cahaya rindukan setiap waktu , orang yang selalu Cahaya pikir kan , seseorang yang selalu di nantikan oleh Cahaya , selalu berharap jika orang itu akan hadir lagi di dalam kehidupan Cahaya , Cahaya masih diam dengan seribu bahasa , Cahaya mencubit lengan nya agak keras supaya memastikan ini semua nya bukan lah mimpi , Aya tidak ingin kecewa lagi , Cahaya selalu bermimpi dan berakhir kecewa ketika diri nya bangun .
Cahaya terkejut dengan apa yang ada di depan nya saat ini..
Jadi , jadi ini kenyataan dan bukan nya mimpi , dan aku tidak mampu harus berkata apa apa lagi hiks hiks
batin Cahaya di dalam hati nya ,
Cahaya menumpahkan cairan bening nya yang sedari tadi di tahan nya , Cahaya sudah tidak menahan nya lagi , Cahaya sudah tidak mampu berkata apa apa lagi . Wanita dan lelaki paruh baya itu menghampiri Cahaya dan langsung memeluk nya dengan erat , seolah menyalurkan rindu yang tertahan kan selama ini .
__ADS_1
"Aya sayang hiks hiks " Tangis mereka pecah di dalam pelukan Cahaya ..
"Mama ,Papa ?" Pekik Cahaya . "Ini benar kan kalian ? Aya tidak sedang bermimpi kan ?" Tanya Cahaya sambil terisak tangis . Papa dan Mama nya langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah Cahaya dengan lekat .
"Sayang , kamu tidak sedang bermimpi , ini benar Mama dan Papa , Sayang , maaf kan Mama dan Papa yang tidak ada di samping mu selama ini maaf kan Mama sayang " Ucap Mama nya Cahaya .
"Papa juga minta maaf sayang " ucap Papa nya Cahaya .
"Kalian tidak salah , kalian masih hidup ? Tapi kecelakaan itu , coba jelaskan dengan Aya ? Apa yang sebenarnya sedang terjadi ?" Tanya beruntun Cahaya . Mama dan Papa Cahaya langsung menoleh ke arah Davin , Papa nya dan juga Mama nya Davin .
"Ini semua nya karena mereka sayang , karena mereka Mama dan Papa masih bisa memeluk mu lagi , coba kalau bukan bantuan mereka pasti Mama dan Papa tidak akan bisa memeluk mu lagi " Jawab Mama nya Cahaya sambil terisak tangis . Lalu Mama nya Davin menghampiri Cahaya yang masih terdiam mencerna kalimat dari Mama nya ,
"Sayang ayo duduk , Tante akan menceritakan semua nya dengan detail , Tante akan memberitahu kan mu yang sebenarnya selama ini " Ajak Mama nya Davin ,yang di anggukkin oleh Cahaya . Mereka semua duduk di sofa ruang keluarga .
Sebelum bercerita Mama nya Davin menghela nafas panjang , diri nya melirik ke arah Suami , anak nya dan juga Papa, Mama nya Cahaya yang berada di samping Cahaya sambil memeluk nya .
"Aya ... Jadi begini , sewaktu dulu Tante ,Om dan juga Davin tiba tiba meninggalkan Cahaya pergi keluar Negeri , Tante , Om dan juga Davin sebenar nya membawa Mama dan Papa kamu yang keadaan cukup mengenaskan , kami bukan hanya melakukan bisnis saja , tetapi kami melakukan pengobatan untuk Papa dan Mama kamu . Bukan maksud kami meninggalkan mu sendiri , kami juga tidak tega , namun kami harus rela karena paman kamu tau kalau Papa dan Mama kamu masih hidup dan ingin sekali menghabisi Papa dan Mama kamu , paman kamu me cari tau semua informasi mengenai tentang keberadaan Papa dan Mama mu , kami sekuat mungkin menghapus jejak nya , dan sampai pada suatu hari paman kamu hampir saja menemukan keberadaan Papa dan Mama kamu , tapi untung nya dengan kesigapan Davin , paman kamu tidak berhasil , dan kami membawa Davin ke sana agar Davin bisa belajar bisnis dan sekolah di luar negeri , karena kelak Davin akan memimpin sebuah perusahaan Papa nya , Aya ... Kenapa kami tidak membawa Mu , karena di sana terlalu beresiko sayang , paman kamu berkeliaran di sana mencari informasi tentang Papa dan Mama mu , sedangkan kamu di sini aman sayang , jadi kami memutuskan tidak membawa mu , " ujar Mama nya Davin panjang lebar , Cahaya yang mendengar itu semua langsung mengerutkan dahi nya .
"Jadi waktu Tante pulang itu ?" Tanya Cahaya ,
"Ya sayang , Tante pulang karena Tante tau paman kamu juga pulang ke Indonesia , jadi Tante dan Davin buru buru pulang ke Indonesia dan langsung melindungi kamu , dan maaf jika kami tiba tiba balik lagi keluar negeri tanpa pamit , dan saat itu , paman kamu sudah sampai di luar negeri , dan pada saat itu lah dia hampir mengetahui keberadaan Mama dan Papa kamu " ungkap Mama nya Davin kepada Cahaya , supaya Cahaya mengerti semua nya . Cahaya termangu sesaat mendengar perkataan dari Mama nya Davin.
__ADS_1
Jadi selama ini aku salah ? Dan sebenarnya Davin dan keluarga nya sedang merencanakan sesuatu yang membuat hidup ku bahagia , dan dia membawa kembali Papa dan Mama ku dengan keadaan utuh dan seperti sedia kalah . Bagaimana ini aku sudah salah menilai nya selama ini .
Batin Cahaya di dalam hati nya .