Di Antara Ketiga Nya

Di Antara Ketiga Nya
Mimpi indah Mimpi Buruk


__ADS_3

...Cinta terkadang memang membuat seseorang menjadi gila , apa bila cinta nya tidak terbalas kan , begitulah yang di rasakan kedua kakak beradik Renal dan Rayyanza , menaruh hati kepada wanita yang sama , namun mereka tidak tau hati wanita itu untuk siapa , apakah salah satu di antara mereka atau tidak sama sekali ....


...Davin dan Cahaya kini sudah sampai di rumah Cahaya , mereka kini turun dari mobil dan langsung memasuki rumah Cahaya , Mbok Nem terkejut melihat sesosok lelaki yang mirip dengan Tuan Davin dulu , ya tidak jauh beda wajah nya dengan Davin kecil dulu ....


"Nona Dia ....?" Ucap Mbok Nem menatap Davin .


"Iya Mbok ini Davin " ucap Cahaya , Mbok Nem langsung bahagia karena selama ini yang di nanti sudah tiba , Davin pun masuk kedalam rumah Cahaya ,


"Aden silahkan duduk dulu Mbok akan membuat kan minuman " Ucap Mbok Nem .


"Boleh Mbok ," ucap Davin sambil duduk di sebuah sofa , Cahaya juga ikut duduk di sebelah Davin . Kini Davin memandangi rumah Cahaya seakan mengingatkan semua nya tentang diri nya dan Cahaya sewaktu kecil ...


"Emmm tidak ada yang lain dari rumah ini masih seperti dulu , dan lihat di sana pinguin Ku , aku sering mengejar mu di sana " ucap Davin sambil menunjuk salah satu ruangan tempat berkumpul keluarga .


"Iya bahkan Kau selalu dapat menangkap Ku " ucap Cahaya.


"Kan Aku sudah bilang dengan mu , sekuat apa pun kau berlari aku pasti dengan mudah akan menangkap mu" ucap Davin


"Iya deh iya aku kalah " Davin terkekeh mendengar ucapan Cahaya .


"Oiya hari Minggu kamu mau kemana Aya ?" Tanya Davin .


"Emmm aku belum punya rencana Davin , " ucap Cahaya .


"Kalau begitu kita ke taman bermain yuk , aku sudah rindu ke taman itu , dulu kita sering pergi kesana bukan" Ajak Davin.


"Boleh , Aku juga merindukan tempat itu , ku pikir aku tidak bisa kesana lagi karena ku pikir kau tidak akan kembali lagi Davin " lirih Cahaya mengingat Davin pergi .


"Kan aku sudah mengatakan nya kepada mu , kalau aku pergi , pasti aku akan kembali lagi untuk mu, itu kan sudah janji ku pinguin ku " ucap nya, mendengar perkataan Davin Cahaya tersenyum lebar ,


"Davin Kau sungguh membuat jantung ku berhenti berdetak" Batin nya .


Tidak lama si Mbok datang membawakan minuman untuk Davin ,


"Silahkan den di minum " ucap si Mbok sambil meletakkan gelas di atas meja .

__ADS_1


"Terimakasih Mbok " ucap Davin , Si Mbok hanya tersenyum dan langsung pergi untuk menyelesaikan tugas nya lagi .


Davin langsung meminum minuman nya . Ia pun pamit kepada Cahaya untuk pulang .


"Aya , aku pulang dulu ya , besok aku akan menjemputmu lagi , dan tidur yang nyenyak ya pinguin ku " ucap Davin sambil mengelus puncak rambut Cahaya .


"Iya makasih Davin ," Davin hanya membalas nya dengan senyum, ia langsung keluar dari rumah Cahaya , masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya .


Cahaya yang lelah kini terbaring di kasur nya yang empuk , ia memejamkan mata nya dan tidak lama ia sudah berada di alam mimpi nya ..


..."Davin ? Hiks hiks jangan pergi tinggalkan aku , Aku cuman punya kamu Davin , hiks hiks kamu jahat Davin " ucap Cahaya sambil menggoyang goyangkan tubuh Davin yang lemah itu ....


..."Lihat lah Aya , kekasih mu sebentar lagi akan mati , sekarang kau tidak punya siapa siapa lagi ,semua orang yang menyayangi mu sudah pergi " ucap seorang lelaki itu sambil tertawa senang....


..."Kau jahat paman , mengapa kau melakukan ini kepada ku paman , aku ini keponakan mu" Ucap Cahaya dengan nada tinggi , membuat orang itu semakin marah , ya lelaki itu adalah paman nya Cahaya yaitu Jaenal . Jaenal mendekati Davin dan mengambil sebuah pistol dan menarik pelatuk nya...


Dor sekali tembakan membuat Davin tidak bernyawa lagi , Jaenal tersenyum puas.


"Davin ... Davinnnnnnnnnn" teriak Cahaya .


"Sekarang giliran Mu Aya , Aku akan membawa Mu bertemu dengan kedua orang tua Mu dan juga kekasih Mu itu" ucap Jaenal sambil menodongkan pistol nya di kepala Cahaya .


Brukkkk


Tubuh Jaenal tersungkur jatuh , Cahaya membuka mata nya melihat sekeliling nya ..


"Rayyanza ?" pekik nya , Rayyanza yang telah memukul Jaenal sehingga ia jatuh tersungkur , dan tidak segan segan Rayyanza memukul nya lagi hingga Jaenal tidak sadarkan diri . Rayyanza menghampiri Cahaya mencoba menenangkan Cahaya yang tampak sangat ketakutan itu .


"Ray , Davinn" ucap Cahaya sambil menangis menatap Davin yang sudah tidak bernyawa .


"Iya Aku tau , " ucap Rayyanza sambil memeluk Cahaya ...


"Ahkkkk davinnnnn?" Teriak Cahaya dan bangun dari tidurnya . Ia melihat di sekeliling nya dan memastikan bahwa ini hanya mimpi . Ia melirik jam yang tergantung di dinding rumah nya menunjukkan pukul dua malam, ia menghela nafas nya kasar , dan mengambil air minum yang berada di nakas .


glek glek glek satu tengga kan air minum yang berada di dalam gelas itu habis , ia mencoba kembali memejamkan mata nya ....

__ADS_1


...Sementara Rayyanza juga sedang bahagia di dalam mimpi nya ......


"Ray coba kejar aku kalau kamu bisa week " Ejek seorang wanita.


"Awas ya kalau aku mendapat kan mu , aku tidak akan


melepas kan mu " ucap Rayyanza sambil terus mengejar .Dan tidak lama ia berhasil menangkap wanita itu , ia memeluk tubuh nya dari belakang .


"Kan aku sudah mengatakan nya kepada mu " ucap nya sambil mengeratkan pelukannya .


"Iya iya deh aku ngaku kalah " ucap wanita itu. Namun tiba tiba ia mencubit perut Rayyanza membuat nya meringis kesakitan dan Rayyanza melepaskan pelukannya, wanita itu yang mengetahui ada kesempatan ia langsung berlari menjauh dari Rayyanza .


"Kan Aku sudah bilang , walau kau bisa menangkap Ku , aku pasti bisa melepaskan nya " ucap nya sambil terus berlari dan tersenyum mengejek Rayyanza yang menatung memandangi wanita cantik itu


"Aya ,aku akan dapat menangkap mu lagi " teriak nya sambil berlari mengejar wanita itu , ya wanita yang sedang di mimpikan Rayyanza adalah Cahaya . Ia bermimpi sedang bermain kejar kejaran bersama Cahaya .


...Di sisi lain Renal tengah gelisah ketika melihat pujaan hatinya terbujur kaku , ia menangis sejadi jadinya , ia tidak membayangkan ini terjadi pada hidup nya ....


"Aya ?Bangun Aya , Aku sangat mencintai Mu , Aku tidak sanggup kehilangan Mu Aya " teriak nya sambil menggoyangkan tubuh Cahaya yang tidak merespon sama sekali .


"Hiks hiks ini semua karena Kau Davinnnnnn" Teriak nya , ia langsung meletakkan tubuh Cahaya dengan lembut , ia mengambil sebuah pistol di laci nya dan membawa nya . Ia akan mencari Davin. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , ia melihat Davin berada di cafe bersama dengan seorang wanita , ia langsung turun dan menghampiri nya .


Brukkkk tubuh Davin tersungkur jatuh di lantai ketika sebuah bogeman mendarat di wajah nya , ia menatap orang yang memukul nya .


"Renal " ucap nya .


"Kau masih bisa berada di sini bersama wanita lain , sedang kan di sana Aya sudah tidak bernyawa lagi itu karena Mu " bentak Renal .


"Apa?" Tanya Davin yang masih tidak mengerti .


"Apa Kau tuli ha ? Aya bunuh diri karena Kau telah menduakan nya , kau masih saja tidak merasa bersalah sialan kau " ucap Renal sambil memukul Davin lagi .


"Aku tidak akan membiarkan mu hidup Davin , kau sudah membuat Aya pergi meninggalkan ku " Renal mengambil pistol nya dan ia langsung menarik pelatuk nya dan .....


Dor. ... sekali tembakan membuat tubuh Davin tidak bisa bergerak lagi , wanita yang bersama nya tadi histeris . Renal tersenyum licik dan meninggalkan mereka .

__ADS_1


Brukkkkk


"Ahkkkk " pekik Renal ketika tubuhnya terjatuh dari lantai ....


__ADS_2