Dia Dari Mama

Dia Dari Mama
Part 26. Gengsi Raynka


__ADS_3

"Astaghfirullahaladzim," satu kata yang keluar dari mulut Raynka setelah mengalami mimpi panjang. Tiba-tiba Raynka langsung terduduk dari bangun tidurnya.


"Ya Allah, apakah mimpi ini pertanda.......?" Ujar Raynka mempertimbangkan, hanya sekejap kemudian dengan cepat Raynka langsung menggelengkan kepalanya, menepis kata-katanya barusan. "Enggak, enggak. Dia yang udah buat aku hina. Dia yang buat aku juga terjerat dalam maksiat. Dia yang ngubah bayi suci menjadi haram. Semua karena dia! Dia sama sekali nggak pantas Raynka dapat kesempatan kedua dari kamu, sadarlah. Kalo bukan karna dia, mungkin sekarang kamu sudah hidup bahagia di luar sana. Tapi kenyataannya? Kamu harus tersiksa lebih lama lagi!" Raynka menghardik dirinya. Bisa-bisanya hatinya ada niatan untuk memberi Rafardhan kesempatan.


Kenapa kini dirinya seperti bimbang? Satu sisi ia ingin mencoba memaafkan Rafardhan, berdamai dengan memberi Rafardhan kesempatan kedua. Namun disisi lain, rasanya sulit sekali melupakan kejadian naas satu malam itu, ucapan-ucapan kasar Rafardhan yang menjadikan dirinya hina. Entahlah Raynka benar-benar bingung.


"Tapi, wajah mereka lucu-lucu banget," Raynka tersenyum tawar mengingat wajah anak-anaknya dalam mimpinya itu.


"Oh iya kok aku bisa ada di sini? Apa mungkin aku tidur sambil jalan? Perasaan tidak pernah. Apa dia yang gendong? Ah iya pasti kerjaannya Rafardhan," Raynka menoleh ke lantai sebelah ranjang. Alis Raynka menyatu, "tidak ada. Dia tidur di mana?"


Raynka beranjak dari atas tempat tidur. Hendak keluar kamar, ia diperlihatkan dengan sebuah baki yang terisi semangkuk sup jagung, segelas susu dan air putih, selembar notebook yang terikat pita bewarna pink mudah, dan black card.


Diambilnya notebook itu, lalu dibukanya ikatan pita tersebut dan Raynka mulai membaca tulisan di dalamnya. "Jaga dirimu baik-baik, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," begitulah hanya satu kalimat singkat isinya. Di bawah kalimat itu terdapat nama, 'Suamimu.'


"Aneh. Memangnya Rafardhan ke mana? Alah palingan juga akal-akalannya dia, cuma cari perhatian doang. Nggak penting," Raynka merenyak selembar kertas tersebut, lalu berjalan menuju kotak sampah dan berakhir disitulah surat itu. Tanpa memikirkan apapun lagi ia langsung keluar kamar. Kular-kilir di ruang tamu tak tahu arah.


"Mbak, ngapain kular-kilir begitu? Ada yang sedang Mbak tunggu? Atau bagaimana?" Sapa bi Mila yang baru saja sampai di anak tangga paling bawah.


"Eng-enggak'papa kok, Bi," sambut Raynka menoleh menatap bi Mila linglung.


"Ra-Raynka, Raynka mau ke kamar Rily dulu, ya Bi," ujar Raynka tergesa-gesa. Bi Mila tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Bunda kenapa?" Tanya Rily yang keluar dari kamar mandinya, melihat Raynka yang berbalik keluar kamarnya. Rily menghampiri Raynka diambang pintu kamarnya.

__ADS_1


"Emmm.....eeee.....itu apa......itu.....emmm, eh iya Kak, sholat bareng yuk!" Ajak Raynka keliru. Ia juga bingung, kenapa malah dirinya bilang ke bi Mila ingin ke sini? Sudahlah tak apa. Dari pada seperti tadi yang tak ada arahnya


"Owh, sholat ya, Bund. Ih Bunda mah kirain tadi apa, kayak susah banget gitu ngomongnya," sahut Rily cengengesan. "Ayo, Bund, kebetulan aku juga udah wudhu," Rily merangkul bahu Raynka.


...🦐🦐🦐...


"Nanti kalau Kakak selesai ngampus jemput Bunda lagi ya. Nggak'papa kan?" Kata Raynka kala mobilnya Rily telah berhenti di sekolah TK tempat dirinya mengajar.


"Ih Bunda kok nanya'nya gitu sih? Nggak'papa banget malah. Jangan pernah tidak enakkan sama aku ya, Bund," balas Rily.


"Yaudah aku masuk duluan ya. Assalamu'alaikum," cepat-cepat Rily meraih tangan Raynka yang hendak membuka pintu mobil. Lalu Rily mengecup singkat punggung tangan bundanya.


"Wa'alaikumsalam," sebelum Raynka turun dari mobil ia menatap Rily sembari tersenyum. Yang juga dibalas Rily senyuman.


...🦐🦐🦐...


"Gila Lo! Kalau gue jantungan gimana?" Balas Raynka tak kalah nyaring.


"Mikirin apa lo? Gue perhatiin ya dari tadi lo tuh bengong aja. Kalau ada masalah tuh cerita, Neng. Bumil tidak boleh stres loh," Chika menggeret kursi di dekat sana lalu ia duduk bersebrangan dengan Raynka.


"Lo apaan sih. Udah sana, nggak usah ganggu gue!"


"Rayn, gue serius nih. Memang ya kata orang kebanyakan penyesalan tuh diakhir. Nyesel kan lo. Nyesel! Lo sih nyianyiain dia mulu. Dia juga punya hati kali, Rayn. Walaupun dia cowok. Gue aja mau banget jadi jodohnya kalau memang benar udah jodoh gue. Orang dia itu tampan, beuhhh wibawanya itu loh, gue nggak bisa lagi berkata-kata. Goblok lo kalo nggak mau yaudah buat gue aja," segala maki-makian Chika atas kejengkelannya terhadap Raynka yang sebabnya tak terlalu jelas.

__ADS_1


Pletak. Lebih kurangnya seperti itulah bunyi tangan Raynka yang seenaknya menjitak dahi Chika. "Lo apaan sih, hayati! Tahu apa-apa juga enggak, sok tahu lo. Kalau suka? Ya bilang. Kalau cinta? Ya bilang. Kalau mau.....? Ya ambil. Tapi, gue akui selera lo buruk kali ini. Doyan sama laki orang idie, pelakor lo."


"Bilang aja lo cemburu. Kayaknya udah mulai tumbuh benih-benih cinta nih?" Goda Chika menatap wajah merah Raynka. Entah menahan amarah atau rona tak tahan godaan? "Rayn, ponakan gue twins ya? Om Rafardhan perkasa banget ya sekali 'buat' dapetnya dua sekaligus, wih mantap," Chika mengacungkan jempolnya. Kesempatannya untuk menggoda Raynka.


"Stres lo! Siapa juga yang cinta sama dia? Idih, mit-amit," Raynka melekukkan keempat jemarinya, mengetuk kepalanya bergantian dengan meja.


"Yang amit-amit entar besoknya Aamiin-Aamiin, awas aja loh. Gemesh gue lama-lama sama lo," guraunya lagi semakin menggoda Raynka sekaligus dengan intonasi sindiran. Saking geregetnya sampai-sampai Chika mengapit pipi Raynka. "Ya Allah pipi lo memang nggak berubah ya dari dulu. Cocok banget nih buat mainan anak lo nanti. Kan daripada squisi, mahal. Lagian pipi lo sebelas duabelas sama squisi," memang sudah menjadi hobinya sejak dulu mencubiti pipi Raynka. Sangat-sangat berbeda dengan pipinya yang keras.


Raynka menghempaskan tangan Chika dari pipinya. "Sakit, sableng!" umpatnya. Chika justru tertawa tanpa dosa menatap pipi Raynka yang memerah akibat ulahnya. Jadinya malah Raynka ikut-ikutan ngakak menilik Chika tertawa kejer malahan matanya memejam saking lucu menurutnya.


Bersambung........


Maaffin ya Updatenya lamaaa😌🙏


Pengennya cepet, tapi aku bisa apa? Kalo di sekolah juga aku sebagai pelajar😆


Happy Reading😋


Jadikan Al-Qur'an sebagai bacaan utama😍


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh🤗


I Love You All🤩

__ADS_1


__ADS_2