Dia Kembali

Dia Kembali
bab 2


__ADS_3

bughh... satu bogeman mentah mendarat di pipi kiri Toni anak SMA 58.


tak mau kalah Tonipun melawan dengan membalas bogeman tersebut lalu menyudutkannya hingga bersandar di dinding tempat tongkrongan tersebut, kemudian Toni mencengkram kerah rivalnya dan hendak memukulnya lagi.


"stop!!!" suara bariton menghentikan semuanya, membuat yang di cengkram sedikit bernapas lega.


" lo gak malu bro baku hantam sama cewek?" ucap Deryl sang pahlawan untuk Jennie yang sedang di cengkram oleh Toni.


" ini cewek jadi jadian Ryl, cari ribut sama gue" ucap Toni tak terima, sementara Jennie tak mau kalah sampai rivalnya kapok mengganggu adik sepupunya, " lo inget kata kata gue, sampe lo berani sentuh adek gue, gue pastiin lo habis di tangan gue" ucap Jennie mengancam menatap Toni dengan sorotan tajam.


"sial, lain kali gue main halus " batin Toni membalas tatapan Jennie tak kalah tajam, sayangnya yang di tatap tidak ada takutnya sama sekali, malah menyunggingkan senyuman kepada Toni dan Deryl secara bergantian.


sebelum pergi dari tempat tongkrongan tersebut, Jennie sempat terhenyak dengan sikap salahsatu teman Toni, yaitu Deryl yang mengulas senyuman manis kepada Jennie serta melambaikan tangan ke arahanya membuat Jennie bergidik. ada yah cowok kayak gitu? ya ada itu Deryl, cowok yang terkenal tampan dan murah senyum di sekolahnya.


___


" gue bilang juga apa? harusnya kita semua ikut.." ucap Riki cemas melihat luka di sudut bibir Jennie.


Riki mengepalkan tangan merasa geram dengan orang yang berani melukai Jennie, dirinya sendiri juga mengutuk kebodohannya mau saja menuruti kemauan Jennie untuk tida ikut menyatroni tongkrongan Jennie dengan alasan Jennie bisa mengatasinya sendiri. beruntung Jennie tidak di keroyok oleh kelompok rivalnya membuat Riki dan yang lainnya masih bisa bersyukur dan sedikit bernapas lega.


" dah gue cabut duluan ya.." ucap Jennie menepis tangan Riki yang hendak mengobati lukanya.


" gue anterin Jen" ucap Riki dengan tegas, sayangnya Jennie langsung menggeleng menolak. bisa di gantung hidup hidup jika Jennie di antar oleh Riki, sudah pulang telat di tambah di antar oleh cowok yang terlihat berandalan seperti Riki.


terlihat kekecewaan di wajah Riki, tetapi dia tetap mempersilahkan Jennie untuk pulang sendiri. tak lupa Riki juga sudah memesan taksi online untuk Jennie.


...****************...


Jennie berdecak malas melihat cucian menumpuk yang wajib dia cuci saat ini juga.


jangan tanyakan kemana mesin cuci dan para pekerja? ini hukuman untuk Jennie karena telat pulang yaitu mencuci banyak pakaian dengan tangan.


Jennie mengumpat dalam hati "udah kaya di penjara aja, kayaknya gue bener bener harus cari kesibukan di sekolah"

__ADS_1


ehem.. Stevan menghampiri Jennie yang sedang sibuk mencuci.


Jennie mendelik tak suka dengan Stevan yag pasti akan mengejeknya, " ngapain lo kesini? mau ngetawain gue lo?"' ucap Jennie ketus, sementara Stevan terkekeh " nething mulu lo kak.."


" gue kesini mau.." ucapan Stevan terhenti saat dirinya melihat luka di sudut bibir Jennie, niat hati ingin membantu Jennie menuntaskan hukumannya, tetapia pandangannya terganggu dengan luka tersebut. Iapun meraih dagu Jennie dengan perasaan cemas, " abis tawuran lo kak?" tanyanya penasaran menyelidiki luka Jennie.


namun dengan cepat Jennie menepis tangan Stevan, " keppo lo.." ucap Jennie ketus.


Stevan bergegas mengambil alat untuk mengompres luka Jennie. seketika dirinya teringat akan pesan singkat yang di kirimkan oleh Toni mengatainya pecundang yang berlindung di ketiak sepupunya.


" mau ngapain lo?" tanya Jennie melihat Stevan mulai melancarkan aksinya mengompres luka Jennie.


" gue terharu kak, gara gara belain gue lo sampe luka begini" ucap Stevan sok melas masih mengompres luka Jennie tanpa penolakan darinya.


" siapa yang belain lo?" elak Jennie tak mengakui membuat Stevan terkekeh, " gue gak butuh pembelaan dari lo kak.. ini urusan lelaki.." ucap Stevan menepuk dadanya dengan bangga sementara Jennie berekspresi seperti ingin muntah.


'' siapa yang belain lo bocil? dia emang musuh gue" elak Jennie kembali membuat Stevan semakin terkekeh, ketahuan kan?.


" udahlah kak, lo ngaku aja lo berantem sama tuh orang buat belain gue kan?" ucap Stevan dengan nada mengejek.


...****************...


Pagi buta sekali Jennie sudah bangun dan langsung mengerjakan pekerjaan rumah dengan sumringah, sebab sudah di beri izin oleh Johan untuk mengikuti beberapa kegiatan di sekolahnya. Ya walaupun sempat di ragukan dan di tentang oleh Hana, tapi Hana bisa apa kalau sudah keputusan mutlak dari mulut Johan.


Uang jajan dua kali lipat di berikan oleh Johan membuat Jennie lebih semangat menjalani aktivitasnya.


Sepulang sekolah, Jennie sudah berbaur dengan anggota OSIS yang mengadakan rapat mingguan. Anto dan anggota lainnya dengan senang hati menerima Jennie, tetapi tidak dengan Tia yang sedari tadi menatap Jennie tidak suka.


ting.. pesan masuk


Tuan Muda Stevan


" Lebay banget lo kak, pake nyuruh temen temen lo ngawal gue pulang.. "

__ADS_1


Macan Betina


" Pedegile lo.. "


Tuan Muda Stevan


"ngaku aja kalo lo sayang dan peduli sama gue.. "


Macan Betina


"(emoticon muntah) "


Semua anggota tercengang, terlebih Tia yang tidak terima dengan keputusan Anto ketua OSIS yang meminta Jennie menemaninya untuk rapat gabungan seluruh ketua OSIS se Ibu Kota nanti akhir pekan.


Ya, itu merupakan impian semua anggota cewek untuk mendampingi Anto, betapa beruntungnya Jennie yang terpilih.


berbeda dengan anggota lainnya yang menerima pasrah keputusan Anto, tidak dengan Tia yang semakin tidak suka terhadap Jennie.


"mau pulang bareng? " tanya Anto menghampiri Jennie yang sedang berdiri di depan gerbang sekolah.


Jennie terdiam, bingung mencari alasan untuk menolak tawaran Anto, Ia malas jika harus meladeni penggemar Anto yang terkesan fanatik.


sampai ada seseorang dengan motor sport menghampiri keduanya membuat Jennie berbinar, " nah tuh dia, adek gue jemput.. gue duluan ya kak" ucap Jennie cari aman langsung menghampiri Stevan.


"tumben lo sudi buat jemput gue? " ucap Jennie seraya memakai helmnya.


"pedegile lo, gue di suruh mami biar lo gak kelayapan.. " elak Stevan, namun Jennie tak menghiraukannya, sebab menurutnya Stevan saat ini sudah menjadi pahlawannya.


Stevan melajukan motornya dengan kecepatan sedang. jika orang yang tidak tahu hubungan keduanya, pasti akan berpikir mereka adalah sepasang kekasih yang terlihat serasi dimana Stevan memiliki paras yang sangat tampan begitupun dengan Jennie yang cantik.


"kak.. "


"hmm"

__ADS_1


"traktir gue makan dong.. lo kan udah punya duit.. " ucap Stevan melas lebih tepatnya merengek.


"iya, terserah lo.. " timpal Jennie malas meladeni Stevan. karena memang Stevan berani merengek hanya di depan keluarganya, jika di sekolah Stevan pembawaannya stay cool. itulah sebabnya Stevan menjadi incaran para cewek setelah Anto.


__ADS_2