Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 32 Hampir saja


__ADS_3

Bhuvi terbangun, tak ada Abi tapi sudah ada makanan dihadapannya, Bhuvi bangkit dan membuka pintu kamar namun sulit pintunya tak bisa dibuka.


"Dimana Abi kenapa aku ditinggalkan sendirian dia kemana, kenapa Abi tak ada "


"Abi kau dimana Abi, kau dimana jangan tinggalkan aku "


Tak ada sepi, Bhuvi berjalan kearah kaca dan melihat sekitar begitu gelap, sebenarnya apa yang terjadi kenapa begitu gelap sekali.


Bhuvi kembali berjalan kearah tempat tidur dan mengambil makanan yang tersaji, perutnya sudah kelaparan lebih baik makan saja.


Bhuvi makan sambil celingak celinguk takut takut ada orang, tapi gak mungkin juga sih kalau ada orang.


Tiba tiba pintu terbuka, Bhuvi yang senang langsung berdiri namun saat sosok itu masuk bukan Abi, bukan sosok yang dirinya inginkan.

__ADS_1


"Bhuvi Arundaya nama yang cantik seperti orangnya, bagaimana apakah kau senang tinggal di sini apakah kau bahagia bersama Abisatya anak ku "


Bhuvi menganggukan kepalanya "Iya aku senang bersama Abi ibu tapi sekarang Abi dimana ibu "


Ibunya Abi berjalan kearah Bhuvi lalu mengelilingi tubu Bhuvi, Bhuvi yang merasa takut hanya bisa diam dan memejamkan matanya.


"Abi sedang mengerjakan tugasnya, kau tidak usah khawatir dia pasti akan kembali dia tidak akan pernah meninggalkanmu kau yakin akan tinggal di sini kau tidak akan menyesal nantinya"


"Menyesal karena telah memilih Abisatya yang bukan manusia seperti dirimu, apakah kau yakin kau tahu nenekmu itu sangat licik seharusnya dari umur 10 tahun kau sudah ada di sini tapi nenekmu yang licik melakukan berbagai hal untuk mendapatkan kau, dia sudah melanggar janji dan bisa-bisa aku mengambil nyawanya dan membuatnya mati dengan kesusahan aku akan lakukan itu "


Bhuvi diam dia mendengar kemarahan dari sosok ibu ini, sebegitu liciknya kah neneknya itu sampai sampai ibunya Abi marah " apakah kau sudah tahu perjanjian apa antara nenekmu dan juga kaumku apakah kau ingin tahu Bhuvi semuanya, aku yakin kau belum diberitahu oleh nenekmu karena dia tidak mau sampai kau tahu bisa-bisa kau akan kecewa dengan keluargamu itu"


"Aku sama sekali tidak tahu tentang perjanjian itu, bisakah kamu memberitahunya padaku biar aku tidak bingung seperti ini aku selalu bertanya-tanya sebenarnya apa yang nenek ku janjikan pada kalian semua sampai-sampai aku harus ikut pada kalian semua apa perjanjian apa itu"

__ADS_1


"Perjanjian tentang duniawi, kau tahu tentang perjanjian itu. Kau pasti akan mengerti tanpa aku berbicara padamu nenekmu sangat ingin_"


"Ibunda kenapa kau ada di sini Ayah sedang mencarimu coba kau temui dia" potong Abi


"Tak biasanya ayahmu menyuruhmu untuk memanggilku. Baiklah kita akan berbicara lagi nanti Bhuvi, aku akan menemuimu lagi waktu kita banyak kau akan tinggal di sini selamanya, jadi aku akan puas berbicara denganmu nanti"


Bhuvi hanya menganggukkan kepalanya saja, binggung harus mengatakan apa juga kan.


"Makanlah Bhuvi aku tadi membawakanmu dulu makan, kenapa baru setengah kau makan, apa karena ibuku tadi ke sini"


"Ya kau dari mana. Aku ingin tahu perjanjian apa di antara kalian dan juga nenekku"


Diam Abi diam dia tak menjawab dan malah memeluk Bhuvi dengan erat " untuk saat ini kau tidak perlu tau alasannya. Kau hanya perlu diam dan menuruti apa kata-kataku semuanya sudah selesai jadi kau juga tidak perlu tahu tentang perjanjian apa antara keluargaku dan juga keluargamu"

__ADS_1


__ADS_2