
"Kok bisa ada makanan kamu dapet dari mana sih Abi " ucap Bhuvi yang sudah sampai dikosannya dan duduk dimeja makan.
"Emm kamu gak usah tahu ayo makan "
"Tapi kamu gak racunin aku akan "
"Gak mungkinlah mana mungkin aku racunin istriku sendiri, ayo makan makan "
Bhuvi yang tak acuh segera memakan makanan itu, sudahlah jangan pikirkan dari mana makanan ini, yang terpenting sekarang perutnya terisi.
Sedangkan Abi yang melihat Bhuvi makan dengan lahap tersenyum, lalu dia mengingat dari mana dia mengambil makanan itu. Abi hanya bisa tersenyum dengan apa yang dirinya lakukan sungguh konyol tapi sudahlah yang terpenting permaisurinya suka kan.
"Kenapa aku tersenyum "
"Tidak aku tak apa apa "
Abi duduk disampingnya Bhuvi dan menopang kepalanya memakai tangan, lalu menatap Bhuvi dengan begitu intens.
__ADS_1
"Jangan tatap aku seperti itu, aku malu ih, jangan seperti ini "
"Kenapa aku suka menatap wajahmu seperti ini, kau cantik, kau sangat menarik aku suka padamu "
"Emm aku sudah selesai makannya aku akan membersihkan diriku dulu "
Bhuvi tanpa mendengar ucapan dari Abi langsung masuk kedalam kamar mandi dan memegang jantungnya yang berdegup dengan kencang.
"Ada apa ini dengan jantungku, jangan sampai aku tiba tiba mencintai sosok menyebalkan itu, aku tidak mau sampai mencintainya bisa gawat semuanya kalau begitu, aku tidak mau berurusan dengan dunianya "
"Aku lebih baik mandi saja lah, dari pada memikirkan Abi sosok hantu yang menyebalkan "
Bhuvi kaget mendengar Abi berbicara dengan cepat cepat segera membuka pakainnya dan segera mandi, dirinya harus segera membersihkan diri.
***
"Kau lihat bintangnya begitu banyak Bhuvi kau suka kan "
__ADS_1
Bhuvi melihat kebawah dan kembali menatap kearah langit, tak lupa dirinya juga berpegangan tangan.
"Suka tapi tak lihat diatas atap juga kali, kamu mau aku jatuh terus mati gitu, aku belum siap mati "
"Gak apa apa disini lebih nyaman bukannya kamu tadi pengen lihat bintang ya, ini aku sudah mengambilkannya"
"Ya tapi gak disini juga kali, aku gak bisa liat bintang dengan rasa takut seperti ini, aku gak bisa kenapa kita gak liat ditaman aja, atau diteras depan gitu "
"Aku nggak mau orang-orang nganggap kamu orang gila karena berbicara sendiri, padahal kan ada aku di samping kamu aku tidak ingin itu sampai terjadi, jadi lebih baik kita melihat bintang di sini saja kau hanya perlu berpegangan padaku dan percaya padaku aku pasti akan melindungimu dan aku tidak akan mungkin mencelakaimu kau percaya kan padaku Bhuvi "
Bhuvi menatap wajah Abi yang tersenyum padannya, wajah Abi terasa begitu manis dan juga agak berbeda wajahnya berbinar Bhuvi menganggukan kepalanya tanda kalau dia percaya pada Abi.
"Ya aku percaya padamu, kau tak akan mungkin mencelakai ku, aku yakin itu "
Bhuvi menyenderkan kepalanya dibahu Abi, dan Abi yang senang melakukan hal yang sama menyenderkan kepalanya di kepala Bhuvi jadi seperti tumpuk tumpukan gitu.
"Aku sayang kamu Bhuvi, meskipun kamu gak sayang sama aku, aku gak masalah "
__ADS_1
Bhuvi hanya tersenyum dan memejamkan matanya saat angin menerpa wajahnya, rasanya saat mendengar kata kata Abi dirinya seperti terbang, dan hatinya juga menjadi hangat.