
"Kau tidak hamil Nona. Kau baik-baik saja kau tidak sedang mengandung, semuanya baik baik saja nona "
"Tidak bohong kan. Apakah benar saya tidak mengandung dok kau sudah memeriksanya dengan benarkan "
"Tidak sama sekali anda tidak mengandung"
"Begitu ya"
"Memangnya kenapa"
"Tidak dokter terimakasih"
Bhuvi langsung keluar dari ruangan pemeriksaan, berarti mimpi itu nyata bukan bohong, berarti kedatangan ibunya Abi adalah sebuah kebenaran dia benar benar datang.
Bhuvi yang memang kebetulan memeriksakan kandungannya dirumah sakit yang ditempati neneknya segera pergi ke kamar inap neneknya.
"Bhuvi kau kemari"
"Kau berikan apa di minumanku waktu kemarin, kau berikan apa pada ibuku untuk menghilangkan anakku"
"Apa yang kau maksud Bhuvi, kau ini datang-datang bukannya menyapa nenekmu menanyakan kabar nenekmu. Apakah aku baik-baik saja. Apakah aku sehat kou malah menanyakan hal yang tidak pernah aku tahu"
"Kau sudah merencanakan semuanya kan iya kan "
"Menikahlah dengan Aji maka kau akan bahagia dia laki-laki baik aku akan sangat merestui kau menikah dengannya jika kau tidak mau menikah dengan dia, aku akan menghancurkan semua keluarga dari Abisatya aku tidak akan pernah main-main bahkan aku bisa membawamu pulang kau dari sana, bahkan aku bisa melukai laki-laki itu kan jadi kau jangan macam-macam pada dirimu Bhuvi, kemauan ku kau menikah dengan Aji dan hiduplah bahagia bersamanya, jangan pernah memikirkan kembali laki-laki itu, laki-laki yang tak pernah ada laki-laki yang hanya bisa kau lihat sendiri, kalau kau mengatakannya pada orang lain kau akan dianggap gila oleh mereka"
"Aku bisa terjebak dalam situasi seperti itu karena kau karena kau sudah melakukan sebuah perjanjian dengan makhluk itu, makanya aku adalah tebusannya seharusnya kau yang berpikir kenapa dulu kau melakukan itu, kau ingin aku menikah dengan Aji kau turuti apa dulu kemauan ku sembukan aji dan lepaskan penghalang yang kau buat aku ingin bertemu dengan Abi, maka jika kau melepaskannya aku akan menikah dengan Aji"
"Tak masalah jika kau tidak mau menikah dengan Aji aku bisa menghancurkan keluarga mereka aku bisa menghancurkan Abi dengan mengirim aki ke sana lagi, untuk menghancurkan mereka semua bagaimana"
__ADS_1
"Kau memang egois benar apa yang dibilang oleh ibunda, kau memang egois dan tidak punya hati seharusnya kau menjadi iblis bukan menjadi manusia"
Bhuvi yang kesal meninggalkan ruangan itu, hatinya sudah sangat sakit oleh neneknya kenapa begitu menyebalkan neneknya ini, kenapa dia begitu egois kenapa dia begitu apa kesalahannya sebenarnya.
***
"Bhuvi ayo naik "
Bhuvi hanya melihat laki laki itu sekilas lalu laki yang sedang menyetir mobil.
"Tak usah aku tak mau naik, mau apa kau menemui ku lagi"
"Aku tak sengaja melihatmu ayo sini masuk Bhuvi akan aku antar "
"Tidak usah Aji sudah aku bilang tidak usah, jangan kau pikirkan aku lagi aku menolak perjodohan itu, maka sekarang adalah kau yang harus berbicara pada nenekku dan juga orang tuamu kalau kau tidak setuju dengan pertunangan ini, batalkan semuanya aku tidak mau menikah denganmu satu yang perlu kau tahu aku sudah menikah tanyakan saja kebenaran itu pada nenekku, dia sudah menikahkanku memangnya kamu mau menjadi suami keduaku tidak kan"
Bhuvi menyetopkan angkot dan naik meninggalkan Aji yang diam dan melamun, apakah benar Bhuvi sudah mempunyai suami, dirinya harus bertemu dengan neneknya Bhuvi.
Tapi malah ini yang dirinya dengar kalau Bhuvi sudah menikah apakah neneknya Bhuvi akan menjodohkannya dengan perempuan bersuami, kalau tahu Bhuvi sudah menikah mungkin dari awal dirinya tidak akan tertarik mana mau dia menjadi suami kedua enak saja memangnya dirinya ini laki-laki apa.
***
"Ini tujuannya mau kemana neng dari tadi nggak turun-turun ini saya mau pulang neng "
Bhuvi melihat ke arah sekitar dimana ini, dirinya tak tahu ini di mana "bisa bapak antarkan saya ke rumah saya, nanti saya akan bayar lebih deh pak beneran"
"Dimana neng rumahnya ya udah bapak anterin kayaknya lagi banyak pikiran ya neng, kalau lagi banyak pikiran kayak gini lebih baik diam di rumah aja neng takutnya kejadian apa-apa gimana kalau tiba-tiba ada orang jahat kita kan nggak pernah tahu, neng aja lagi banyak pikiran gini gimana tiba-tiba ada yang memanfaatkan keadaan Eneng coba "
"Iya sih pak saya lagi banyak pikiran banget kalau saya terus di rumah saya yang ada stres pak, ini alamat saya pak antar ke sini nanti saya lebihin deh"
__ADS_1
"Siap neng saya anterin sampai rumah ya"
Bhuvi menganggukan kepalanya dia menutup jendela karena sudah sangat dingin tadi tak di tutup jendelanya di angkot hanya dirinya saja sendirian, dirinya sudah terlalu jauh pergi dari rumahnya maksudnya seharusnya dirinya sudah turun dari tadi jam juga sudah menunjukkan jam 08.00 malam, sudah berapa jam dirinya berkeliling mengikuti amang angkot ini.
Kenapa dirinya tak sadar ya pikirannya terlalu banyak, apa pilihannya sekarang menikah dengan Aji atau membiarkan Abi hancur tapi dirinya sudah terlanjur mengatakan pada Aji kalau dirinya sudah menikah pasti dia akan membatalkan semua pernikahan ini, pasti dia akan mundur ya dia pasti akan mundur.
"Kalau boleh tahu neng pikirannya tuh lagi mikirin apa sih, ya siapa tahu saya bisa kasih saran gitu"
"Pikiran saya tuh banyak banget pak sampai-sampai saya juga nggak tahu harus yang mana bicara sama bapak, karena emang bener-bener banyak pikiran saya nggak cuma satu aja"
"Pasti ini gara-gara laki-laki nih neng, benerkan neng "
"Tau aja bapak ini saya tuh mau dijodohin sama nenek saya, tapi kan saya sudah punya suami masa saya harus menerima perjodohan itu lalu dengan suami saya bagaimana"
"Ya ampun kenapa neng neneknya kok kayak gitu, neng kan udah nikah, apakah sebelumnya kalian menikah tanpa direstui. Kenapa tiba-tiba dijodohin sama laki-laki lain emangnya laki-laki itu nggak tahu Eneng udah nikah"
"Ya dia nggak tahu sih kalau aku udah nikah makanya dia Iya iya aja bahkan orang tuanya juga udah ke rumah"
"Terus suami neng sekarang gimana apa dia tahu tentang masalah ini "
"Tahu dan dia juga sekarang lagi sakit pak "
Hanya itu yang bisa Bhuvi katakan karena memang dirinya tidak tahu keadaan Abi yang sebenarnya, apakah dia koma atau seperti apa. Apakah sama seperti dunia manusia kalau tidak sadar namanya Koma atau beda ya.
Dirinya memang sekarang mengakui kalau Abi adalah suaminya, semenjak sudah melakukan hubungan suami istri itu.
"Lebih baik eneng tolak aja perjodohan kasihan suami neng gimana kalau dia suatu saat nanti balas dendam kalau balas dendamnya sama nenek neng sih nggak apa-apa, tapi kalau sama neng nya gimana"
"Iya pak akan saya pikirkan semuanya dengan matang matang, karena nenek saya memang keterlaluan sekali, tak menghargai orang lain "
__ADS_1
"Nggak apa-apa saya yang nanya nggak apa-apa neng sekarang semua pilihan tadi ada di eneng jangan terlalu ikutin apa kata dari nenek kalau emang neng bahagia bersama suami neng ya lanjutin, karena kita kan nggak tahu kan sifat laki-laki yang akan dijodohkan sama eneng. Mungkin dia lebih kaya dari suami eneng tapi kan kita nggak pernah tahu kelakuannya di luar sana kayak apa, sedangkan suami eneng sendiri neng udah tahu kan gimana dia"
"Iya pak bener"