Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 47 sudah sah


__ADS_3

Singkat cerita aku akhirnya setuju dengan pernikahan itu. Aji dan juga orang tuanya saat itu langsung datang ke rumahku dan menanyakan perihal aku yang sudah menikah atau belum, nenekku memberikan semua surat surat tentang diriku, pokoknya semua data-data tentang diriku diberikan oleh nenekku.


Bahkan ada saksi dari warga kami dan juga pak RT untuk membenarkan kalau aku belum menikah, memang sangat menyebalkan kan tapi aku harus menerima pernikahan ini, karena keluargaku yang mempunyai hutang pada keluarga Aji.


Mungkin di sini aku seperti perempuan yang digilir ke sana ke sini, hidupku menjadi tidak tahu arah aku tidak bisa mengambil keputusanku sendiri, pertama aku dipertemukan dengan sosok laki-laki yang selalu datang dalam mimpiku dan menjadi kenyataan, tapi hanya aku saja yang bisa melihatnya.


Kedua aku harus mempertanggungjawabkan apa yang tidak aku lakukan, yaitu dengan menebus semua hutang-hutang keluargaku ya mungkin aku harus sedikit berbakti pada mereka, karena mereka sudah mengurusku.


Aku menerima Aji tapi aku tidak bisa dengan cepat untuk Aji singgah dalam hatiku, karena di dalam hatiku sudah penuh oleh seorang Abisatya meskipun dia bukan manusia tapi rasa cintaku memang benar-benar nyata. Ini nyata bukan kebohongan semata.


"Bhuvi ayo turun kita sudah sampai di rumahku, kau pasti akan suka dengan rumah ini "


Bhuvi melihat ke arah rumah besar itu lalu menatap ke arah Aji suaminya, dia sangat semriwingan sepertinya dia sangat senang dengan pernikahan ini beda dengan dirinya yang memang terpaksa apakah Aji mencintainya atau hanya sekedar perjanjian dan hanya untuk formalitas saja dia tersenyum padanya atau memang merasa senang saja.


"Apakah ini rumahmu apakah kita akan tinggal bersama ibumu, apakah dia berada disini "


"Tentu tidak ini rumah kita, aku tidak mungkin mempersatukan dirimu dengan ibuku. Aku tahu kau tidak akan nyaman jika bersama keluargaku makanya sebelum kita menikah aku sudah membeli rumah untuk kita, ayo turun Bhuvi aku akan menunjukkan setiap ruangan ini padamu pasti kau akan suka dengan rumah ini, kau pasti akan nyaman disini, kau akan sangat bahagia disini aku janji akan membuatmu bahagia dan nyaman hidup disini bersama ku "

__ADS_1


Bhuvi segera turun tanpa menjawab, dia juga bingung harus mengatakan apa seniat itukah Aji untuk bisa hidup bersamanya, apakah dirinya harus mulai menerimanya tapi hati kecilnya tidak bisa.


Tidak bisa menerima Aji untuk menjadi suaminya, karena memang dirinya sudah mempunyai suami dirinya sudah diikat oleh seorang makhluk entah makhluk apa dirinya tak tahu, mungkin jika suatu saat dirinya bertemu lagi dengan Abi akan dia tanyakan sebenarnya Abi itu makhluk apa apakah dia hantu apakah dia jin atau apa.


Saat Bhuvi masuk sudah disambut dengan beberapa pelayan, mungkin tidak bisa dihitung karena memang banyak sekali pelayannya apa-apaan Abi ini kenapa pelayannya begitu banyak Bhuvi menatap ke arah Aji dan berkata "mereka ini siapa kenapa banyak orang "Bhuvi mencoba untuk bertanya pada Aji ya siapa tahu mereka bukan pelayan takutnya mereka saudaranya Aji mungkin takutnya dirinya salah berucap.


"Mereka semua adalah pelayan kita, mereka yang akan melayani kita, kau hanya perlu diam dan menjadi istri yang baik untuk ku, tak usah bekerja kau hanya perlu mengikuti kata kataku saja "


"Kenapa banyak sekali kenapa harus banyak ini memangnya tidak bisa satu atau dua orang saja ini terlalu berlebihan Aji ini terlalu banyak, aku tak terlalu nyaman "


"Ini malah sedikit kalau di rumah ibuku akan lebih banyak lagi sudahlah Bhuvi mereka ini punya tugas masing-masing dan kau tidak perlu melakukan apa-apa. Kau hanya perlu menjadi istriku yang baik itu sudah cukup ayo kita ke kamar utama nanti kita akan berkeliling ya"


"Bagaimana apakah kau suka dengan kamarnya, ini adalah pilihanku aku memilihnya khusus untukmu hanya untukmu saja, kau suka kan "


Bhuvi melihat semua yang ada disini, ini terlalu mewah tapi dirinya kalau protes terus capek juga kan lebih baik diam saja lah "ya pilihanmu sangat bagus aku suka, kau sangat pintar memilihnya "


"Baiklah kalau kau suka kau segeralah istirahat atau mandi terlebih dahulu, karena aku ada pekerjaan yang harus aku kerjakan memang aku ini sangat sibuk sekali, maafkan aku ya Bhuvi, aku pasti akan kembali ke sini dengan cepat jika kau terlalu lama menungguku kau tidur pun tak apa aku tidak masalah kau istirahat ya, aku tahu pasti kau lelah apalagi kau tadi berdiri begitu lama di pelaminan Pasti sangat pegal kakimu, aku mencintaimu Bhuvi "

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Bhuvi Aji pergi tak lupa dia mencium kening Bhuvi, meskipun tadi Bhuvi sedikit menghindar karena kaget tiba-tiba dicium seperti itu, ini untuk pertama kalinya dirinya dicium oleh Aji laki-laki yang dijodohkan padanya.


Aneh sih dicium oleh laki-laki lain selain Abi. Rasanya aneh saja dirinya seperti sedang selingkuh kalau seperti ini, apalagi Abi sekarang tidak sadarkan diri lalu kalau dia sudah sadarkan diri bagaimana apakah dia akan marah apakah dia akan membencinya bagaimana ini.


Bhuvi yang dari tadi melihat kearah lemari besar itu dengan penasaran segera bangkit dan menuju ke arah lemari pakaian yang begitu besar sekali .Mungkin ini sebesar kamar mandinya tapi tidak deh kamar mandinya tidak sebesar ini.


Ini sangat besar saat Bhuvi membuka semua pintunya, pakaian wanita apa tidak salah Aji membelikan pakaian sebanyak ini lalu ini tas sepatu dan aksesoris serta banyak lagi apa yang dipikirkan dia, apa mungkin ini pakaian pacar-pacaran yang dulu sudahlah dirinya pinjam dulu saja baju tidur lebih baik tidur daripada menunggu Aji.


Mau apa juga menunggu Aji, yang ada dia akan melakukan sesuatu pada dirinya ini, rasanya belum siap untuk disentuh oleh laki laki lain, akan aneh saja nantinya.


Bhuvi masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan dirinya, dia juga sangat kaget tadi saat masuk ke kamar mandi, karena semuanya transparan ternyata kamar mandi ini sebenarnya saat pintu dibuka kamar mandinya langsung transparan aneh sekali Hebat juga dirinya suka tapi merasa risih juga sih.


Bhuvi yang sudah menyelesaikan mandinya dan memakai pakaian tidur duduk di tempat tidur itu "sepertinya aku akan nyaman tidur di sini, tapi aku juga canggung nanti bagaimana aku tidur bersama Aji, rasanya pasti akan sangat aneh sekali tapi ya sudahlah dia sudah menjadi suamiku, aku juga tidak bisa protes aku sudah menikah dengannya dan aku sekarang mungkin sudah punya suami dua ya tapi Aji tidak tahu aku sudah punya suami sebelumnya, semoga saja Abi tak marah padaku karena ini, semoga saja dia baik-baik saja di sana. Aku tidak mau sampai dia kenapa-napa aku tidak mau dia marah padaku karena ini, aku tak bisa melihatnya marah "


Bhuvi membaringkan badannya dan menatap kiri kanan, kamar ini begitu luas mungkin kalau sekampung cukup tidur disini, ya pasti cukup.


Padahal ditempati untuk dua orang saja tapi kenapa begitu besar, Aji ini apa tak sayang uang membeli rumah sebesar ini dan juga barang barangnya begitu mewah, hebat sih pasti dia begitu kaya.

__ADS_1


Dirinya belum tahu sih sekaya apa Aji, tapi kalau dilihat dari penampilannya dia sangat kaya, mungkin orang terkaya, di usia yang tergolong muda dia sudah bisa membeli rumahkan.


Bhuvi dengan perlahan menarik selimut dan menutup matanya " Baiklah kita tidur sekarang jangan pikirkan apa apa lagi, aku yakin aku bisa menjalani semuanya, aku yakin semuanya akan baik baik saja"


__ADS_2