Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 29 Pergi


__ADS_3

"Lepaskan aku nenek, aku tidak mau, aku tidak mau kau tidak bisa menentukan tentang masa depan ku, aku tidak mau lepaskan tangan ku ini "


Bhuvi yang kesal mendorong tubuh sang nenek, masa bodoh neneknya mau sakit atau apapun itu, dirinya tidak mau menikah, neneknya tak berhak untuk menentukan pernikahannya neneknya tak bisa mengaturnya.


Bhuvi langsung berlari kearah kosannya dan masuk kedalam, lalu tak lupa Bhuvi mengunci pintunya. "Abi Abi kamu dimana Abi, Abi dimana kamu bawa aku bawa aku, aku tidak mau disini aku tidak mau " teriak Bhuvi dengan histeris.


Tiba tiba Abi ada dihadapan Bhuvi, Adi menatap Bhuvi dengan intens "apakah kau yakin ikut denganku apakah kau tidak akan kecewa nantinya, apakah kau tidak akan mau kembali lagi pada duniamu sekali ikut pada ku, maka kau tidak akan bisa kembali lagi"


Bhuvi diam, dia tak menjawab namun langsung memeluk Abi dengan begitu erat, "aku tidak mau menikah Abi aku tidak mau, aku belum mau menikah "


"Ya aku tahu karena semua itu tak akan pernah terjadi, kau tak akan pernah menikah dengan laki laki manapun selain aku, aku janji kau tak akan menikah "

__ADS_1


Tok tok tok


"Bhuvi buka pintunya jangan sampai kau ikut dengan sosok itu Bhuvi buka pintunya " teriak neneknya dari dalam rumah.


Bhuvi menatap Abi lalu menatap pintu, "Aku ikut dengan mu Abi, aku ingin ikut dengan mu, aku ingin ikut dengan mu tolong aku Abi, aku tidak mau menikah nenek pasti akan memaksaku aku tak mau, aku tak akan siap dan sampai kapan pun aku tak akan pernah siap, tolong lah" .


Abi malah makin memeluk tubuh Bhuvi " yakini hatimu dulu apakah kau yakin ingin ikut denganku, jangan sampai kau tiba tiba menyesal karena ikut denganku, kau yakin kan " Abi mencoba untuk menyakinkan kembali Bhuvi.


Bhuvi menghembuskan nafasnya dari bada dinikahkan paksa oleh neneknya lebih baik ikut saja dengan Abi, dirinya yakin kalau Abi akan baik padannya akan menjaganya dirinya yakin itu.


Abi melepaskan pelukan Bhuvi lalu menggenggam tangannya dengan begitu erat. "pejamkan matamu dan kita akan segera pergi negeriku"

__ADS_1


Bhuvi menganggukan kepalanya dia melakukan apa yang dikatakan Abi, Bhuvi memejamkan matanya dan mempererat pegangan tangannya dengan Abi.


Brak


Pintu kamar Bhuvi terbuka didobrak oleh ayahnya Bhuvi, mereka berkeliling mencari Bhuvi, Bhuvi sudah tak ada, dia tak ada.


"Bhuvi, Bhuvi kamu dimana, Bhuvi kamu dimana " teriak neneknya Bhuvi.


Neneknya Bhuvi berlari kesana kemari, lalu dia langsung terduduk " Bhuvi sudah ikut dengan dia, Bhuvi sudah ikut bagaimana ini, bagaimana Bhuvi sudah tak ada, Bhuvi sudah tak ada "


Dita ibunya Bhuvi langsung memeluk ibunya " bagaimana ini Bu, Bhuvi sudah tak ada, Bhuvi hilang Bhuvi ikut dengannya bagaimana ini "

__ADS_1


Neneknya Bhuvi sama sekali tak menjawab dia hanya bisa menangis dengan histeris cucunya sudah pergi seharusnya dirinya diam diam saja, bodoh kenapa harus begini, kalau saja dirinya berpura pura sakit lagi pasti berhasil dan dirinya akan bisa mengurungnya..


Mengurung Bhuvi dirumah dan sosok itu tak akan pernah bisa masuk kerumahnya, karena sudah ada penghalangnya.


__ADS_2