Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 35 Dengan cara licik


__ADS_3

Bhuvi mengusap rambut dari Abi, tak menyangka dirinya akan ada di dunianya Abi, rasanya seperti beda saja.


Sekarang Abi sedang tidur di pangkuannya yang pasti tak tidur beneran. "apakah kita akan terus disini Bi "


"Ya aku senang disini Bhuvi, apakah kau ingin kembali ke kerajaan "


"Tidak aku pun suka, kau bangunlah dulu "


"Mau kemana Bhuvi sayang, kau mau kemana "


"Aku ingin melihat bunga di sana, kau berbaringlah aku tak akan lama aku akan sebentar kau tunggu di sini ya"


"Aku ikut sayang, biar aku bantu petik bunganya "


"Enggak aku sendiri aja udah kamu tiduran aja nggak apa-apa aku ke sana dulu"


Bhuvi segera bangkit Abi hanya diam menatap Bhuvi yang pergi kearah bunga yang sedang mekar dan tanpa Abi sadari ada yang menusuknya dari belakang, dengan pisau perak yang sudah di jampi jampi.


"Akhhh " teriak Abi


Bhuvi yang mendengar teriakan Abi langsung berlari kearah Abi dan melihat Abi yang sudah berbaring.


"Abiii abiii "


Bhuvi memeluk tubuh Abi yang berbaring tapi sosok yang menusuk Abi tadi langsung menarik tangan Bhuvi, sampai sampai Bhuvi melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Ayo kau harus pulang Bhuvi kau tidak boleh di sini, ini bukan duniamu kita berbeda dengan mereka"


"Kau siapa kau tidak tahu aku dan tidak tahu Abi lepaskan"


Bhuvi meronta ronta dan namun kekuatannya kalah dengan laki laki itu, Bhuvi langsung digusur dengan kasar.


"Abi bangun Abi bangun kenapa kau tidur Abi , ayo bangun tolong aku Abi bangun Abi"


Bhuvi berteriak teriak dengan histeris, namun Abi diam saja tak bergerak, bahkan air mata Bhuvi sudah mengalir dengan begitu deras.


"Lepaskan aku "


"Sudah kau jangan terus saja berteriak karena dia tidak akan pernah sadar lagi, mungkin dia tidak akan pernah bisa menemuimu lagi ayo cepat pulang dan temuin nenekmu yang sudah mencarimu, kau tidak boleh egois seperti ini Bhuvi kau punya dunia dan ini bukan duniamu seperti yang apa aku katakan tadi"


"Tidak aku tidak mau, aku tidak mau ikut denganmu aku tidak mau, lepaskan aku lepaskan aku "


Kembali laki laki itu menarik Bhuvi dan pandangan Bhuvi langsung gelap gulita Bhuvi tak sadarkan diri lagi.


***


"Bhuvi Bhuvi bangun Bhuvi bangun "


Bhuvi langsung terbangun dan melihat kanan kiri, sekarang dirinya ada di kamarnya dan di depannya ada neneknya dan juga mamanya.


"Di mana Abi aku harus bertemu dengannya, tadi ada laki-laki yang sudah menusuk Abi dan Abi tidak sadarkan diri aku harus menolongnya, dimana Abi kenapa kalian egois membawa aku kemari, aku sudah nyaman di sana aku tidak mau di sini"

__ADS_1


Bhuvi bangkit dan akan berlari namun tubuhnya langsung ambruk, neneknya membantu Bhuvi bangun dan membaringkan tubuhnya.


"Kau harus sadar Bhuvi itu bukan duniamu kau tidak pantas hidup dengan sosok itu kau ingin selamanya di sana, jangan sampai kau seperti ibunya laki-laki itu diam di dunia entah beranta yang tidak layak itu. tempatmu sudah di sinilah lupakan Abisatya dia bukan lah jodohmu dia bukanlah orang jangan sampai kau dibunuh olehnya dia hanya ingin membunuh mu sudah lupakan dia "


"Tidak aku tidak percaya dengan kata-kata nenek, nenek tidak pernah berkata jujur padaku dan aku tidak akan pernah percaya apapun yang dikatakan oleh nenek, aku ingin kembali pada Abi aku lebih nyaman bersamanya daripada dengan keluargaku sendiri yang penuh dengan kebohongan, aku ingin pergi ke sana aku ingin bersamanya tolong lepaskan aku, kembalikan aku ke sana "


"Tidak akan pernah Bhuvi, kau jangan pernah berkata seperti itu lagi padaku, aku ingin yang terbaik untukmu minggu depan akan ada calon suami mu datang kemari dan jika kau tidak mau bersamanya akan aku musnahkan Abisatya dan juga keluarganya aku tidak pernah main-main kepadamu jadi turuti apa kemauanku kau menikah dan kau harus mempunyai keluarga"


"Kau egois kau mengancamku dengan ingin menghabisi keluarga Abisatya lalu kau juga menyuruh orang itu kan untuk menusuk Abi, sekarang Abi tak sadarkan diri, kalian semua egois sungguh sangat egois tidak ada yang sayang padaku"


"Kami melakukan ini karena sayang padamu jadi kau jangan pernah mengungkit-ungkit tentang rasa sayang kami, karena sampai kapanpun kau adalah kesayangan keluarga ini, jadi jangan berkata seperti itu tidurlah dan istirahat pulihkan dirimu kau sudah hilang satu minggu dari rumah, awas saja dia Abisatya tidak akan pernah bisa kemari lagi karena dia sudah ditusuk oleh pisau perak sudah di bacakan mantra juga, jika kau ingin dia baik-baik saja maka turutin apa kataku kau menikah dengan Aji dan berumah tangga dengannya tidak boleh ada bantahan"


Bruk


pintu langsung dibanting oleh neneknya Bhuvi, sedangkan mamanya Bhuvi masih ada di sana dan mengusap kepala anaknya "ini semua demi kebaikanmu Bhuvi jangan egois kau harus menikah dengan Aji dia laki-laki baik dia juga tampan dia pasti akan sangat menyayangimu mamah yakin dia akan menggantikan sosok Abi itu"


"Mama tidak tahu apa-apa Mama tidak tahu bagaimana aku sayang pada Abi, Mama ingin tahu aku sudah melakukan hubungan suami istri dengannya "


Plak "Bhuvi seharusnya kau tidak melakukan itu bersamanya, seharusnya kau tidak melakukan itu Bhuvi, dia itu hanyalah makhluk tak kasat mata lalu kau dengan seenaknya memberikan apa yang seharusnya kau jaga itu untuk suamimu bukan untuk makhluk itu"


"Persetanan dengan semua itu, kalian yang sudah menjebakku untuk terikat dengan Abi dan sekarang aku sudah siap bersamanya aku bahagia bersamanya kalian malah melarangku, mau dia makhluk tak kasat mata mau diam makhluk apapun aku sudah mencintai Abi dan sampai kapanpun aku akan mencintainya, aku tidak mau menikah dengan siapapun kalian semua sangat egois"


"Mama tidak mau bertengkar denganmu, jadi cepatlah istirahat Mama tidak mau nenek marah lagi ikuti apa kata nenekmu ini demi kebaikanmu Bhuvi, ini demi kebaikan keluarga kita juga"


"Ini bukan demi keluarga kita, tapi demi mama dan juga nenek kalian takut miskin kan makannya menikahi kan aku dengan laki-laki kaya. Iya kan Aji pasti laki-laki kaya yang kesekian kalinya kalian jodohkan untukku aku yakin itu, kalian semua sangat egois"

__ADS_1


"Istirahat sekarang jangan gegabah dan jangan pernah kembali pada sosok itu, dia tidak nyata dia berbeda dengan kita"


Bhuvi menggelengkan kepalanya lalu menarik selimutnya dan menutup seluruh badannya, dirinya tidak mau mendengar lagi kata-kata ibunya yang sudah membuatnya pusing dan membuat kecewa dengan apa yang dirinya lakukan.


__ADS_2