Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 21 Menginap


__ADS_3

"Ada apa kau terus saja berteriak-teriak kenapa, dimana Bhuvi Dita, dimana dia "


Neneknya yang mendengar keributan segera keluar dan melihat anaknya yang sedang berteriak, sedang enak enak istirahat malah diganggu dengan teriakan anak dan cucunya ini.


"Bhuvi dia pergi bu dari rumah katanya kita menyimpan sesuatu dari dia, seharusnya kita jujur saja Bu tentang perjanjian itu, sepertinya Bhuvi sudah tahu dan dia juga sudah bertemu dengan sosok laki-laki itu yang menikahi Bhuvi, kita seharusnya jujur saja Bu Adita takut nanti Bhuvi malah ikut dengan laki-laki itu kalau kita tidak menceritakan semuanya"


Ibunya malah menggelengkan kepalanya "tidak jangan sampai Bhuvi tahu, kau tahu jika Bhuvi tahu dia akan lebih sakit hati lagi, sudahlah ini juga ibu lakukan dulu demi masa depanmu Adita, kalau saja kau tidak mau melebihi teman-temanmu dan yang lainnya mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, semuanya akan baik baik saja dan Bhuvi tak perlu menanggung semua ini "


"Yah aku tahu di sini yang salah aku, aku tahu siapa yang salah di sini tapi setidaknya beritahu saja Bhuvi mau dia benci pada ku ataupun tidak itu tidak masalah yang terpenting dia tahu tentang perjanjian ini, jangan sampai ada kesalahpahaman di antara keluarga kita dan aku juga tidak mau kehilangan Bhuvi Bu, sudah kita bicarakan saja bersama Bhuvi "


"Sudahlah ibu sudah katakan tidak boleh berkata apapun pada Bhuvi, kau Adita harus diam dan jangan pernah berbicara pada Bhuvi apapun itu. Jika dia bertanya tentang itu kau hanya perlu menggelengkan kepala, kau hanya perlu menjawab tidak tahu saja sudah biar ibu yang urus semuanya biarkan Bhuvi pulang, kalau dia emang ingin pulang. Dia sudah besar dan dia bisa pulang sendiri, sudah biarkan saja "


Neneknya langsung pergi meninggalkan anaknya Adita neneknya seperti tidak khawatir dengan keadaan Bhuvi yang pergi malam-malam dari rumah sedangkan Adita dia langsung pergi naik motor dan mencari keberadaan sang anak, dirinya tidak bisa diam begitu saja saat belum melihat keadaan anaknya karena Bhuvi pergi dalam keadaan marah.


***


"Mau apa kau datang dalam mimpiku kenapa kau selalu saja datang dalam mimpiku, kita saja sekarang sudah bertemu"

__ADS_1


"Ya karena aku ingin mengajakmu ke duniaku. Sudah aku bilang aku tidak akan membuatmu tersesat di sana atau tetap tinggal di sana. Aku akan membuatmu tinggal di sana jika memang kau sendiri yang mau aku tidak akan memaksa, aku hanya ingin memperkenalkan desaku saja aku hanya ingin memperkenalkan negeriku saja padamu Bhuvi tidak lebih. Makanya aku tadi datang lagi ke dalam mimpimu. Sudah aku bilang aku tidak akan pernah bisa masuk ke dalam rumahmu"


"Ya tapi tetap saja itu membuat ku kesal, sebenarnya apa perjanjian apa antara dirimu dan juga nenekku, aku penasaran semuanya bisa kau ceritakan semuanya apa yang terjadi, ceritakan padaku tolong "


"Aku tidak bisa menceritakannya, sungguh aku tak bisa"


"Sama saja semuanya sama saja kalian egois kalian semua egois tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, di sini aku yang mengalami di sini aku yang akan menjadi tumbal kalian. Tapi kalian tidak menceritakan tentang perjanjian apa sebenarnya .Tapi aku juga aneh aku tumbal tapi kalian semua memberitahuku maksudnya dirimu memberitahuku kalau aku adalah yang harus diberikan padamu "


"Aku sengaja mengatakan itu agar kau cepat-cepat ikut bersamaku, tapi hanya nenekmu sajalah yang boleh menceritakan semua ini, sebenarnya aku ingin menceritakan semuanya padamu tapi ayahku tidak membolehkan ku untuk bercerita padamu, biar katanya nenekmu saja yang menjelaskan semuanya dan kau juga harus pergi padaku dengan sukarela tanpa paksaan sedikitpun jadi wajar jika aku sekarang terus-menerus mengikutimu, karena aku tidak akan pernah bisa jauh darimu batin kita sudah terikat kita sudah terikat sejak kecil jadi mau tidak mau kau harus menerima ku"


"Tak peduli aku pusing dengan kalian semua kalian semua itu egois"


***


"Bhuvi kau malam malam kerumah ku, ada apa Bhuvi apakah ada masalah, apa yang terjadi Bhuvi kau baik baik saja kan, ada apa Bhuvi "


"Iya Rani apakah aku boleh menginap di rumahmu saja, sungguh aku pusing dengan keadaan di rumahku maksudku di rumahku yang sesungguhnya bukan di kosan, aku sedang ada masalah dengan orang tuaku dan aku yakin mereka akan menyusul ku ke kosanku itu, aku ingin tenang dulu dan aku butuh teman cerita Rani, aku butuh dirimu "

__ADS_1


"Tapi kasihan juga keluargamu nanti akan mencarimu bagaimana mereka nanti, apakah mereka tak akan lapor polisi Bhuvi"


"Sudahlah aku tidak peduli mau bagaimanapun mereka, kau akan menerimaku atau tidak kalau tidak ya tidak apa-apa aku akan pergi ke tempat lain aku akan menginap di tempat lain saja, aku tak memaksamu kok Ran aku gak apa apa "


"tidak tidak ayo masuk masuk aku hanya bertanya saja, ayo jangan marah Bhuvi masuklah ke dalam rumahku, ayo sini "


"Terima kasih atas kebaikanmu,"


"Tentu kau adalah temanku ayo masuk, jangan sungkan sungkan masuk lah Bhuvi "


Tiba-tiba saja Bhuvi berpikir untuk pulang ke rumah Rani saja maksudnya menginap di rumah Rani saja, karena sudah beberapa kali sih dirinya pergi ke rumah Rani. Untung saja tanpa dirinya menelfon Rani, Rani masih mau membuka pintu rumahnya untuk dirinya.


Tapi sebenarnya sih tidak sopan tiba-tiba datang tanpa menghubungi Rani dulu, bagaimana kalau Rani sudah tidur tapi sudahlah sudah terlanjur juga kan dirinya sudah ada di sini di rumah Rani.


"Tapi kau yakinkan aku tidak apa-apa menginap di sini. Apakah kau tidak keberatan aku tidur bersamamu kalau kau keberatan aku benar-benar akan pulang saja atau aku mencari hotel yang saja"


"Tidak usah tidak apa aku sama sekali tidak keberatan, kenapa kau ini tiba-tiba seperti itu aku ini temanmu. Ayo sudah ayo masuk ke dalam kamarku kita tidur bersama-sama sepertinya kita sekarang bisa begadang deh, kita nonton film sama-sama ya kita nonton film hantu deh mau nggak, pasti seru deh Bhuvi "

__ADS_1


"Boleh, aku boleh kan pinjam pakaian mu Rani, "


"Ya boleh dong masa sih nggak boleh udah yuk masuk yuk, jangan diluar terus Bhuvi "


__ADS_2