
Bhuvi yang baru saja beres mandi sore dikagetkan dengan seseorang yang memeluknya dari belakang "Akhh " teriak Bhuvi dengan histeris.
"Hey, hey sayang ini aku suamimu, kenapa kau malah berteriak seperti itu "
Bhuvi memegang handuknya dan menjauh dari Aji " Emm, maaf aku kira orang lain, aku minta maaf "
"Tak apa aku mengerti, ayo cepat berpakaian kita akan pergi kerumah nenek mu "
"Ada apa memangnya "
Aji menatap Bhuvi dengan aneh " memangnya kamu tidak mau bertemu dengan nenek ku itu, dengan keluargamu "
"Tidak, aku mau aku pakai baju dulu, bisakah kau keluar dulu dari kamar"
"Kenapa ? Aku ini kan suamimu, masa aku harus keluar dari kamar. Kau tidak usah malu lagi kau sudah sah menjadi istriku, jadi aku pun tidak masalah kan kalau melihat tubuhmu yang sedang memakai baju. Jangan seperti itu Bhuvi meskipun kau tidak mencintaiku tapi cobalah untuk membuka hatimu, aku mohon padamu "
Aji mendekatiku dan tapi aku langsung melepaskan ya " Tolong beri aku waktu, aku masih belum bisa menerima semua pernikahan ini "
__ADS_1
Aji tanpa banyak bicara langsung keluar dari dalam kamar, Bhuvi hanya diam menatap kepergian suaminya itu. Bhuvi mengambil pakaiannya dan merias wajahnya sedikit dan keluar dari kamar.
"Sudah siap kau "
"Sudah, aku sudah siap "
Aji berjalan terlebih dahulu meninggalkan Bhuvi, selama diperjalan pun mereka tak saling berbicara. Bhuvi yang tidak masalah sih dengan keadaan ini yang ada dirinya nyaman-nyaman saja.
Setelah sampai didepan rumahnya Bhuvi langsung keluar dan memeluk Mamahnya "Bhuvi kau kemari "
"Ya Mamah, kata mas Aji nenek menyuruh kami kemari "
Mamahku langsung menarik tangan Aji, aku didiamkan saja. Aku segera masuk saja mengikutinya dari belakang.
"Ada apa nenek menyuruh kami kesini "
"Duduk dulu lah Bhuvi, baru juga datang sudah bertanya seperti itu, apakah nenek tak boleh menyuruh kalian kemari ? "
__ADS_1
"Aji kemari, nenek ingin bicara dengan mu "
Aji segera duduk disamping neneknya Bhuvi, "Ada apa nenek "
"Bagaimana Bhuvi tidak aneh-aneh kan padamu. Kalian pasti sudah berencana untuk mempunyai anak, kan "
Aji menatao Bhuvi, tapi Bhuvi malah acuh saja mengambil makanannya dan memangkunya.
"Kami pasti akan mempunyai anak nenek, rencana itu sudah lama aku ingin wujudkan. Bhuvi juga baik di rumah dia tidak aneh-aneh kok, baru saja kan Bhuvi tinggal di rumahku beberapa hari dia baik-baik saja dan tidak aneh-aneh "
"Baguslah, ingat Bhuvi, kau jangan pernah melanggar apa kata-kata suamimu. Kau harus memberi hak suamimu jangan sampai kau tidak melakukannya itu akan dosa padamu, jangan malu-malu lagi cobalah untuk mencintai Aji. Karena sekarang dia adalah suamimu, kau tidak bisa membantah itu semua nanti kakek akan selalu mengawasi mu Bhuvi. Jadi jangan pernah macam-macam"
"Iya, iya di sini kan aku yang menjalankan rumah tangga bukan nenek semuanya akan baik-baik saja, tak usah mengatakan hal itu "
"Hanya memberitahu saja, jangan sampai kamu membuat onar di sana, jangan sampai kau membuat malu "
"Aku tak akan melakukan itu. Aku lelah, aku ingin tidur kalau ada apa-apa langsung panggil saja aku "
__ADS_1
Bhuvi langsung saja pergi meninggalkan suaminya dan juga keluarganya, neneknya langsung meminta maaf kepada Aji karena kelakuan Bhuvi yang seperti itu.