Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 28 Kamu harus menikah


__ADS_3

Abi segera membaringkan Bhuvi ditempat tidurnya dia tadi tertidur saat melihat bintang diatas genting, dan Abi dengan senang hati memindahkannya.


Abi menyelimuti Bhuvi dan berbaring disampingnya, menatap wajah Bhuvi yang begitu cantik, berlahan Abi mengusap pipi Bhuvi sambil tersenyum dengan bahagia.


"Kapan kau akan mencintaiku Bhuvi, tapi aku yakin sebentar lagi kau akan mencintaiku dari gerak-gerik mu saja kau sudah tertarik padaku mungkin kita beda dunia tapi aku sangat mencintaimu dan sampai kapanpun aku akan terus mencintaimu Bhuvi, kalau saja aku ini manusia mungkin aku sudah menikahimu. Tapi tetap saja aku juga sudah menikahimu sekarang meskipun di tengah-tengahnya ada sebuah perjanjian di antara keluargamu dan juga bangsaku"


Saat Abi akan mengecup bibir Bhuvi, tiba tiba pintu diketuk, Abi langsung duduk dan menatap siapa yang datang, ternyata nenek Bhuvi datang, dengan cepat Abi pergi dan tak mau berhadapan dengan neneknya Bhuvi yang bisa saja membuat dirinya jauh kembali dari permaisurinya.


Dor dor dor " Bhuvi buka pintu ini nenek "

__ADS_1


Bhuvi yang kaget langsung bangkit dan melihat sekitar "tadi kan lagi di atas genting tapi kok tiba-tiba ada di kamar sih, apa tadi aku mimpi ya sama Abi lagi lihat bintang tapi nggak deh itu nyata tapi kenapa tiba-tiba aku ada di tempat tidur dan lagi bobo juga"


Bhuvi mendengar teriakan seseorang yang sedang mengendor-kedor pintunya, dia tahu itu neneknya dengan malas-malasan Bhuvi segera membuka pintu dan ya neneknya ada di hadapannya langsung memeluk dirinya dengan begitu erat.


"Bhuvi kau baik baik saja kan, nenek khawatir sama kamu kamu di sini nyaman-nyaman aja kan"


Bhuvi melepaskan pelukannya dan masuk lebih dalam diikuti sang nenek.


"Nenek hanya ingin menengok keadaanmu saja Bhuvi, kau sudah jarang menelpon nenek biasanya kau terus saja menelpon nenek tapi sekarang tidak ada satupun telepon darimu, apakah kau marah karena nenek tidak memberitahu apa permasalahan yang sedang kita alami saat ini"

__ADS_1


"Kalau nenek tahu jawabannya ya sudah tidak usah bertanya padaku dan aku juga sekarang sudah tidak mau tahu masalah kalian, sudahlah biarkan aku juga capek bertanya terus menerus pada nenek "


"Yah nenek mengaku salah nenek kemari hanya ingin memberitahu padamu kalau kau harus menikah "


Bhuvi langsung berhadapan dengan neneknya lalu menggelengkan kepalanya " Apa maksudnya ini dengan aku harus menikah aku tidak mau menikah, aku belum siap untuk menikah dan aku juga masih ingin sendiri aku masih kuliah nenek jangan gegabah tiba-tiba menjodohkan aku dengan laki-laki yang aku tidak kenal sama sekali aku tidak mau"


"Kau bertemu saja dengannya dahulu. Kalau kau memang tidak cocok nanti nenek akan mencarikan laki-laki lain, kau harus menikah dengannya"


"Tidak aku tidak mau "

__ADS_1


"Ini demi kebaikan mu Bhuvi "


Tiba tiba saja barang barang yang ada dikamar Bhuvi berjatuhan, neneknya Bhuvi langsung menarik cucunya keluar dari dalam kosannya, dirinya tahu siapa yang marah. Ini adalah keputusannya untuk cucunya bisa lepas dari makhluk itu, agar cucunya tak bisa bersama sama dengan sosok itu.


__ADS_2