Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 37 tak mau


__ADS_3

"Maafkan Bhuvi nak, nenek juga tidak tahu Bhuvi akan seperti itu, dia masih sedih karena ditinggal mati oleh pacarnya "


Aji tersenyum pada neneknya Bhuvi lalu memegang tangannya dengan erat " nenek tidak usah khawatir biar aku yang urus, aku tak akan menyerah untuk mendapatkan Bhuvi yang terpenting nenek dukung aku saja ya, aku pasti akan mendapatkannya "


"Baguslah nak kejar dia, buat dia bahagia ya, dia sudah banyak menderita dia sangat kehilangan mantan pacarnya makannya dia bersikap seperti itu, sebenarnya Bhuvi baik dia tak seperti itu dia sangat ramah dan sopan "


"Iya nek aku tahu, aku mengerti "


Aji langsung pergi menyusul Bhuvi sedangkan neneknya Bhuvi hanya tersenyum senang rencananya akan berhasil, cucunya akan menikah dan Abisatya tak akan bisa memiliki cucunya sampai kapan pun itu.


***


"Bhuvi apakah aku boleh duduk disini "

__ADS_1


Bhuvi hanya menatap sekilas lalu kembali menatap kedepan meskipun didepan tak ada apa apa hanya tanah kosong.


"Sudah ku bilang kan kau pulang saja aku tak mau menikah dengan mu, aku sudah mempunyai pacar tolonglah mengerti jangan egois kau bisa mencari perempuan lain aku bukanlah perempuan yang pas untuk mu "


Aji yang mendengar Bhuvi berbicara duduk disampingnya, manis juga saat sedang marah seperti ini.


"Tapi aku ingin nya bersamamu tadinya ibuku akan menjodohkan aku dengan perempuan lain tapi aku tidak mau, aku sudah suka padamu malahan saat melihat fotomu saja aku sudah suka padamu "


"Aku sudah punya pacar "


Bhuvi langsung menatap Aji dengan garang, enak saja dia bilang Abi sudah mati apa apaan ini " kau jangan sok tahu ya, pacarku masih ada dia masih hidup kau ya kalau bicara "


"Tapi kata nenek mu pacarmu sudah tak ada maafkan aku bila aku salah "

__ADS_1


"Memang kau salah " teriak Bhuvi, dia langsung bangkit dan meninggalkan Aji sendirian.


Aji hanya bisa diam dan tak mengejar Bhuvi apakah seperti ini perjuangan mengejar pujaan hati, sebenarnya banyak perempuan cantik di luaran sana tapi dirinya hanya tertarik pada Bhuvi seorang.


Dia manis cantik dan masih muda tentunya, saat ibunya pertama kali memperlihatkan foto Bhuvi aku sudah tertarik dan ingin memiliki nya seutuhnya, aku tak mau membaginya dengan yang lain atau menunda bunda pernikahan.


Makannya aku langsung minta pada ibu untuk meminang Bhuvi menjadi istriku, aku fikir akan mudah tapi sulit juga ya, tapi tenang aku tak akan menyerah karena hanya Bhuvi yang akan menjadi istriku dengan sekuat tenaga aku akan berjuang, tak ada yang lain yang bisa mengantikan Bhuvi.


**


Bhuvi yang mendengar kata kata dari aji sangat marah sampai sampai Bhuvi melampiaskan semua kemarahannya pada barang barang yang ada dikamarnya.


"Akhh kenapa dia berani beraninya berkata seperti itu, Abi masih Adi dia masih hidup ini ulah nenek "

__ADS_1


Duk, prang, crek semua suara ada dikamar Bhuvi tak ada barang yang tak dilempar oleh Bhuvi semuanya dilempar Kedinding dan banyak sekali kaca berserakan.


"Akhh Abi jemput aku, aku ingin bersamamu aku tak bisa disini aku tak bisa bersama nenek dia jahat akan membuat aku menikah lagi, Bukannya aku suamiku jemput aku " teriak Bhuvi namun tetap saja tak ada jawaban seperti sebelum sebelumnya.


__ADS_2